
Setelah sarapan aku bergegas ke rumah sakit dikarenakan ada pasien yang harus aku operasi pagi ini.
“Sayang aku berangkat dulu ya, maaf seharusnya weekend ini kita pergi liburan, tapi gara-gara aku ada operasi mendadak harus batal lagi” ucapku sesal.
“Nggakpapa mas aku ngerti, nanti biar aku yang jelasin ke Zahra supaya nggak marah sama kamu” ucap Nasha tersenyum. Ah beruntungnya aku memiliki istri yang pengertian seperti Nasha.
“Makasih sayang, sebagai gantinya nanti pulang kerja aku belikan boneka bear untuk Zahra” kataku.
“Iya mas, hati-hati ya dijalan. Nih aku bawakan bekal makan siang buat kamu” kata Nasha memberikan tas berisi bekal makan siangku.
“Oke sayang, aku berangkat dulu ya. Assalamualaikum” ucapku pamit kemudian mencium kening Nasha.
“Waalaikumsalam”
Setalah memarkirkan mobilku di parkiran aku buru-buru ke ruangan untuk bersiap, aku yakin pasti dokter lain sudah menungguku di ruang operasi. Karena terburu-buru aku tak sengaja menabrak seseorang.
Brukkkk
“Maaf- maaf saya tidak sengaja” ucapku sambil membantu mengambil barangnya yang terjatuh.
“Nggakpapa Mas, saya juga salah kok” ucapnya.
Degggg
Aku terkejut mendengar suara itu,, suara itu,,, suara yang sudah delapan tahun tak pernah kudengar lagi. “Salwa” gumamku menatap seorang perempuan cantik memakai snelli khas seorang dokter.
“Aby” ucap Salwa terkejut. “Ini bener kamu kan?” tanya Salwa senang.
Aku tak menyangka akan bertemu Salwa disini, tapi tunggu..diaa seorang dokter? Aku termenung beberapa saat.
“Aby? Hallo, kamu nggakpapa?” tanya Salwa
“Oh.. iyaa gapapa” jawabku yang membuat Salwa tersenyum.
Astaga senyum itu masih sama seperti dulu, senyum meneduhkan yang membuat siapa saja betah memandangnya.
Astagfirullah apa yang aku lakukan, ingat Abyan kamu sudah menikah!. Buru-buru aku beristigfar dalam hati.
“Emm sorry aku duluan, buru-buru soalnya” kataku bergegas pergi.
“Tunggu Aby” ucapnya menahanku pergi. “Kamu masih marah sama aku?” tanyanya.
Aku menghela nafas sebentar, “Maaf Salwa aku ada jadwal operasi pagi ini” ucapku dingin kemudian pergi meninggalkannya.
Setelah sampai diruanganku aku bergegas bersiap melakukan operasi melupakan pertemuanku dengan Salwa sejenak.
Entah mengapa hatiku sangat gelisah setelah bertemu dengannya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Aku hanya meminta keteguhan hati untuk selalu setia pada istriku.
Dua jam berlalu aku keluar dari ruang operasi dengan lesu, aku hanya tersenyum simpul ketika ada dokter lain yang menyapa. Begitu sampai diruangan aku dikagetkan dengan seseorang yang membuka pintu dengan keras.
Braakkkk
“Kampret lu, untung gue nggak ada penyakit jantung” kataku kesal sambil melempar pulpen kearahnya.
Sedangkan yang dilempar pulpen hanya terkekeh menghindar.
“Lo kenapa bro? tumben banget di ruang operasi tadi kelihatan nggak fokus, lo ada masalah?” tanyanya yang mungkin melihatku kurang fokus diruang ooperasi tadi.
“Gue ketemu dia” gumamku lirih.
“Diaa?? dia siapa ? tanya Adit bingung. “Astaga,, jangan bilang “dia” Salwa?” lanjut Adit terkejut. Adit memang mengetahui masa laluku bersama Salwa.
“Hmmmm”
“Astaga yan, lo nggak mungkin masih suka sama dia kan?” tanya Adit panik. Aku hanya terdiam.
“Gila lo, inget sama anak istri lo dirumah” kata Adit frustasi. “Lagian ngapain sih dia kesini?” kesal adit.
“Gue nggak tau, tadi gue papasan sama dia didepan ruangan direktur rumah sakit. Gue rasa dia bakal jadi dokter disini, karena tadi gue liat dia pakai snelli (jas putih dokter)” kataku.
“Wah parah, kalau sampe Nasha tau gimana?” tanya adit.
“Gue nggak pernah cerita tentang Salwa ke Nasha, karena gue nggak mau nginget-inget masa lalu lagi. Tapi malah ketemu Salwa disini” ucapku lesu.
“Terus sekarang lo mau gimana? Otomatis sekarang lo bakal sering ketemu dia, saran gue selesaikan secepatnya urusan masa lalu lo sama Salwa biar Nasha nggak salah paham” saran adit.
“Gue yakin Salwa pasti punya alasan kenapa dulu pergi ninggalin lo gitu aja” lanjutnya menepuk pundakku kemudian berlalu keluar.
