Adventure In The World Of Creatures

Adventure In The World Of Creatures
Episode 5 ( Siapa Anak ℑtu? )



Aku terbangun menatap jendela yang tepat di hadapanku jika aku berbalik ke arah kiri tempat tidurku. Ku tertegun karena melihat ada seorang anak kecil perempuan sedang menatapku dari luar dan bersembunyi pada tumpukan kayu rumah yang ada di sebelah penginapan kami.


"Hah, anak siapa itu! Apa aku salah lihat?"


"Tapi benar tadi ada seseorang yang sedang memperhatikanku?"


Aku penasaran siapa dia jadi aku turun dari tempat tidur dan pelan-pelan berjalan menuju pintu keluar. Sebenarnya aku takut jika keluar rumah pada malam hari yang gelap dan sepi, takut ada yang mau melukaiku tapi rasa penasaran dalam diriku mengalahkan rasa takutku.


"Clak..." (Suara pintu terbuka)


Suasananya sungguh mencengkam.


"Ehm... tapi aku mau mencari anak itu kemana?"


Tiba-tiba ada suara dari semak-semak belukar yang mengagetkan ku, aku mengira itu hanya kucing tapi bersamaan dengan suara itu seperti ada bayangan anak kecil berlari ke halaman depan rumah penginapan dari sudut kanan badanku. Reflek aku langsung berbalik badan dan mencoba mencari tahu dimana keberadaan anak itu.


Dengan pelan aku melangkahkan kaki ke depan pintu masuk penginapan, cahaya lampu luar sangat redup aku kesulitan untuk melihat sekeliling jalan dan rumah-rumah tetangga dengan jelas.


Seketika pandanganku tertuju ke arah gerbang gapura desa karena lampu di sana tidak di matikan lagi dan sangat terang bahkan tiang lampu penerangan di pertigaan jalan dalam desa telah di nyalakan. Aku terpaku memperhatikan sebuah kursi taman yang berada di tiang lampu pertigaan jalan itu di sana memang ada sebuah kursi memanjang yang terbuat dari kayu bulin untuk duduk-duduk dan beristirahat.


Hampir 2 menit aku berdiri terpaku memandangi kursi itu sampai aku mulai mendengar suara anak kecil perempuan bernyanyi dengan nada yang sedih, memelas, dan sangat pilu suara nyanyian itu sangat pelan terdengar di telingaku seperti suara hembusan angin tapi aku tidak melihat ada daun dari pohon-pohon yang sangat rindang di sekelilingku bergerak-gerak tertiup angin.


tiba-tiba pandanganku yang masih fokus itu menangkap sesosok anak kecil perempuan sedang terduduk di kursi taman pertigaan jalan itu dengan kepala menunduk, rambut pirang sepinggang yang terurai kebawah dan menutupi sebagian wajah gadis kecil itu, pandangannya kosong memperhatikan tanah, raut ekspresinya sedih dan sayu hanya mulutnya saja yang masih terus mengeluarkan suara nyanyian yang sangat merdu.


Sampai beberapa saat aku masih memperhatikan dia dan terhanyut dalam suara nyanyiannya yang membuatku hampir menangis, diriku seperti bisa merasakan kesedihan dan kesengsaraan yang sedang di rasakan oleh gadis kecil itu. Aku mulai berjalan mendekati kursi taman, sebenarnya jaraknya cukup jauh minimal membutuhkan waktu 5 menit dan saat itu hanya dalam waktu kurang dari 1 menit aku sudah berdiri tegak di depan gadis kecil yang duduk di kursi taman.


Gadis kecil itu berhenti bernyanyi suasana seketika hening tiada suara yang dapat terdengar. Telingaku mendengar bunyi yang terus berdengung sangat keras mengganggu pendengaran dan membuat telingaku sakit. Aku tak tahu ada apa dan dari mana suara itu berasal dengan sekuat tenaga tanganku mencoba menutup telingaku.


"Arrrggg... Suara apa ini? Sakit!"


Gadis itu berbicara dan membuatku kaget sampai tidak bisa bergerak.


"Hihihi... Aku sudah menunggumu!"


"Hah! Kenapa ini? Siapa kamu?"


Tiba-tiba terlihat sebuah bayangan pria dewasa mendekat di belakangku dengan membawa sebuah pedang samurai yang dari gerakan tangannya mengayun ke atas seperti sedang mau menebas sesuatu.


