Alleta

Alleta
P R O L O G



Sinar matahari pagi yang perlahan mulai menerobos jendela kamar milik alleta membuat alleta perlahan-lahan mulai membuka matanya. Setelah dirasanya semua roh dalam tubuhnya sudah terkumpul alletapun duduk ditepi ranjang queen size miliknya. Sembari mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar. Tanpa sengaja alleta melihat jam dindingnya yang sudah menunjukan pukul 6.15.


"aduh bisa telat ini alleta pergi kesekolahnya, mana ini hari pertama alleta masuk sekolah lagi" gumam alleta sambil berlari menuju kamar mandi miliknya.


Setelah selesai mandi alletapun memakai seragam sekolahnya. Kini alleta berpindah ke meja riasnya untuk sekedar mempoles wajah cantiknya dengan bedak bayi dan memberi lip balm pada bibir ranum miliknya. Kini alletapun sudah siap dengan seragam sekolah barunya dan tasnya yang ia gendong dibelakang. Alleta menuruni tangga sambil mengenakan dasi sekolah miliknya.


"nanti kamu jatuh sayang kalo turun tangganya sambil make dasi kayak gitu" ucap vanda bunda alleta. yap vanda mikayla winsen ibu dari Alleta dan Gibran manora winsen sekaligus istri dari pengusaha sukses alvando winsen.


"anu bunda ini letta udah telat bun jadi buru-buru gini makenya" jawab alleta sembari membenarkan dasi miliknya.


"udah sih sayang tenang aja kan lagian sekolah baru kamu itu sekolah milik opa jadi yah santai aja" ucap vando ayah alleta.


"ayah.. Dengerin letta yah, letta itu ngga mau diperlakukan beda karna letta cucu pemilik sekolah. Letta itu maunya diperlakukan sama kaya murid yang lain"jawab alleta sembari mengolesi roti miliknya dengan selai coklat kesukaanya.


"ya udah terserah kamu aja deh. Tapi nanti kalo ada yang rese sama kamu kamu bisa lapor ke om arkan yah sayang" jawab vando sembari mengelus puncak kepala putri semata wayahnya itu.


"iya ayahnya alleta yang ganteng" jawab alleta dengan senyum manis miliknya "oh ya bunda bang gibran mana?" tanya alleta yang tak melihat kakak kesayangannya itu.


"alleta abangmu itu masih tidur sayang jadi kamu berangkatnya bareng ayah dulu ya. lagian kantor ayah kan searah sama sekolah baru kamu jadi kamu bisa sekalian nebeng ayah" ucap vanda Kepada putrinya


"iya bunda. Sebenernya sih alleta juga nggak papa kok bun kalo harus naik bus kesekolahnya" jawab alleta denga senyum simpul di wajah manisnya


"nggak lah bun letta nggak papa kok masa cuma naik bus dibully sih bun" jawab letta sambil terkekeh .


"yah udah bunda percaya aja sama kamu yang penting kamu bisa jaga diri yang sayang" jawab vanda kepada putri semata wayangnya.


Setelah alleta dan ayahnya sudah menghabiskan sarapannya alletapun berpamitan kepada vanda.


"ya udah bun kalo gitu letta pamit berangkat sekolah dulu sama ayah ya bun" pamit alleta sembari menyalami tangan bundanya.


Setelah 10 menit ayahnya melajukan mobilnya untuk menuju sekolah alleta akhirnya Mereka sampai juga didepan gerbang sekolah alleta.


"ayah alleta sekolah dulu ya ayah, ayah yang semangat kerjanya" ucap alleta sembari mengambil tasnya yang ia letakan jok dibelakang.


"iya sayang. Kamu beneran nggak mau ayah anter sampe keruang om arkan nih? "


"nggak usah ayah nanti letta cari sendiri aja. Lagian letta jugakan udah gede atau letta bisa nanya sama orang yah" jawab alleta supaya ayahnya tidak perlu mengantarkannya sampai kedalam


"ya udah kalo gitu. Gih sana masuk sayang kamu udah telat, tenang aja pak satpam itu juga udah kenal kok sama kamu jadi kamu pasti dibolehin masuk. Sekolah yang pinter yah sayang" ucap vando lembut semabri mencium kening putri kesangannya lembut.


Setelah turun dari mobil alletapun langsung berjalan menuju gerbang untuk masuk kesekolah milik opanya.