
Gengss... aku mau promot bentar nie...
Follow sosmed aku ya bagi yg mau :
IG \= @_venanur22
FB \= Vena Nur
Aku baru ada sosmed lagi nieh :(
makanya folls nya masih sedikit. siapa tahu ada yg baik mau follow aku🤣
SO GUYS
ENJOY TO READING!!!
 ~~~
Vara menatap pantulan dirinya dicermin dengan senyum bangga. Tangannya ia gunakan untuk memasang bandana putih ke kepalanya.
Perfect!!!
Satu kata untuk dirinya sendiri.
Ia menyampirkan tas nya di bahu kiri, lalu berlari kecil menuju ruang makan.
"Good morning bunda"
"Too sayang. Udah cantik aja anak bunda nih" ucap Bunda Sharen sambil mecubit pipi putrinya.
"Iya dong! anak bunda..." kata Vara dengan senyum bangga nya.
"Kamu semangat banget sih, gak sabaran ya mau ketemu temen-temen baru" Bunda Sharen tersenyum menatap putrinya.
Dalam hati Vara menggerutu, "Semoga aku gak sekelas sama Cery" Batin Vara.
"Hehe iya bunda... Bunda nanti buka toko kan?"
"Iya.. nanti pulang sekolah Vara tolong bantuin bunda ya. Soalnya pesanan catering lagi banyak banget"
Vara menaikkan dua jempolnya, kini mulutnya sudah penuh dengan nasi goreng sosis favoritenya. Ia melanjutkan makannya, lalu berpamitan kepada Sharen untuk berangkat sekolah.
Sesuai rencana awalnya, ketika sampai disekolah Vara akan langsung melihat pengumuman pembagian kelas di mading perpustakaan. Vara senang ketika mengetahui bahwa dirinya masuk sepuluh besar nilai tes akademik tertinggi, otomatis Vara akan masuk kelas unggulan. Tapi perlahan senyumnya memudar, ia menghentakkan kesal kakinya begitu mengetahui bahwa Cery juga sekelas dengannya.
"Yehhh... terima aja kali kalo gue sekelas sama lo" tiba-tiba seseorang menyenggol pelan bahunya. Siapa lagi kalau bukan Cery. Perempuan itu pagi-pagi sudah pintar sekali menjungkir balikkan moodnya.
"Makanya jangan do'a in gue yang aneh-aneh kemarin. Kena batunya kan lo" ledek Cery.
"Gak masalah aku sekelas sama kamu. Yang penting kita gak sebangku" ucap Vara.
"Ye.. lo telat. Bangku-bangku udah pada diisi sama orang-orang. Sisa tempat samping gue yang masih kosong"
"Pasti sengaja kan ngosongin tempat itu?" tuding Vara.
"Tau aja lo" Cery tertawa pelan.
Vara melengos. Ia berjalan menuju kelas X IPA 1, kelas barunya. Meninggalkan Cery yang sedang tertawa garing di belakang sana.
"Ada ya orang kaya dia?" gumam Vara.
Saat sampai di bibir kelas. Ia menyapu pandangannya ke penjuru kelas. Benar saja! Tempatnya sudah tidak ada yang kosong, hanya tersisa satu bangku. Yaitu di baris ketiga urutan nomor dua. Gak terlalu buruk, pikir Vara.
Lokasi tempat duduk tersebut dekat dengan jendela dan lumayan jauh dari jangkauan guru, sehingga bisa mengantisipasi jika dirinya tiba-tiba disuruh mengerjakan soal secara mendadak.
Seseorang menepuk pelan bahunya, "Ayo masuk, Var"
"Bentar lagi guru mau masuk kelas" ucap Cery. Lalu ia menarik lengan Vara dan mendudukannya tepat di sebelah bangkunya.
"Ngomong-ngomong kamu kok bisa sih masuk kelas unggulan?" Vara memulai obrolan, bagaimanapun Vara gak bisa terus-terusan menjauhi Cery begini. Karena kedepannya ia pasti akan sering berinteraksi dengannya.
"Gini-gini gue juga pinter kali... emang nya lo doang yang pinter" Cery mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
"Nih buat lo" Cery menyerahkan satu bungkus cokelat batangan ukuran besar ke Vara.
"Dalam rangka?" Vara menerimanya.
"Memperingati hari sekelasnya kita" Cery menaik turunkan alisnya. Vara mendengus. Gimanapun Cery... pasti tetap Cery, predikat cewek terngeselin yang pernah Vara temui.
***
Bel istirahat terus berbunyi. Biasanya para siswa maupun siswi pasti berhamburan pergi ke kantin. Tapi tidak dengan hari ini. Mereka justru berhamburan keluar menuju lapangan.
"Ada apaan sih disana?" Tanya Vara pada Cery.
Cery mengedikkan bahunya, "Liat yuk!" Vara mengangguk.
Sampai disana, Cery menarik Vara menuju barisan terdepan. Vara mengerutkan dahinya, ia hanya melihat beberapa orang sedang bermain basket, lalu dimana letak menariknya? Sampai harus mereka berbondong-bondong untuk melihat pemainnya, kalau itu artis ataupun model terkenal, Vara bisa maklum.