Aku menjadi sangat takut berpikir bahwa pria itu akan membunuhku dengan pedang samurainya karena tangan yang mengayunkan pedang samurai itu mengarah ke leherku.


"Arrrgggg!!... Tolong!... Tolong!... Ada seseorang yang akan membunuhku!!!"


Tapi ajaibnya pedang pria itu tidak mengenai leherku melainkan menembus tubuhku sehingga mengenai tubuh gadis kecil itu yang membuat ia tewas seketika dari dada sampai ke bagian pinggangnya hampir terbelah karena pedang samurai dan lukanya sangat dalam, darah terus mengalir dan bercucuran ke mana-mana pria itu menghilang, pergi aku tidak tahu dia kemana dan aku menjadi sangat panik melihat jasat gadis kecil yang malang itu tidak ada satupun orang yang mendengar teriakan minta tolongku.


Pandanganku menjadi rabun, seluruh cahaya lampu meredup, dan mulai menjadi gelap, akhirnya aku terjatuh dan tidak sadarkan diri.


Aku terbangun karena mendengar sebuah alunan lagu yang sama dinyanyikan oleh gadis kecil tadi, aku mencoba membuka mata dan duduk melihat ke sekeliling.


Ternyata aku sudah tidak berada di kursi taman pertigaan jalan dalam desa melainkan di dalam sebuah rumah yang cukup mewah dan besar dengan memiliki 3 buah lantai, dinding yang bercat putih, lukisan-lukisan eksotis bertema pemandangan dan sejarah pemimpin peradaban bangsa Belanda, pelapis lantai yang terbuat dari kayu, seperti sebuah rumah bermodel khas bangsa Belanda dengan tema retro yang terkenal pada masa tahun 80-an.


Kaget dan bingung membebani pikiranku lalu terdengar lagi suara nyanyian itu untuk kedua kalinya.


"Suara nyanyian itu lagi! Tapi dari arah mana?"


pelan-pelan aku berjalan menaiki tangga dan menuju ke lantai 2 mencoba mencari tahu dari mana asal suara. Suara yang ku dengar menuntunku sampai ke depan sebuah pintu kamar anak perempuan yang sedikit terbuka, keadaan rumah besar itu sepi seperti tidak berpenghuni dan hanya ada gadis yang sedang bernyanyi di dalam kamar.


Dengan ragu-ragu aku mengintip dari pintu kamar yang sedikit terbuka. Terlihat ada seorang anak kecil cantik jelita dengan kulit wajah putih berbintik merah, berambut pirang, dengan ciri-ciri tubuh yang lain serta furnitur ruangan kamar yang elegan dan terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi contohnya perak, emas, intan yang memiliki harga jual dan beli sangat melunjak tinggi pada masa itu dan mayoritas hanya dapat di miliki oleh keluarga berkelas bangsawan, terlihat jelas bahwa dia adalah anak perempuan keturunan bangsawan dari benua Eropa yang berkebangsaan Belanda campuran Inggris.


Ia memakai baju gaun noni Belanda khas keturunan bangsawan atau kerajaan Inggris. Ekspresi wajahnya sangat senang ketika sedang bermain bersama para boneka. Aku cukup lama mengintip dari luar karena penasaran dan terpesona dengan furnitur kamar.


"Woah... kamarnya luas sekali"


Tanpa sadar gadis kecil itu sudah memperhatikanku dan mulai berdiri melangkah menuju ke arah ku. Karena khawatir ketahuan aku melangkah mundur perlahan dan bersiap lari entah kemana saja ku tidak tahu mau kemana. Gadis itu membuka pintu dan dengan cepat aku bersembunyi di samping rak buku kayu.


Ternyata gadis itu menemui seorang anak laki-laki keturunan Belanda juga yang seumuran dengannya. Aku mendengarkan pembicaraan antara mereka yang terdengar serius dan berbisik-bisik. Dimulai dari sang gadis yang sepertinya sangat mengkhawatirkan keadaan anak laki-laki itu.


"Apa yang mereka bicarakan?". Aku memperbaiki posisi tubuhku supaya dapat sedikit jelas mendengarkan pembicaraan mereka.


BERSAMBUNG...


...****************...


Jangan lupa dukung karya ini dengan like dan vote, supaya author makin bersemangat Update episode baru😁😁


Minal Aidzin wal Faidzin❤️


Mohon Maaf Lahir dan Batin🙏


Terimakasih❤️