Alleta

Alleta
E N A M



ENAM


Dilain tempat kini keluarga arghadritama sedang melakukan sarapan.


"pagi bunda" sapa bara pada bundanya yang tengah menyiapkan sarapan.


"pagi juga sayang, sini sarapan dulu nak" ucap miranda pada putra kesayanganya. Bara akhirnya berjalan duduk disebelah adik semata wayangnya.


"bang, abang kapan sih punya pacar? Lova tuh pengen tau kaya temen lova yang bisa main sama pacar kakaknya" ucap elova sembari mengerucutkan bibirnya. Pertanyaan polos dari bibir elovapun membuat bara tersedak


Uhuk.. Uhuk..


"abang gak punya pacar" jawabnya santai.


"makanya abang cari pacar lova tuh pengen main sama kakak cewe bukan sama abang terus yang resek" rajuk elova dengan mengerucutkan bibirnya "lova nggak mau tau besok abang harus bawa pacar abang kesini" lanjut lova penuh penekanan.


"abang nggak ada pacar lova cantik" bara mencoba menjelaskan kepada adik kesayangannya itu tetapi adiknya itu sepertinya tidak mau menerima alasan apapun.


"udah-udah lova kasian itu liat abangmu. Makanya bang kamu juga cari pacar" goda miranda yang melihat wajah putranya kebingungan "udah cepet selesain sarapannya nanti kalian telat loh" jelas miranda.


Setelah selesai sarapan akhirnya barapun berangkat kesekolah bersama elova. Elova ini baru kelas 7 SMP.


Setelah mengantarkan elova bara menuju kesekolahnya karna 10 menit lagi gerbang akan ditutup.


~


Dilain tempat kini alleta sedang memohon kepada mang ujang. Satpam sekolahnya untuk dibukakan gerbang.


"mang tolong dong bukain gerbangnya alleta mau masuk mang" rengek alleta kepadamang ujang.


"nanti mamang dimarahi pa arkan neng" jelas mang ujang.


"nanti alleta deh yang ngomong ke om arkan, alleta dihukum juga nggak papa yang penting alleta dibukain gerbang ya mang tolong" mohon alleta yang kemudian diangguki mang ujang.


Setelah alleta baerhasil masuk kini alleta harus dihadapkan dengan bu susi guru BK sekolahnya.


"Alleta Azalea winsen kesini kamu" teriak bu susi nyaring.


'kenapa semalem alleta tidurnya pake kemaleman'batin alleta merutuki kebodohannya semalam kenapa harus tidur larut malam.


"eh bu susi cantik, kenapa ya Bu? "


"hormat ditiang bendera sampe jam istirahat" perintah bu susi dengan teriakannya yang khas.


"eh bu nggak ada yang lain apa?" tanya alleta kepada bu susi. Karna dia tidak sarapan tadi pagi jadi badanya terasa lemas apalagi jika harus hormat dibawah matahari yang terik meskipun masih pagi.


"oh mau nambah kamu rupanya?" jawab bu susi dengan seringainya. dengan cepat alleta menggelang lan menuju kelapangan.


Meskipun alleta cucu pemilik sekolah namun alleta meminta kepada arkan supaya tidak diperlakukan istimewah seperti permintaan opanya. Awalnya arkan keberatan namun alleta terus saja memohon Akhirnya arkan pun menyerah dengan rengekan ponakan kesayangannya ini.


Dikelas XII Ipa 4 sedang tidak ada guru jadi Mereka bebas melakukan apa saja. Sedangkan gibran, bara, kevan, dan daffa lebih memilih untuk pergi kekantin.


"bar, lo liat deh itu bukanya alleta ya bar? " ucap kevan sembari menatap gadis yang sedang hormat ditiang bendera itu dengan intens.


"iya bar itu alleta. Kok bisa sih cucu pemilik sekolah dihukum? Cari mati banget tuh guru yang ngehukum alleta" timpal daffa sedangkan bara hanya duduk dikursi kanti sembari menatap alleta dengan serius.


"eh ***** adik gue itu, lagian diajakin bareng nggak mau sih"timpal gibran santai.


Brukkk..


Sesampainya di UKS bara meletakan alleta dibrankar. Sembari menunggu Alleta sadar dari pingsannya, gibran pergi kekantin membeli sarapan untuk alleta.


"eunghhhh.. Lo letta dimana tadikan letta ada dilapangan lagi dihukum kan? " monolog alleta.


"udah sadar? " tanya bara kepada alleta.


"eh bara, kok alleta bisa ada disini sih bar?"


"lo pingsan"


Brakkkk...


"de ini makan dulu abang udah beliin kamu makanan kamu makan dulu yah. Lagian kamu sih tadi abang ajakin bareng malah minta naik angkot kan jadinya gini kan. Abang tuh khawtir sama kamu tau nggak sih dek" omel gibran kepada alleta.


"abang diem ihh alleta pusing" jawab alleta sembari memegangi kepalanya.


"iya maaf. Nih makan dulu sini biar abang suapin" ujar gibran "apa mau disuapin pacarnya?" goda gibran.


"pacar? Alleta kan nggak punya pacar abang" ucap alleta polos dan sontak saja membuat gibran gemas.


"nah itu sih bara? "


"abang letta itu cuma temenan yah"


"aduh sakit dek hati abang. Masa cuma dianggep temen" ledek kevan yang sontak mendapat tatapan tajam dari bara.


"nggak minat gitu jadi pacarnya bara de? "tanya gibran yang terus mencoba menggoda adiknya.


"bara aja kaya es batu nanti kalo pacaran sama adek lo bisa ancur ini sekolah. Kan bara kagak peka lah sedangkan adek lo kan polosnya minta ampun" ucap kevan panjang lebar. Sedangkan bara dari tadi hanya diam saja mendengarakan temannya mengoceh.


"udah ah brisik lo van" gerutu daffa.


"udah de cepetan abisin kita pulang nanti kalo kenapa-kenapa abang lagi yang dimarahin ayah sama bunda" ucap gibran sedikit memerintah.


"tapi bang al-"


"nggak ada tapi-tapian dek. Kamu mau abang dihukum? "


"iya mending lo pulang aja"ucapa bara.


"wih buset seorang bara bisa perhatian ya. Prok.. Prok.. Prok" ucap kevan semabri bertepuk tangan.


"bacot" ucap bara singkat yang membuat kevan langsung kicep.


"mampus lo van" timpal daffa.


"van diem ngapa adek gue lagi sakit nih. Lo malah ngoceh mulu dah" gerutu gibran yang mulai jengah dengan kevan.


"ehh iya lett gue minta maap ya. Janji deh kagak lagi-lagi" ucap kevan semabri nyengir kuda.


"alleta mau pulang tapi temen abang pada ikut yah biar letta nggak kesepian? "bujuk alleta dengan pupy eyesnya. Dan mereka semua mengangguk sebagai jawaban.


Setelah itu bara menggendong alleta kemobil milik gibran untuk kemudian pulang kerumah gibran sesuai dengan permintaan alleta.


*jangan lupa vote yah. kalo ada typo maapin yah like juga dong niar author makin semangat bikin ceritanya ❤