"Ayo Al!!! kamu bisa!!" teriak salah satu perempuan di ujung lapangan. Vara mengenalnya, cewek itu bernama Audy, The Most Wanted Girl SMA Rajawali, sekaligus leader cheerleaders di sekolahnya.
"Cery! kamu kenapa ikutan teriak-teriak gini sih" Sungut Vara. Pasalnya,tujuan mereka itu ingin ke Kantin. Tapi gara-gara ada rombongan ini, tujuan mereka jadi tertunda. Padahal sudah sejak tadi Vara menahan perih pada perutnya.
"Ish,ini seru banget loh Var... liatin tuh timnya ketua OSIS vs timnya ketua basket. Menurut lo siapa yang menang?"
Vara menghela nafas, "Kantin aja yuk, aku laper banget nih"
Cery meringis, "Iya gue temenin deh. Tapi tunggu ini selesai dulu, soalnya ini quarter terakhir"
Vara mengangguk, lalu bersedekap dada, "Oke aku tunggu--"
Kalimat Vara terpotong begitu saja saat mendengar jeritan Cery. Baru saja ingin buka mulut, sebuah bola basket menghantam kepalanya dengan sangat keras. Kepalanya terasa berat dan pusing, is jatuh terduduk.
"Vara.. lo nggak apa-apa?"
Saat itu yang terdengar adalah suara Cery dan derap langkah kaki seseorang yang mendekat, sebelum akhirnya pandangannya menggelap, ia merasakan tubuhnya seperti terangkat dan digendong seseorang.
"Ss sakit"
Itu adalah kata-kata terakhir sebelum akhirnya ia benar-benar hilang kesadaran.
*
Al mengumpat dalam hati disaat lemparan bola nya ternyata salah sasaran, dan malah mengenai seorang cewek yang sedang bersidekap di pinggiran lapangan.
Cewek itu jatuh terduduk, memegangi kepalanya.
"Busettt... kena bola nyasar tuh cewek" ujar Vino, sedikit kaget.
"Bukannya itu ceweknya Al yang kemaren ya?" Arya menyipitkan matanya.
"Bodoh! Cewek lo kena bola nyasar noh Al... samperin sana!" Arya mendorong bahu Al. Bukannya cepat, Al justru menatap teman-temannya.
Vino yang mengerti tatapan tersebut angkat suara, "Lo tenang aja, biar gue sama Arya yang beresin tim mereka"
Al mengangguk. Dengan cepat ia berlari menuju perempuan yang kini terduduk dan hampir kehilangan kesadarannya.
Refleks, Al pun menggendongnya.
"Ss sakit" lirih cewek tersebut, sebelum akhirnya benar-benar pingsan.
Al tertegun, cewek ini cewek yang sama, yang secara tidak sengaja terus bertatapan dengannya kemarin. Tidak lain kalau bukan Vara.
*
Vara membuka matanya, mengerjap pelan, menyesuaikan cahaya dengan retinanya.
"Udah bangun lo?"suara khawatir seorang cewek menjadi awal percakapan mereka.
"Cery... kamu.. gendong aku?"
Cery menggeleng. "Bukan gue, tapi ketua OSIS yang bawa lo kesini"
Vara membulatkan matanya, "Kok dia? Terus... kenapa harus dia?"
Cery berdecak, "Gatau diri ya lo.Udah ditolongin bukannya bilang makasih malah nanya kaya gitu" Cery menatap Vara kesal.
"Dia terpaksa kali harus gendong elo kesini. Lo kan pingsan tadi"
"Aku mau bilang makasih sama dia... dia mana?"
"Al? Udah pergi tadi. Di nitip permintaan maaf sama gue untuk lo, terus dia beliin lo makan" Cery menunjuk nampan diatas nakas dengan dagunya.
Vara menghela nafas. Ia mengambil makanan itu lalu menyuapi nya ke dalam mulut. Satu sendok. Dua Sendok. Sampai akhirnya habis, Cery masih menunggunya.
Vara turun dari ranjang. "Kelas yuk!"
Cery membantu memapah Vara yang terkadang berjalannya masih sempoyongan. Hal ini cukup mengejutkan bagi Vara, kenapa dia harus dapat kejutan yang tidak mengenakkan di hari pertama sekolahnya? Terlebih lagi, kejutan itu berasal dari si Ketua OSIS sendiri.
Azeekkk...
Chap 2 nih gess...
Kalau kalian ada di posisi Vara... kira kira gimana si tanggapan kalian. Baru hari pertama masuk ke skull, udah kena cap bola aja... wkwk
comment dibawah ya
sorry dorry gess Kalo ada typo...
biasa, hari ini chewy lagi excited mau update...
ttinggalkan jejak kalian yaaa...
klik jempol dikiri bawah,
rate 5 bintang, yang mau back coment ya, nanti aku back in satu2
dukung chewy dengan vote seikhlas kalian ya...
klik favorit, biar gak ketinggalan notif up terbaru aku tiap harinya...
see you