Alleta

Alleta
E M P A T



Alleta yang sudah siap berangkat sekolahpun segera bergegas menuju ruang makan untuk menemui ayah dan bundanya.


"pagi ayah, pagi bunda, pagi abang jelek" sapa alleta sembari berjalan menuju ke meja makan.


"enak aja jelek" dumel gibran.


"pagi juga alleta sayang" sapa mereka bersamaan "sini sayang sarapan dulu nanti. Kamu nanti berangkat sekolahnya sama abang yah sayang" ucap bunda alleta.


"oke siap bunda" jawab alleta antusias


"idih tadi aja udah ngatain abang jelek bun masa mau nebeng" kesal gibran.


"abang nggak boleh gitu sama adeknya" ucap vanda mencoba menasehati putranya.


"hmmm.."


Setelah selesai sarapan alletapun bergegas menuju mobil abangnya. Tanpa perlu waktu lama akhirnya alleta sampai disekolahnya.


~


Sesampainya alleta dikelasnya iapun segera duduk dikursi miliknya. Tak lama setelah alleta duduk maura dan pricill pun menyusul alleta untuk duduk.


"pagi maura, pagi pricill" sapa alleta dengan ramah.


"pagi juga alleta cantik" balas mereka bersamaan.


Tittt..


Bel masuk pun sudah berbunyi tak lama setelH itu menampilkan sosok bu retno dari balik pintu kelas. Setelah jam pelajaran bu retno selesai maka sekarang waktunya istirahat.


"kantin yuk laper nih gue" ajak maura.


"iya udah ayok" jawab pricill "alleta lo mau ikut nggak? Yuk sekalian aja bareng kekantinnya" ajak pricill tak lupa dengan alleta.


"boleh sil letta juga haus kok"jawab alleta sembari berdiri dari kursi tempat duduknya.


Setelah sampai dikantin mereka duduk dikursi kosong dekat kursi milik 'bara and the geng'. Maura dan alleta berjalan menuju mba tini.


"mba tini alleta orange jus yah satu" ucap alleta ramah kepada mbak tini. Mba tini itu ibu kantin.


"maura batagor ya mba sama jus alpukat sama sekalian sih pricill batagor juga minumnya orange jus" jelas maura kepada mba tini sedangkan pricill sedang duduk di kursi mereka. Setelah itu Mereka kembali duduk.


"ini mba pesenannya" ucap mba tini sembari memberikan pesanan mereka.


Saat Mereka sedang makan ternyata diam-diam ada yang sedang memperhatikan mereka dari bangku pojok.


'lo manis lett'batin bara yang masih tak henti memandangi alleta.


"yaelah bar samperin napa diliatin doang ntar basi loh bar" ucap kevan menggoda bara.


"iya bar cepetan keburu diambil orang kali bar" daffa yang ikut Menggoda bara.


"siapa sih yang diliatin bara? "tanya gibran.


"adek lo" jawab kevan.


" lo serius bar? Gue dukung deh asal lo jagain dia. Soalnya dia itu polos banget kek bocah gue aja kadang gemes" jelas gibran.


"noh bar udah direstuin abangnya" goda kevan semakin menjadi.


"hay alleta. Masih inget gue kan?" sapa revan kepada alleta.


"eh iya revan kan? kenapa yah? " tanya alleta yang kebingungan. Sedangkan kedua sahabat alleta menatap temannya itu dengan tatapan bingung sekaligus iri.


'ngapain revan kesana? ' batin bara.


"lett ntar pulang bareng gue yah buat tanda terimaksih gue kemaren karna lo udah ngobatin gue"


"alleta pulang sama gue" suara bass itu terdengar dari belakang tempat duduk mereka. Ternyata suara itu milik bara. bara sudah berdiri dibelakang kursi mereka. Maura dan pricill hanya melongo tak jelas.


"ehh.. Revan bara nggak usah repot-repot gitu nanti letta bisa pulang sama abang" jawab alleta yang bingung karna melihat kedua cowok itu saling tatap dengan sinis.


"lo pulang sama gue!" jawab bara tak ingin dibantah.


"ta.. Tapi nanti abang gi.. Gimana?" tanya alleta dengan wajah polosnya.


"gue yang ngomong" jelas bara. Sedangkan mereka semua yang ada dikantin menatap bara bingung. Pasalnya ini pertama kalinya bara bicara pada cewek.


"nggak bisa alleta pulang sama gue" seru revan tak terima karna yang pertama mengajak alleta pulang adalah dia.


"gak bisa!" jawab bara sinis.


"lo siapanya alleta emang ha? " tanya revan tak terima.


"gue cowoknya" jawab bara singkat namun membuat seisi kantin berteriak histeris tak beda dengan alleta yang kini sudah blushing. Karna es kutub sekolah mereka adalah cowok alleta azallea winsen cucu pemilik sekolah. Revan akhirnya pergi meninggalkan bangku alleta.


Sedangkan alleta hanya menatap bara dengan wajah bingungnnya yang polos. Tidak jauh beda dengan maura, pricill, kevan, gibran, dan daffa.


"kenapa? "tanya bara singkat.


"abang gimana? " tanya alleta dengan sedikit takut.


"abang mau main dulu de lo pupang bareng bara aja" ucap gibran dari bangku sebrang.


"Gue tunggu diparkiran" ucapnya singkat, padat, dan jelas sedangkan alleta hanya mengangguk.


Setelah alleta masuk kekelasnya maura dan pricill masih sibuk mengoceh tentang ucapan bara tadi.


"ta lo serius pacarnya bara ta? Ini sumpah keajaiban dunia seorang elbara melvino argadritama ngelakuin hal kaya tadi" cerocos maura yang dibalas anggukan oleh pricill.


"nggaklah alleta sama bara cuman temen kok nggak lebih" jawab alleta yang berusaha menutupi pipinya yang sudah memerah sedari tadi.


"tapi kalo beneran lo harus traktir kita makan yah ta nggak boleh sampe nggak" kini pricill yang berkata seperti itu.


~


Setelah kejadian tadi dikantin yang membuat Mereka heboh kini bel pulang berbunyi dan benar saja bara sedang menunggunya diatas motor ninja miliknya. Alletapun mendekat kearah bara.


"naik" ucap bara singkat.


"bara mau nganterin alleta pulang kan? Nggak bakal nyulik alleta ke apartemen bara lagi kan kaya waktu itu? " tanya alleta dengan muka polosnya.


"ikut aja" jawabnya singkat.


Akhirnya alletapun menurut naik keatas motor milik bara. Dan disepanjang perjalanan alleta hanya bisa tidur sambil memeluk bara dari belakang. Bara yang melihat itu dari kaca motor miliknya hanya tersenyum tipis bahkan tidak ada yang bisa melihatnya karna itu sangat tipis.


'gue nyaman deket lo lett' bara masih asik menjalankan motornya hingga akhirnya Mereka sampai dirumah alleta.