
Sesampainya bara di parkiran apartemennya bara menggendong alleta ala bridelstyle berjalan menuju apartemen milik bara. Sesampainya dikamar bara meletakan alleta ditempat tidur kingsize miliknya. Sebelum barang keluar handphone milik alleta berbunyi.
Drttt... Drttt...
Saat bara melihatnya ternyata ayah alleta yang menelvon akhirnya bara mengangkat telvon itu.
"hallo letta sayang. Kamu dimana kok nggak pulang sama abang sih? "tanya ayah alleta dengan nada khawatir.
"hallo om ini saya bara om temen alleta. Alletanya lagi main om sama saya" bohong bara supaya ayah alleta tidak khawatir.
"oh iya sudah nak bara kalo gitu nanti alletanya diantar pulang ya nak bara" ucap ayah alleta mulai tenang.
"iya om nanti bara anter pulang kok"
Titt..
Karna badan alleta yang agak panas akhirnya bara mengompres kening alleta dengan kain . Bara yang mulai lelahpun tertidur disamping alleta.
"eunghhhh.. " erang alleta sembari perlahan membuka matanya. Betapa terkejutnya alleta karna mengetahui ini bukan kamar miliknya dan benar saja memang ini bukan kamar miliknya melainkan kamar milik orang yang tidur disamping ranjangnya.
"bara? "
Bara pun terbangung dari tidurnya karena mendengar alleta memanggil namanya.
"udah bangun" tanya bara kepada alleta.
"sekarang letta dimana? Kok ini bukan kamar letta sih bara" tanya alleta dengan suara paraunya.
"lo diapartemen gue tadi lo tidur pas ujan karna gue nggak tau rumah lo jadi gue bawa kesini" jelas bara kepada alleta "oh iya tadi juga bokap lo nelvon" lanjut bara yang tetap datar.
"ayah nelvon? Ayah pasti khawatir sama letta. Bara anterin letta pulang yah letta mohon yah letta kasian pasti ayah sama bunda khawatir deh" mohon alleta dengan pupyeyesnya.
'gemesin banget sih lo'batin bara
"Tanpa lo mohon juga gue anterin lo balik kok" jawab bara "tapi lo harus tetep pake jaket gue karna lo masih demam oke?" perintah bara dengan nada datarnya.
"oke bara. makasih ya bara udah mau nganterin letta pulang" teriak alleta kegirangan.
Bara yang melihat tingkah alleta yang menurutnya sangat menggemaskan itu tanpa sadar membuatnya tersenyum.
~
"ayo turun"ajak bara.
"loh bara turun mau kemana inikan rumahnya letta" tanya alleta dengan muka polosnya.
"mau ngomong sama bokap lo karna udah bawa ana gadisnya pulang malem" jelas bara.
"yaudah ayo masuk"
Mereka berjalan masuk kerumah milik alleta memang tidak terlalu besah namun rumah ini terkesan elegan karna desainnya yang minimalis.
"ayah bunda alleta pulang" teriak alleta nayring.
"oh saya bara tante. Elbara melvine argadritama temenya gibran juga tante" jelas bara sembari mengulurkan tanganya.
"oh kamu anaknya abrahim yah? Gimana kabar papahmu sehat? " timpal vando
"alhamdulillah sehat om" jawab bara ramah " om tante kalo gitu bara pamit dulu yah sudah malam juga" pamit bara.
"loh nggak main dulu nak bara?" tanya vanda
"nggak usah tante besok-besok aja bara mainnya tante" tolak bara dengan sopan.
"ya sudah besok main lagi yah " ajak vando.
" iya om siap. Kalo gitu bara permisi om, tante, alleta"
"iya hati-hati yah nak bara"
Setelah melajukan motornya jauh dari rumah alleta barapun menuju ke markas geng motornya.
~
Warjum. Yap ini adalah warung kopi tempat biasa gibran, bara, kevan dan daffa ngumpul. Namun terkadang juga ada yang lain. Mereka bukan geng hanya kumpulan biasa saja sebatas nongkrong.
"tumben lo kok kesininya telat sih bos? " tanya anwar salah satu temannya.
"abis nganter orang" jawab bara.
"siapa ? Nyokap lo?" kini pertanyaan itu keluar dari mulut raka.
"alleta" jawabnya datar.
Daffa dan kevan dan nggota geng the glester yang lain mendengar itupun kaget bukan main. Karna bos mereka ini paling anti dengan perempuan tapi ini kenapa berbeda?
"alleta cewek yang waktu itu nanya alamat kegue kan bar?" Tanya kevan.
"cewek yang waktu itu misahin lo sama revan kan? Yang adeknya gibran?" kini gantiaan daffa yang bertanya.
"adeknya gibran temen kita kan bar? " tio ikut menimbrung.
"hmm.. " namun hanya itu yang dijawab bara.
"gila-gila intinya lo harus traktir kita semua bar lo ternyata nggak homo. Terus satu lagi bawa alleta kesini biar kita kenalan sama ibu boss kita iya nggak gaes? " tanya dimas kepada anggota geng lainnya.
"homo? Lo kira gue cowo apaan" jawabnya yang kesal dengan ucapan dimas "lagian gue nggak ada apa-apa sama alleta" jelas bara.
"kan besok abis sering ketemu kan jadi ada apa-apa" goda tio.
"hmm" hanya itu jawaban bara dan membuat seluruh teman-teman bara bersorak bahagia.
'alleta kenapa gue jadi mikirin lo sih' batin bara terus bergumam karena dia sendiri bingung dengan dirinya.