
Hari ini adalah hari minggu. Dimana alleta masih saja berkutat kesana kemari dengan guling dan selimutnya.
"dek bangun turun ayo joging sama abang" teriak gibran dari luar kamar alleta.
"abang!!!! Aaaaa.. Abang udah pulang"teriak alleta sembari berhambur kepelukan gibran. Pasalnya kakak kesayangannya semalam meningap dirumah neneknya tanpa memberitahunya.
"iya abang udah pulang, ayo bangun cepet kita joging"
"alleta masih ngantuk abang masih pengen tidur"rengek alleta.
"nggak!! nggak ada dek, cewe jam segini harusnya udah bangun cepet alleta" ucap gibran sembari menarik tangan alleta.
"iya iya abang alleta ganti baju dulu" akhirnya alletapun menyerah.
Mareka joging ditaman dekat rumah mereka,dan beristirahat sembari menikmati minumannya.
"de lo deket ama bara ya de? "pertanyaan itu sontan membuat alleta mengernyit bingung.
"bara? "
"iya bara temen gue masa lo nggak kenal" sergah gibran.
"ihh enggak tau bang alleta itu nggak deket sama bara" jelas alleta.
"enggak? Apa belum" goda gibran lagi kepada adiknya itu.
"ihh abang udah yo pulang letta laper. Bunda juga pasti udah masak" alibi alleta.
Akhirnya mereka pulang dan melanjutkan dengan sarapan bersama bundanya.
"abang temenin letta yah kemall yah bang" bujuk alleta denga pupyeyesnya.
"mau ngapain sih de? Abang itu lagi males pergi" gibran mencoba mencari alasan.
"alleta pengen dreamcarter"
"orang udah banyak gitu kok de masa mau nambah lagi sih? " kini vanda angkat suara.
"bunda alleta pengen lagi pengen abang yang beliin" ucap alleta terus memohon.
"orang biasanya juga abang yang beliin kok emang biasanya siapa? Bi yem? Nggak kan? " jawab gibran seraya memutar bola matanya malas.
"iya iya. Makanya ayo temenin ade beli lagi" bujuk alleta terus menerus hingga membuat gibran bosan. Gibran pun akhirnya mengiyakan permintaan adiknya itu.
~
Kini mereka sudah sampai di mall untuk menuruti permintaan adik semata Wayangnya itu.
"kak ayo itu bagus kak alleta mau kak ayo" rengek alleta sembari menarik tangan gibran.
Drttt... Drttt... Drttt...
"kakak angkat telvon dulu dek bentar yah kamu kesana aja dulu" jawab gibran. Alletapun akhirnya menuju toko boneka itu.
"iya halo kenapa van?"
" lo dimana? Tumben nggak ke warjum? " jawab kevan dari sebrang telvon.
"oke siap meluncur kita"
Setelah menutup panggilan itu akhirnya gibran mendekati alleta.
"dek temen abang mau ikut momong kamu"jelas gibran.
"momong? Alleta kan bukan anak kecil abang yang harus dimomong" rengek alleta karna tidak terima dengan ucapan abangnya.
"tapi buat abang kamu masih kecil masih harus dimomong de" jelas gibran alletapun hanya bisa mengerucutkan bibirnya dengan malas.
"ehh.. Bran udah lama lo momongnya? "ucap kevan yang tiba-tiba saja datang bersama bara dan daffa.
"ihh kevan alleta itu bukan anak kecil yang harus dimomong yah" jawab alleta kesal.
"iyah deh iyah. Sekarang adek manis mau main apa biar abang kevan temenin" ucap kevan dengan bangga. Gibran, daffa, dan bara yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas. pasalnya kevan ini sangat gemas terhadap alleta yang menurutnya itu menggemaskan.
"letta mau main yang capit-capit boneka tapi kevan yang harus dapetin boneka sapinya yah buat letta yah yah"rengek alleta dengan puppy eyesnya.
"mampus guekan nggak bisa main gituan" gumam kevan sembari menepuk jidatnya.
"biar gue aja"
Daffa, gibran, dan kevan hanya bisa menatap bara cengok.
Kemudian setelah cukup lama akhirnya bara bisa mendatapatkan boneka sapi yang diinginkan oleh alleta sedabgkan kevan, daffa, dan gibran mereka sedang makan .
"nih bonekanya"
"makasih bara alleta seneng deh abisan bonekanya gemesin " ucap alleta sembari terus memekuk boneka barunya.
"gue boleh panggil lo etta?" alleta yang mendengar iru langsung mengernyitkan dahinya bingung "boleh? "lanjut bara. Dan alleta hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.
~
Akhirnya bara dan alletapun menyusul gibran untuk makan.
"dapet dek boneka sapinya?" tanya gibran.
"ini" tunjuk alleta kepada boneka sapi yang dari tadi dipeluknya "abang bonekanya dikasih nama siapa yah? "tanya alleta kepada gibran.
"yaelah bran adek lo aneh deh. segala boneka dikasih nama lagi" dumel kevan karena sifat alleta ini lebih dari adeknya yang masih TK.
"ihh terserah alleta dong. Lagian kan bonekanya punya alleta yang ngasih juga bara bukan kevan. Wleeee.." jawab alleta sembari menjulurkan lidahnya.
"mampus lo van, mana bisa lo menang debat sama adek gue" seketika tawa gibran dan daffa pecah bara yang melihat itu hanya tersenyum "dah cepet abisin makananya abis itu kita langsung pulang capek gue udah momong bayi seharian"
"ihh abang alleta itu bukan bayi yah" gerutu alleta sembari mengerucutkan bibirnya.
mereka Semua yang ada disana hanya terkekeh melihat tingkah menggemaskan dari alleta.
Setelah mereka menyelesaikan makanan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Sebenarnya hanya alleta yang pulang gibran, bara, daffa, dan kevan pergi ke wajum tempat mereka biasa nongkrong.
*maaf ya semuanya author up nya nggak teratur soalnya author lagi pkl ini.