Abyan'S Holy Vow Defense

Abyan'S Holy Vow Defense
Prolog



Di rumah,


Drrrttt drrtttt


Suara ponsel berbunyi menandakan sebuah pesan masuk di hp nya. Terlihat seorang wanita cantik yang masih membawa spatula meraih hp nya.


“Oke sayang, nanti mas nyusul ya”


Setelah membaca pesan tersebut dirinya kembali memasak karena waktunya sudah mepet. Terlihat nasi goreng yang sudah selesai dimasaknya mengeluarkan aroma yang lezat ditambah telor mata sapi dan sosis diatasnya, juga segelas susu putih vanilla dan secangkir teh sudah siap untuk dinikmati. Baru saja selesai menata makanan diatas meja, seseorang memanggilnya.


“Bundaa, Zalaa nggak bisa kuncil lambut” rengek gadis kecil berusia empat tahun turun dari tangga sambil membawa kuncirannya.


“Aduuhh sayangnya bunda, sini bunda kuncirin rambutnya” ucapku tersenyum sambil mencium pipinya yang mirip bakpao.


“Ayah nggak bisa datang ya bun?” tanya Zahra sedih.


“Sayang, ayah kan kerja jadinya nggak bisa datang. Princes bunda nggak boleh sedih dong, kan masih ada bunda, nanti setelah lomba bunda ajak ke taman bermain deh” ujarku menjelaskan namun tertawa dalam hati. Hari ini aku berniat memberikan kejutan untuk putri kecilku ini.


“Holee main ke taman” Zahra tersenyum sambil menampilkan gigi kelincinya.


“Yaudah sekarang sarapan dulu yah, isi bensin supaya nanti tambah semangat lombanya” ucapku


“Okke bunda”


Setelah menghabiskan sarapan, buru-buru aku mengambil tas diatas meja lalu bergegas mengantar Zahra ke sekolah menggunakan taksi. Terlihat dihalaman sekolah Playground sudah banyak murid yang akan mengikuti berbagai macam lomba. Ya hari ini adalah acara ulang tahun sekolah putrinya, dimana para murid akan mengikuti berbagai macam lomba yang sudah dipersiapkan oleh pihak sekolah.


Banyak para murid menggunakan pita warna-warni dilengannya, biru menandakan lomba menyanyi, kuning menari, putih bercerita, dan merah berarti mewarnai. Kulihat putri kecilku sedikit gugup melihat banyaknya orang yang akan mengikuti lomba.


“Princes bunda pasti bisa” ucapku menyemangati.


“Iyaa bunda, Zalaa pasti bisa” ucap Zahra tersenyum.


Setelah beberapa jam menunggu Zahra selesai lomba mewarnai, akhirnya saat-saat yang ditunggu tiba juga. Terlihat kepala sekolah menaiki panggung, memberi sambutan kepada para wali murid dan juga mengumumkan pemenang dari setiap macam lomba.


Prookkkk prokkk prokkk


“Bundaa Zalaaa menang” girang Zahra sambil melompat-lompat dan memelukku.


“Selamat ya princess bunda, ayoo kita maju kedepan” kataku tersenyum sambil mencium gemas pipinya.


Setelah mengambil piala kemenangan, aku mengajak Zahra pergi ke taman bermain untuk bertemu seseorang. Aku yakin dia pasti akan merajuk padaku nanti setelah tahu siapa yang datang.


-----------------


Jeengg jeenggg jeengg,,,,,gimana nih prolog nya?


.


.


.


Assalamualaikum semua✨


.


Bismillah ini novel pertamaku😊


.


Mohon maaf kalau kalau masih ada salah kata dalam tulisan 🙏🏻


Semoga ceritanya tetap asik sampai end nanti dan semoga novel "Abyan's Holy Vow Defense" dapat menghibur dan menemani kalian selama PPKM dirumah ya.


Jangan lupa tetap stay safe and healthy guys😉