
"Diharapkan kepada siswi Claire Jeager untuk segera ke lab fisika sekarang"
Suara pengumuman itu membuat kegiatan membaca Lia terhenti. Lia bingung untuk apa dia dipanggil ke lab fisika. Apakah ada lomba lagi untuk dirinya? Karena penasaran Lia langsung bergegas pergi ke lab fisika.
Tiba di sana, Lia melihat ada Bapak Tonny dan ada 9 orang lainnya. Salah satu dari mereka merupakan teman sekelasnya tapi yang lainnya Lia tidak tahu.
"Kamu sudah datang Claire" kata Bapak Tonny
"I...iya pak...um ada apa ya pak?" tanya Lia
"Bapak ingin kamu ikut lomba pada mata pelajaran saya" jawab Bapak Tonny
"Lomba seperti apa yah pak? " tanya Lia kembali
"Kamu akan mengikuti lomba konstitusi. Lomba ini dilakukan secara berkelompok dan dalam satu kelompok terdiri dari 10 orang. Seperti yang kamu lihat di sini sudah ada 9 anggota lainnya yang akan bersama-sama denganmu untuk mengikuti lomba tersebut. Sebagai info jika kalian sampai pada tingkat nasional dan mendapat peringkat pertama, kalian semua akan mendapatkan uang 50 juta, laptop untuk setiap anggota kelompok pemenang dan beasiswa full untuk kuliah di universitas luar negeri. Jadi bapak harap kalian bisa bekerja sama untuk meraih peringkat pertama tingkat nasional terlebih di sini bapak sudah kumpulkan 10 siswa berprestasi dalam bidang akademik. Bapak mohon kalian semua boleh bekerja sama dalam lomba ini karena lomba ini tidak hanya membutuhkan kekuatan individu saja tapi juga membutuhkan kekuatan kelompok" jelas panjang lebar bapak Tonny yang bukan hanya kepada Lia saja tetapi kepada 9 orang lainnya juga.
Bapak Tonny memberikan semangat kepada 10 anak didiknya ini karena lomba ini merupakan lomba pertama dalam mata pelajarannya dengan hadiah yang sangat menarik.
"Ohh ya Bapak tau kalian semua belum kenalan karena dari tadi bapak perhatikan kalian tidak bebas berbicara. Jadi tolong perkenalkan diri kalian satu persatu. Dimulai dari kamu Lia karena kamu yang terakhir datang kemari dan seterusnya yah" kata bapak Tonny dan dapat anggukan dari mereka semua.
"Baik pak. Halo teman-teman perkenalkan namaku Claire Adelia Jeager panggil saja Lia. Aku dari kelas XI MIPA 2. Salam kenal"
"Perkenalkan nama saya Felix Samuel panggil saja Sam. Saya dari kelas X MIPA 2. Salam kenal"
"Halo, nama saya Angela Stefani biasa dipanggil Angel. Dari kelas XI MIPA 1. Salam kenal"
"Halo semua namaku Bryan Ibrani biasa dipanggil Ian. Kelas XI MIPA 1. Sekelas dengan Angel."
"Hello my name is Crisilla Ningsy. You can call me Ningsy. I'm eleven sains program one with Ian and Angel"
"Halo semua namaku Nehemia Mikha. Panggil saja Mia. Aku sekelas dengan Sam"
"H...halo na...namaku Re...Regina Julia...Juliana panggil a..aja Gina. Aku ke...kelas X MIPA 1. Salam Ke...kenal"
"Salam sejahtera bagi kita semua. Perkenalkan nama saya Yanti Maria panggil aja Yanti. Kelas X MIPA 1, sekelas deng Gina. Tuhan memberkati"
"Hallo kita pe nama Jewelry Natasya. Pangge jo Maya. Kita satu kelas deng Yanti dan Gina"
"Maaf menyela, itu bahasa apa yah? Dan apa artinya?" tanya Mia
"Itu adalah bahasa sehari-hari yang biasa digunakan oleh masyarakat Manado. Kalau artinya 'Hallo nama saya Jewelry Natasya. Panggil aja Maya. Saya sekelas dengan Yanti dan Gina' maaf jika kalian tidak mengerti soalnya saya sudah biasa menggunakan bahasa Manado" Jelas Maya.
