Adventure In The World Of Creatures

Adventure In The World Of Creatures
Episode 2 ( Kakak Sudah Pulang )



"Hih...dasar Adit menyebalkan" Akrila masuk ke dalam kamar dan langsung mengunci pintu kamar


"Dia selalu nakal dan mengejekku tapi dia pasti tidak berani mengejek Kakak"


"Karena tidak ada Kak Arval makanya dia berani mengejekku kalo ada kak Val pasti dia takut di suntik, hahaha" Mengganti baju.


(Selesai makan siang)


"Ibu aku mau kekamar ya!"


"Iya jangan lupa mengerjakan tugas sekolah kamu ya Adit" Perintah ibu selalu mengingatkan Adit yang malas belajar dan mengerjakan PR


"Baik bu, setelah itu aku mau main game"


"kalo sudah selesai PR 'nya boleh main game tapi jangan lama lama ya"


"Iya bu" Jawab kami serempak.


Adit kembali ke kamarnya sedangkan aku membantu ibu membersihkan meja makan dan mencuci piring setelah selesai baru aku pergi ke kamar ku untuk mengerjakan tugas sekolah,


Keadaan langit masih hujan dan gelap aku menghidupkan lampu kamar dan mulai mengerjakan PR di meja belajarku


"Banyak sekali tugasnya 5 halaman dan 6 mata pelajaran! Hahh... aku bingung?"


"Tugas Mata Pelajaran Seni Budaya kerja kelompok ya? Aku kerja kelompok sama Dinda saja" Karena ingin sekelompok sama Dinda aku mencari Hp ku di meja untuk menghubungi Dinda


"Eh Din kamu tugas Seni Budaya udah belum?"


"Belumlah itu kan harus kerja kelompok disuruh bikin Karya Ilmiah tentang budaya tradisional dan kerajinan tradisional yang ada di daerah kita, Lama! cuaca juga hujan terus"


"Iya makanya kamu kerja kelompok sama aku saja ya aku enggak ada barengan nih, mumpung kamu juga belum"


"Pliss... boleh ya... ya...?"


"tentu saja aku mau dong, niatku juga sekelompok sama kamu eh ternyata kesampaian, hahaha"


"Yaudah kita mulai penyelidikannya besok pagi saja hari minggu, kita di temani kakak ku naik mobil pasti bisa"


"Kak Arval enggak kuliah?" tanya Dinda penasaran.


"Hari ini kakak pulang karena cuti kuliah dan izin cuti pekerjaannya, mungkin nanti sore baru sampai ke rumah"


"Besok dia libur 3 minggu jadi bisa bantuin kita" jawab Akrila menjelaskan.


"Yes! oke janjian besok pagi ingat-ingat loh!" seru Dinda senang.


"Iya aku yang jemput kamu, kamu harus cepat siap-siapnya ya biasanya kamu make up nya saja 1 jam lebih" Aku meminta kepada Dinda agar tidak melakukan kebiasaan dirinya yang sering menghabiskan waktu karena aku tahu betul semua kebiasaan Sahabat Karib ku itu.


"oke..oke bakal cepat kok kalo 1 jam kan biasa cewek wajah cantik mulus itu butuh modal uang dan waktu haha" sahut Dinda.


"Yee.., oke ingat besok pagi sampai jumpa"


"Bye, sampai jumpa juga"


Panggilan telepon sudah di akhiri dan aku mulai berharap kalo besok hujan akan berhenti.


"Seni Budaya kerja kelompok sama Dinda besok, jadi sekarang merapikan buku buku pelajaran dan buku tulis"


(Jam 14.30 sore)


"semua Tugas yang lain sudah selesai, capek mau tidur saja ah" merentangkan kedua tangan kerena pegal setelah selesai menulis dan duduk di kursi belajar.


Aku tertidur di kasur dengan sangat nyenyak karena cuaca dingin mendukung tidur ku menjadi semakin nyaman, waktu pun terus berjalan tak terasa hari sudah semakin sore.


......................


(Jam 17.30 hampir magrib Kak Arval pulang)


"Tok... Tok... Tok.." suara pintu di ketuk dari luar


"Assalamualaikum, Ibu Ayah!!"


Tampak dari jendela ruang tamu seorang pria tampan dan gagah berusia sekitar 18 tahun berdiri tegap di depan pintu sambil tangan kirinya memegang koper yang ia bawa dan punggungnya juga membawa tas ransel semua tasnya berisi baju baju, buku buku, dan perlengkapan lainnya yang ia bawa ke kosan karena kuliah jurusan kedokteran di Universitas ternama di Jakarta, jauh dari rumah maka dari itu ia lebih memilih tinggal ngekos di sebuah kos-kosan murah dekat dengan Universitasnya.


Dia adalah kakak ku bernama Muhammad Arval Zacky ia baru sampai dari Jakarta ke Kalimantan Tengah tempat tinggal kami pada sore hari itu. sikapnya lumayan dingin, tegas, suka menolong, kadang suka bercanda, dan sangat disiplin aku juga sangat bangga mempunyai kakak yang bisa selalu melindungi ku.


