Alleta

Alleta
S A T U



Sepatu kets berwarna putih berjalan melewati gerbang sekolah dan membawa alleta masuk kedalam Winsen International High School atau biasa disingkat W'School. Karna hari ini alleta baru pertama masuk sekolah dan alleta masih tidak tahu dimana kelasnya


Jadi alleta harus menemui omnya untuk menanyakannya.


"permisi letta boleh nanya nggak?" tanya alleta sopan.


"eh iya mau nanya apa emang?" tanya seorang cowok berambut agak keriting.


"ehhh.. Anu itu ini kalo ruang kepala sekolah dimana yah?" tanya alleta yang berusaha menutupi rasa takutanya. Bagaimana tidak karna ketiga cowok itu berpenampilan urakan rambut acak-acakan, baju yang sengaja dikeluarkan, dan dasi yang entah dimana.


"nggak usah takut gitu. Kita nggak gigit kok tenang aja yah" jawab cowok berambut kriting sembari terkekeh.


"hehe.. nggak kok letta nggak takut" jawab alleta setenang mungkin "oh iya kalo boleh tau dimana ruangan kepala sekolahnya?" lanjut alleta.


"oh iya gue sampe lupa lo dari sini tinggal lurus aja terus ruanganya disebelah kanan setelah ruang guru" jelas cowok berambut kriting itu "eh tunggu kenalan boleh dong yah?"


"oh boleh kok namaku alleta azallea winsen. Kalian bisa panggil alleta atau letta" ucap alleta mencoba memperkenalkan dirinya.


"oh lo adeknya gibran yah? Nama gue erlangga kevano wijaya, sebelah gue namanya daffa reynand aldar dan sebelahnya lagi lo cari tau sendiri siapa tau ntar dia kepincut ama lo" ucap kevan yang diangguki oleh daffa.


" oh iya salam kenal yah. Kalo gitu letta permisi dulu yah" ucap alleta secara sopan.


"iya letta cantik" jawab kevan sembari melambai-lambaikan tangannya kepada letta. Letta yang melihat itu hanya tersenyum.


Tanpa Merek ketauhui ada seseorang yang kagum akan senyum milik alleta.


'Manis' batin seseorang.


~


"misi om letta boleh masuk nggak?" tanya letta yang masih memegangi gagang pintu.


"loh letta kamu udah sampe sayang? Boleh dong masuk aja" setelah mendengar itu alletapun akhirnya melangkahkan kakinya kedalam ruangan milik omnya.


"om kelasnya letta dimana yah om?"


"kelas kamu di 11 Ipa 2" jelas arkan.


"oh iya udah om letta mau kekelas yah om"


"kalu gitu ayo om anter" jawab arkan sembari berjalan menuju keluar ruangannya.


Tok.. Tok..


"permisi bu wina saya mau nganterin murid baru bu" jelas arkan kepada bu wina.


"oh iya pak. Sini nak silahkan masuk dan perkenalkan diri kamu" ajak bu wina dengan lembut.


"ya udah sana sekolah yang rajin yah keponakan om" ucap arkan sembari mencium puncak kepala keponakan kesayangannya itu.


Setelah masuk kekelas alleta pun langsung memperkenalkan dirinya.


"pagi semua. Kenalin aku alleta azallea winsen, kalian bisa panggil aku alleta ataupun letta" ucap alleta sambil tersenyum manis.


'hay letta'


' cantik banget yah alleta '


'bagi wa dong alleta '


'apaansih orang b aja kok'


"oh iya letta saya bu wina wali kelas kamu. Kamu bisa duduk dikursi yang masih kosong yah" jelas bu wina.


" oh iya bu makasih" ucap alleta ramah sembari mengulum senyumnya. Dan berjalan menuju kekursi yang kosong.


"hay letta nama gue maura syafaila siregar. Lo bisa panggil gue maura" ucap ramah gadis yang duduk didepanku "dan sebelah gue ini namanya veronika pricillia egipta lo bisa panggil dia kutil onta" jelas maura sembari mengulurkan tangannya. Setelah itu pricil yang merasa tak trima menjitak kepala maura.


Takkk..


"aduh sakit nih sil. Lo kira pala gue apaan?" tanya maura yang merasa kesal.


"lagian lo seenak jidat ganti nama orang" jawab pricil dengan memutar bola matanya malas.


"elah becanda juga gitu aja baper" bela maura.


"emang dasar lu ya ra" jawab pricil sinis "kenalin nama gue veronika pricillia egipta panggilannya pricil bukan onta" jelas pricil sembari menatap maura tajam sedangkan yang ditatap acuh.


"kalian lucu" kekeh alleta "oh iya nama aku alleta azalea winsen" jelas alleta.


"pakenya lo-gue aja jangan aku-kamu kesannya gimana gitu" jelas pricil yang dibalas anggukan oleh maura.


"oh boleh emangnya?"


"bolehlah lo kan sekarang sahabat kita. Ya nggak sil? " jawab maura senang yang dibalas anggukan oleh pricil


"makasih banyak yah maura, pricill" girang alleta. Tanpa lupa menunjukan senyum manis miliknya.


~


"assalamualaikum bunda letta pulang bunda" teriak alleta dari arah pintu.


"iya sayang, bunda di dapur sayang lagi masak" jawab bunda alleta dari arah dapur.


"oh iya bunda abang belum pulang? " tanya alleta dan berjalan meninggalkan bundanya.


"abangmu nginep dirumah oma, sekalian bantuin bunda ya" jawab bunda alleta yang masih fokus memotong sayur.


Setelah sellesai mengganti pakainnya alleta turun dan membantu bundanya untuk menyiapkan makan malam. Setelah semua masakan yang alleta dan bundanya masak sudah selesai kini mereka sedang menunggu ayahnya pulang.


Tok.. Tok..


"ayah pulang" seru ayah alleta.


"ayah sini duduk kita makan ini alleta sama bunda loh yang masak " perintah alleta kepada ayahnya.


"iya sayang ayo kita makan ayah juga udah laper nih" jawab ayah alleta yang sudah duduk dikursinya.


"gimana sekolahnya? Alleta udah punya temen belum sayang? Seru nggak sayang?" tanya bunda alleta.


"udah dong mah dua lagi bun"


"oh ya? Kapan-kapan boleh dong diajak main kerumah"


"boleh dong bunda" jawab alleta antusias.


Mereka makan malam tanpa gibran karna gibran yang pamit untuk menginap dirumah oma. Setelah makan malam alleta memutuskan untuk naik kekamarnya dan tidur.