"Oh oke. Lanjut" ucap semua bersama-sama.
"Lovia Hellena. Panggil Lovia. XI MIPA 2"
'Ternyata orangnya dingin banget pantas aja aku kadang denger dia bicara tapi kenapa pinter yah?' batin Lia
"Oke semuanya sudah tau kan siapa aja anggota grup kalian. Bapak harap kalian bisa belajar dengan giat dan lebih kompak dan mendapat juara sampai tingkat nasional. Oh ya kalian bisa bubar sekarang dan mulai hari senin, minggu depan kalian sepulang sekolah harus belajar bersama di sini karena dua minggu depan lombanya akan dimulai " ucap Bapak Tonny dan setelahnya mendapat anggukan dari semua orang yang ada di situ lalu keluar dari ruangan Lab Fisika.
At kelas
Setelah pelajaran selesai semua murid langsung mengemasi alat tulis menulisnya dan langsung pulang. Saat Lia selesai mengemasi buku-bukunya dia melihat Lala masuk kelas dengan wajah lesunya.
"Kamu sudah balik dari ruang BK La?" tanya Lia setelah duduk di kursi sebelah temannya Fabiola atau sering dipanggil Lala.
"Ia...umm Lia...aku...aku..."
"Kamu kenapa?" belum sempat Lala menyelesaikan perkataanya Lia langsung bertanya kepada Lala
"Aku di skors selama seminggu hiks...hiks" sambung Lala dan setelahnya diiringi tangisan oleh gadis tersebut.
"Sabar ya La aku tau kamu tadi hanya membelama sebenarnya aku yang meminta maaf kepada kamu. Tapi kamu tenang saja yah nanti aku kasih catatan sama ajarin materinya selama kamu di skors Oke" bujuk Lia
"Hhuuuaaa terima hiks kasih Lia...kamu hiks memang sahabat aku hiks yang baik hiks" ucap Lala lalu memeluk tubuh Lia sambil menangis.
"Iya iya lagipula jika bukan karena aku kamu pasti tidak akan di skors " mendengar itu Lala langsung melepas pelukannya dan menatap tajam Lia
"Bukan Lia, itu bukan salah kamu yang salah itu adalah Alice karena dia mengambil paksa buku kamu. Aku nggak mau kalau sahabat aku diperlakukan semena-mena kayak begitu. Jadi apapun akan aku lakukan untuk melindungi sahabatku meskipun harus di skors dari sekolah" mendengar perkataan Lala, Lia langsung tersenyum bahagia dan langsung memeluk sahabatnya itu. Dia sangat beruntung bisa mendapat sahabat seperti Lala.
"Yuk kita pulang nanti gerbangnya di tutup" ucap Lala setelah tersadar tinggal mereka berdua saja yang ada di kelas karena mereka sudah dari tadi di tempat itu. Setelah itu melepas pelukannya dan Lia.
"Oh iya yah. Aku sampai nggak sadar heheh Ayo" kata Lia
Setelah itu mereka berdua pulang bersama naik Bus. Di perjalanan Lia menceritakan kepada Lala kalau dua minggu depan Ia akan mengikuti Lomba dan mendapat kalimat semangat dari Lala.
Skip hari senin kemudian
Sepulang sekolah Lia langsung berkumpul di ruang lab fisika untuk belajar bersama dengan taman-teman satu grupnya. Saat sampai ia sudah melihat sudah ada beberapa orang yang sudah datang dan tengah sibuk membuka bank soal beserta buku UUD.
"Selamat sore" jawab mereka serempak.
"Nggak apa-apa kok kami juga belum lama sampai" jawab Angel dengan senyum manisnya lalu meneruskan belajarnya.
"Ayo kak duduk bareng Aku dan Mia" Kata Yanti sambil menepuk-nepuk kursi yang berada di sebelahnya.