Karena ingin tinggal mengekos dan belajar hidup mandiri kakak juga ingin membantu membayar biaya kuliah nya dan menambah jumlah penghasilan keluarga jadi kakak memutuskan untuk bekerja di sebuah Mall di Jakarta untuk menjadi karyawannya dan di terima menjadi manajer data penghasilan, kakak dari awal sudah di beri pekerjaan yang lumayan mapan karena kakak memang murid yang sangat pintar di sekolahnya "sangat layak".


Kakak kuliah sambil bekerja.


Setelah Kak Arval mengucapkan salam ibu yang sudah dari kemarin menantikan kepulangan putra sulung nya itu pun dengan cepat segera membukakan pintu menyambut kepulangan anaknya yang masih berjuang menempuh pendidikan nya di luar provinsi itu.


(Kak Arval sangat hebat siapa yang tidak bangga? Kami semua bangga dan aku juga ingin bisa jadi seperti Kakak'.)


"semoga selalu di beri kesehatan dan di jauhkan dari mara bahaya" doa seorang ibu untuk semua anak anaknya dan semua keluarganya.


Setelah membuka pintu ibu langsung memeluk kakak.


"Anak ibu yang ganteng udah pulang, ibu rindu dah lama enggak ketemu"


"Iya bu Arval bisa sukses bekerja sambil kuliah, terimakasih atas doa ayah dan ibu"


"Ayo nak mari masuk rumah"


"iya bu " membawa semua barangnya kembali ke kamar nya di rumah ini tempat ia tumbuh menjadi dewasa.


"Di mana Akrila dan Adit bu?"


"Adik-adik masih di kamarnya masing masing"


tiba tiba dengan cepat Adit menuruni anak tangga karena tidak sabar ingin berjumpa dengan sang kakak yang sudah lama tidak pulang.


"Yey... Kak Arval sudah pulang!!"


"lya...Adit dimana kak Akrila?"


"Lihat ini!, kakak bawa hadiah untuk kalian berdua!" menunjukkan kotak hadiah


"Asyik dapat hadiah!. Kak Akrila tadi..."


"tadi dikamarnya mengerjakan tugas mungkin ketiduran, sebentar kak akan aku bangunkan kak Akrila" Sangat bersemangat.


"Baiklah, hati hati ya"


Adit berjalan kembali menuju ke lantai 2.


"Ayah masih kerja ya bu?" menatap ke arah foto keluarga di atas meja


"lya ayahmu lagi sering pulang larut malam karena ada urusan bisnis!"


"Ohh...begitu" memaklumin kesibukan orang tuanya yang mengelola suatu perusahaan.


"Oh nak kamu sudah makan belum ayo makan dulu ibu sudah masakin banyak makanan kesukaan kamu, ini makan yang banyak" berjalan menuju meja makan.


"Iya, Terimakasih bu" menyahut dengan pandangan yang masih fokus mengeluarkan barang bawaan dan merapikannya kembali ke dalam lemari.


...----------------...


(Sementara Adit)


"Tok... Tok... Tok..." mengetuk pintu kamar Akrila


"Kak...Kak... bangun kak, Kak Arval sudah pulang"


"Kakak enggak mau ketemu kakak apa?" Terus mengetuk pintu kamar yang belum di buka.


"Iss... ada apa sih berisik sekali"


Akrila belum bangun dari tempat tidur sedang kan Adit terus menggedor gedor pintu kamarnya.


"Ihh... Adit ini ada apa sih.." Dengan kesal berjalan ke arah pintu yang ia kunci.


(Membuka kunci kamar)


"Akhirnya kakak bangun!!" mendengus kesal


"Heh... Adit kamu itu kenapa ganggu orang terus? Mau di pukul hah?" Akrila bersiap mau memukul Adit.


"Siapa yang ganggu? Aku itu mau ngasih tahu 'in kakak, Kak Arval udah pulang lagi cariin kakak!"


"Kita di kasih hadiah tuh enggak senang apa?!!" Adit menjelaskan tetapi Akrila masih mengantuk.


"Hah... Kak Arval udah pulang? Bagus.. bagus bisa langsung mintak tolong!" tiba-tiba Akrila langsung bersemangat dan tidak mengantuk lagi.


Akrila langsung berlari turun ke ruang tamu, karena ia ingin meminta tolong kepada kakaknya yang baru pulang itu agar mau membantu dirinya dan Dinda mengerjakan tugas Seni Budaya Besok.


Adit hanya heran dan bingung memperhatikan sikap kakaknya yang membuatnya kesal itu.


"Eh, udah dibangunin, malah marah-marah baru di jelasin langsung senang dapat hadiah ninggalin begitu saja dasar Hih.." Adit menyusul Akrila berjalan ke ruang tamu.


Sampai di ruang tamu Kak Arval memberikan kepada mereka masing-masing 1 kotak hadiahnya, yang ia bawa dari Jakarta sebagai oleh-oleh untuk Adik-adiknya dan ia juga membelikan hadiah untuk ayah dan ibu.


BERSAMBUNG...