About Claire

About Claire
Sahabat



Fabiola atau lengkapnya Fabiola Tiara adalah teman Lia sejak SMP karena itu Fabiola sangat mengenal Lia bahkan Fabiola tau penampilan asli dari teman oh bukan sahabatnya itu. Awalnya Fabiola tidak menyetujui rencana Lia untuk menjadi fake nerd tapi dengan berbagai bujukan akhirnya Fabiola menyetujui rencana Lia meskipun dia tidak ikut berperan seperti Lia. Fabiola ini termasuk anak orang terpandang karena ayah dan ibunya adalah arsitek terkenal, sudah banyak bangunan-bangunan mewah yang di desain  oleh kedua orang tuanya dengan bayaran yang sangat mahal karena itu meskipun Fabiola tidak sepandai Lia tapi dia bisa masuk sekolah yang sama dengan sahabatnya itu bahkan beruntungnya mereka selalu sekelas dari kelas 1 atau kelas X SMA sampai sekarang. Bertanya apakah Fabiola risih bersahabat dengan orang yang hidupnya pas-pasan? Jawabannya tidak. Fabiola tidak merasa risih ataupun benci berteman dengan Lia justru dia merasa sangat senang karena Lia merupakan orang yang baik, tidak berteman dengannya karena kekayaan orang tuanya, dan Lia juga selalu ada di saat Fabiola membutuhkannya plusnya Lia dapat membantu Fabiola dalam pelajarannya terbukti dulu Fabiola hanya mendapat peringkat 10 di kelasnya tapi setelah Lia membantunya Fabiola mendapat peringkat 3, tentunya Fabiola sangat senang.


Saat memasuki SMA Fabiola sudah menduga bahwa dengan Lia berpenampilan seperti itu maka akan memancing tukang bully kepada sahabatnya itu dan dia sudah berjanji akan melindungi Lia dari para pembully itu.


Back to story


Setelah mendengar ucapan Fabiola, Alice sangat marah apalagi ada yang mengatakan bahwa dirinya '******'. Dia tidak bisa menerima penghinaan ini. Dengan wajah yang sudah merah karena marah, Alice menghampiri Fabiola dan memakinya


"HEH FABIOLA KAMU KIRA DENGAN ORANG TUAMU SEBAGAI ORANG KAYA BISA MEREMEHKAN KU HAH...DENGAR YAH AKU INI ANAK PEMILIK SEKOLAH INI JADI AKU BISA DENGAN MUDAH MENGELUARKANMU DARI SEKOLAH INI HAHAH"


"AKU JUGA TIDAK AKAN SEGAN-SEGAN MELAKUKAN PERHITUNGAN KEPADA ORANG YANG TIDAK MAU MENURUTI PERMINTAANKU ATAU MENGHINAKU... SIAPAPUN DIA. JADI KAMU YANG TELAH MENGATAKAN AKU ****** AKAN MENERIMA AKIBATNYA" Marah Alice sambil berteriak kepada Fabiola dan Lia bahkan telunjuknya selalu ia arahkan kepada Fabiola karena telah mempermalukannya di depan seluruh anak kelas.


Fabiola yang dari tadi dimaki-maki semakin marah kepada Alice dan ia tidak akan membiarkannya begitu saja. Dengan emosi yang mulai naik Fabiola segera menghempaskan tangan Alice yang menunjuk kearahnya, setelah itu ia balik memarahi Alice.


"Hahahaha sok berkuasa padahal sekolah ini MILIK AYAHMU BUKAN MILIKMU tapi kamu terus menyombongkan dari hahaha. Benar kataku tadi, kamu itu memang ****** oh bukan cuma itu bahkan kamu itu NGGAK TAU DIRI bukannya meminta dengan baik-baik kepada Lia tapi kamu malah mengancamnya. Aku memang berasal dari keluarga yang berlebih tapi aku tidak menyombongkannya karena aku tau itu adalah harta orang tua ku bukan hartaku tidak seperti kamu yang tiap hari membully  anak-anak beasiswa di sekolah ini dan mengatakan jika kamu akan mengeluarkan mereka dari sekolah karena kamu anak pemilik sekolah cihh bukannya menjadi contoh malah kamu mempermalukan ayah kamu" kata Fabiola memarahi Alice uumm bahkan bisa dibilang menceramahi Alice karena memang perbuatan Alice itu sudah kelewatan menurutnya.