Aku hanya termenung memikirkan semua saran adit. “Berilah hamba petunjukmu Ya Allah” batinku berucap.
Drrrtttt drrtttt
Terlihat sebuah pesan masuk di hpku.
My Wife❤️
“Sholat dzuhur dulu mas, terus makan siang. Jangan lupa habiskan bekalnya. Love you”
“Astagfirullah, aku merasa sangat berdosa karena telah memikirkan wanita lain selain istriku. Maafkan aku sayang” batinku menyesal.
#FLASHBACK
“Kita mau kemana by?” tanya seorang perempuan berhijab yang ditutupi matanya.
“Ada deh” kata seorang lelaki terkekeh.
“Aby jangan macem-macem ya, awas kamu” peringat Salwa. Ya perempuan itu Salwa Nafisah, perempuan pertama yang berhasil membuatku luluh terhadap seorang wanita.
“Hahaha iya-iyaa, tenang aja aku pasti jagain kamu kok” kataku tersenyum menuntun tangannya ketempat yang sudah kusiapkan.
Setelah sampai ditempat yang dituju, aku bersiap mmembuka penutup matanya. “Siapp?" dia hanya mengangguk.
"Satuu,,,duaa,,,,SURPRISE!” ucapku semangat.
“HAPPY BIRTDAY SALWA” ucap semua orang yang disana. Terlihat salwa begitu kaget dengan kejutan yang kubuat kemudian terlihat beberapa orang memberikan ucapan selamat kepadanya.
Aku merasa jantungku ingin loncat karena hari ini aku berencana ingin melamarnya dihadapan semua orang. Gugup? Sudah pasti, namun aku yakin aku pasti bisa.
Aku berjalan perlahan menghampiri salwa yang sedang bersama teman-temannya. Dia menatapku tersenyum.
Ahh senyumnya,,,, aku yakin siapa saja yang melihat senyumnya pasti akan merasa salah tingkah. Cantik,, sangat cantik, dan secara kebetulan baju yang dipakai salwa berwarna sama denganku. “Ayoo Abyan, kamu pasti bisa” semangatku dalam hati. Terlihat dia berjalan menghampiri ku.
“Makasih ya by, aku nggak nyangka kamu bakal nyiapin ini semua buat aku” ucap salwa tersenyum.
“Everything for you sal" kataku tersenyum. "Mmmm sal?” tanyaku gugup.
“Yaa?” jawab salwa menatap lekat kearahku.
“Aku pingin ngomong sesuatu sama kamu” kataku.
“Ngomong apa?” tanyanya.
“Aku bingung harus mulai darimana,,, sejak kecil kita selalu bersama main bareng sekolah bareng, apapun itu kita lakukan sama-sama. Sejak awal ketemu kamu, aku merasa ada yang berbeda dengan diriku"
"Seorang gadis kecil yang mau berteman denganku disaat orang lain nggak mau berteman denganku, aku yang cupu pakai kacamata tebal, kutu buku membuat orang lain suka membully aku, tapi kamu enggak sal, kamu beda. Disaat orang lain menjauhiku kamu malah berjalan mendekatiku.” kataku tersenyum sendu.
“Abyy” lirihnya berkaca-kaca.
“Saat itulah tumbuh rasa yang ingin meminta lebih dari seorang sahabat, aku ingin memantaskan diri untuk bersanding sama kamu sal. Aku merubah semua penampilanku demi kamu, hanya demi kamu” aku menghela nafas sejenak.
“Will you be my wife Sal?” tanyaku menatap lekat kearah Salwa sambil mengeluarkan sebuah cincin dari saku celana.
Pecah sudah tangisan salwa mendengar ucapanku, kulihat dia menutupi wajah dengan tangannya menangis tersendu-sendu.
Dia tersenyum berjalan kearahku, tapi entah kenapa aku merasa itu bukan senyuman yang biasa salwa tunjukan kepadaku.
Kemudian meraih salah satu tanganku sedangkan tangan yang satu lagi mengusap lembut pipiku, salwa menatapku dengan pandangan yang sulit kuartikan.
"Terimakasih Aby” ucapnya tersenyum kemudian memelukku membuatku senang. Aku tersenyum mendengarnya. Aku merasa sangat senang saat ini.
“Tapi kamu terlambat” lanjutnya berbisik lirih ditelingaku.
Degggg
Senyum yang tadi kuperlihatkan sekarang mulai memudar. Apa maksud dari “terlambat?” tanyaku dalam hati.
Baru saja aku ingin bertanya dia sudah lebih dulu berlari menjauhiku, meninggalkan pesta yang sudah kupersiapkan untuknya.
Aduhhh Abyan ingat istri kamu dirumah woy😭
.
.
Ingat siapa yang menemani kamu selama ini😥
.
Tenangg tenanggg jangan emosi wkwk🤭
Abyan bakal berpaling nggak ya kira-kira?? Duh Mimin juga ikut was-was ☹️
.
.
Jangan lupa like & comment 👍
Mohon dukungannya guyss, biar Mimin semangat up tiap hari❤️