Lia yang dari tadi menenangkan Fabiola merasa benar dengan apa yang dikatakan sahabatnya itu karena Alice telah menyalahgunakan kekuasaan Ayahnya untuk mengganggu orang. Tapi, apalah daya Lia yang dari tadi ketakutan karena adu mulut antara Alice dan sahabatnya hanya bisa menenangkan amarah Fabiola meskipun dengan nada yang gemetar. Fabiola pun dari tadi tidak menggubris kata-kata yang dilontarankan Lia kepadanya. Dia sudah terbakar api emosi jadi apapun yang dikatan orang lain dia tidak akan mendengarkannya.


Alice yang mendengarkan perkataan Fabiola sudah tidak dapat menahan emosinya dan segera dia menjambak rambut Fabiola dan Fabiola pun membalas menjambak rambut Alice.


Lia yang ingin memisahkan kedua orang tersebut jatuh karena tak sengaja terdorong oleh mereka. Tapi, dengan bantuan siswa yang lainnya akhirnya Fabiola dan Alice bisa dipisahkan meski seringkali mereka memberontak untuk saling menjambak rambut lagi.


Calvin selaku ketua kelas tidak bisa membiarkan anggota kelasnya berkelahi. Dia pun pergi ke ruang guru untuk melaporkan kajadian tersebut. Tak lama kemudian ada pengumuman lewat pengeras suara.


"Diharapkan kepada siswi Fabiola Tiara dan Alice Isabelle untuk segera keruangan BK sekarang"


 


"Ayo kalian berdua dipanggil keruangan BK sekarang" kata Calvin sambil menunjuk ke arah Alice dan Fabiola saat tiba di kelas.


Mendengar pengumuman dan perintah ketua kelas akhirnya Alice dan Fabiola langsung pergi keruangan BK dengan penampilan acak-acakan terlebih pada kedua rambut mereka.


Tak lama setelah Alice dan Fabiola pergi bel istirahat pun berbunyi. Lia yang sebenarnya tidak selera makan akhirnya teringat kalau dia akan memberikan bekalnya kepada Al.


Meski dengan perasaan sedih ditambah khawatir akan keadaan sahabat satu-satunya itu Lia pun pergi ke taman belakang sekolah tepatnya di tempat dia bertemu dengan Al. Lia tidak akan mengingkari janjinya untuk membawakan bekal kepada Al.


Saat mamasuki taman belakang sekolah, Lia bisa melihat ada seorang laki-laki yang tengah duduk di bawah pohon. Tak lama berdiri di situ akhirnya Lia melanjutkan langkahnya mendekati pria tersebut.


Lia POV


Sebenarnya aku merasa tidak semangat untuk makan tapi saat mengingat bahwa aku sudah berjanji kepada Al untuk membawakan bekal untuknya akhirnya aku melesat pergi ke tempat dimana aku bertemu dengan Al kemarin dengan membawa dua kotak bekal.


Saat aku sampai di taman belakang sekolah, aku melihat Al sudah duduk di bawah pohon. Mungkin dia sudah lama menungguku. Jadi, aku perlahan mendekatinya dan tanpa membuka suara aku langsung menyodorkannya kotak bekal tersebut.


Nampaknya dia kaget namun setelah itu dia mengucapkan namaku tanpa menoleh kepadaku dan akupun tersenyum saat dia menyebutkan namaku. Dia sudah bisa menebak siapa aku.


"Rupanya kau sudah datang, Lia"


Lia POV end


Aku sudah menunggunya dari tadi tapi sampai sekarang dia belum datang. Apakah dia tidak sekolah? Atau dia lupa dengan janjinya? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus-menerus datang dalam pikiranku.


Saat aku sedang memikirkannya tiba-tiba ada yang menyodorkan kotak bekal di sebelah wajahku. Aku pun kaget namun di detik selanjutnya aku tahu siapa yang menyodorkan kotak bekal itu. Jadi, tanpa melihatnya aku langsung mengatakan nama orang tersebut.


"Rupanya kau sudah datang, Lia"


POV End


Setelah Al menyebutkan namanya, Lia langsung senyum pun terukir di wajah Lia dan segera duduk di samping Al.


"Kau sudah lama menungguku?" tanya Lia sambil menatap Al.


"Umm lumayan..." jawab Al sambil membuka kotak bekal yang diberikan Lia dan langsung memakan isi dari kotak bekal tersebut.


"Maaf sudah membuatmu menunggu" kata Lia dengan raut wajah sedih dan suara yang sedikit bergetar menahan tangisnya.


Al yang mendengar suara Lia yang sepertinya akan menangis menghentikan acara makannya dan langsung menghadap Lia. Dan benar saja gadis dengan gaya nerd tersebut sedang menangis.


"Hey aku tidak marah jadi jangan menangis lagi oke"bujuk Al


"Terima kasih" ucap Lia tapi masih dengan tangisannya


"Kenapa kamu masih menangis aku kan tidak marah padamu?"tanya Al yang terheran dengan Lia yang masih terus menangis.


"Sa..sahabatku yang selalu me...menolongku saat aku butuh bantuannya ta...tapi sa...saat dia memerlukan ba...bantuanku aku tidak bisa berbuat ap...apa-apa hiks hiks" ucap Lia terbata-bata diselingi isak tangisnya


"Tenang...sebenarnya apa yang terjadi hingga kamu mengatakan hal itu, Lia?" tanya Al.


"Tadi saat jam pelajaran fisika Alice meminta paksa buku ku karena tadi Ibu Yansi memberikan tugas tapi sahabatku melarangnya dan memarahi Alice begitu juga dengan Alice yang memarahi sahabatku lalu mereka saling menjambak rambut mereka. Aku mencoba memisahkan mereka tapi aku tidak sengaja terdorong oleh mereka. Tak lama ada beberapa siswa di kelas ku melerai mereka berdua tapi ternyata ketua kelas telah melaporkannya pada guru. Sekarang sahabatku ada di ruang BK sekarang. Aku memang sahabat yang tidak berguna di saat dia menolongku dari orang-orang yang  membullyku  dialah yang selalu membelaku. Tapi, saat dia dalam masalah apalagi karena aku, aku tidak bisa membantunya malah merepotkannya yang selalu menjagaku" jelas panjang lebar Lia.


Al yang mendengar hal itu sontak kaget. Bukan karena masalah Lia dan sahabatnya tapi karena gadis yang duduk disebelahnya itu sering dibully  di sekolah. Al mengira di sekolahnya tidak ada hal semacam itu tapi ternyata tidak. Mungkin karena dia terlalu sibuk dengan belajar dan bandnya dia tidak mengetahui kalau sering terjadi pembullyan di sekolahnya. Apalagi orang itu adalah gadis yang sedang bersamanya.


"Tenang, ada saatnya kamu bisa membalas semua kebaikan sahabatmu itu. Aku yakin dia tidak merasa direpotkan malahan ada sesuatu yang ada dalam diri kamu yang membuatnya ingin bersahabat denganmu dan melindungimu. Kamu jangan berpikir bahwa kamu tidak pernah membantu sahabat mu pasti ada saatnya kamu yang membantunya melewati masalah. Kalian pasti sudah kenal lama dan mengetahui sifat dari sahabat masing-masing. Jadi, berhentilah menangis nanti sahabatmu akan marah jika melihat kamu menangis karena dia...ini gunakan sapu tangan ini untuk mengelap air matamu" ucap Al menenangkan Lia dan terakhir memberika sapu tangannya kepada Lia.


"Terima kasih Al sudah menenangkanku" balas Lia dengan senyum manisnya.


'Aku senang melihatmu tersenyum dan tolong jangan ada lagi butiran kristal yang jatuh dari mata indahmu karena itu membuat hatiku sakit melihatnya' batin Al.


Setelah Lia sudah merasa baikan akhirnya mereka melanjutkan acara makan mereka yang sempat tertunda.


~∆∆∆~


Saat ini Lia sedang berada di kelasnya. Lia membaca buku novel kesukaannya karena saat ini sedang istirahat kedua jadi dia memilih tidak keluar kelas dan membaca buku. Lagipula saat dia sedang menunggu sahabatnya yaitu Fabiola yang dari tadi tidak kunjung kembali.


"Diharapkan kepada siswi Claire Adelia untuk segera datang ke lab fisika sekarang"