"Ah iya makasih Yanti" balas Lia sambil berjalan ke tempat duduk yang dikatakan Yanti tadi.
"Sama-sama kak" kata Yanti dengan menampilkan senyum tulusnya dan setelah itu mereka belajar bersama-sama dalam keheningan.
Beberapa menit kemudian
"Maaf Saya datangnya terlambat, tadi ada rapat mengenai lomba yang akan kalian ikuti ini dan hasil keputusan dari rapat tadi adalah kalian semua tidak akan masuk kelas sampai lombanya tiba. Kalian harus fokus belajar karena itu kepala sekolah menyarankan agar kalian tidak akan mengikuti pelajaran sebelum lomba konstitusi ini selesai. Semua guru-guru juga setuju oleh karena itu mereka akan mengizinkan kalian untuk tidak masuk kelas. Nanti juga para wali kelas kalian akan menyampaikan kepada pengurus kelas bahwa kalian tidak akan masuk kelas selama dua minggu kedepan" Jelas panjang lebar dari Bapak Tonny yang tiba-tiba datang ke ruangan tersebut.
"Pak maaf, jadi kami tidak akan mengikuti pelajaran sampai lomba ini selesai? Tapi bagaimana dengan nilai-nilai kami dan juga pelajaran kami pasti akan tertinggal jauh karena selama dua minggu kami tidak akan masuk kelas dan mengikuti pelajaran" Ucap Lovia dan mendapat anggukan dari semuanya kecuali Bapak Tonny.
"Iya kamu memang benar tapi kalian adalah murid-murid berprestasi dan pintar di sekolah ini. Saya tau kalau kalian di rumah akan membagi waktu antara belajar mengenai materi tentang lomba konstitusi dan materi pelajaran pada hari tersebut. Jadi Bapak yakin, kalian semua pasti akan berhasil dalam lomba ini tanpa menurunkan prestasi juga balajar kalian di sekolah ini "
"Oh ya kata kepala sekolah, kalian semua akan mendapatkan konsumsi setiap hari"
"Dan satu lagi tim kita harus memiliki koordinator atau ketua tim untuk mengkoordinasi anggota yang lainnya. Jadi menurut kalian siapa yang akan menjadi ketua tim kita?" tanya bapak Tonny.
"Pak menurut saya yang lebih cocok menjadi ketua tim adalah Lovia karena dia sudah pernah menjadi ketua organisasi-organisasi sejak masih SD jadi sudah tidak diragukan lagi jiwa kepemimpinannya pak" usul Bryan.
"Boleh juga. Apakah yang lain setuju?" tanya bapak Tonny lagi dan dapat anggukan dari semua anggota sebagai tanda setuju.
"Baik, jika kalian semua setuju maka mulai hari ini yang menjadi ketua sekaligus koordinator tim kita adalah Lovia Hellena. Jadi Lovia harus mengawasi dan melaporkan perkembangan dari tim kamu oke. Kalian lanjutkan belajar kalian, saya akan keruang guru dulu karena saya akan memeriksa hasil ulangan harian dari beberapa kelas" kata bapak Tonny.
"Baik pak" ucap mereka serempak.
Setelah itu bapa Tonny pun keluar dari ruangan tersebut dan mereka pun melanjut belajar mereka.
Skip dua minggu kemudian
Selama dua minggu Lia dan teman-temannya terus berada di lab fisika untuk belajar. Seperti kata bapak Tonny bahwa Lia dan teman-temannya tidak masuk kelas selama dua minggu sehingga membuat mereka semakin akrab bahkan Lovia yang kata Lia orangnya dingin dan kata Bryan perdiam ternyata tidak begitu.
Lovia itu orangnya memang pendiam dan terkesan dingin saat berbicara tetapi itu hanya kepada orang belum dikenalnya atau baru ditemuinya. Nyatanya jika sudah mengenal ternyata Lovia itu orangnya baik bahkan tidak jarang dia melakukan tingkah konyol yang membuat orang lain tertawa terbahak-bahak.
"Baiklah anak-anak kalian sudah siap berlombakan? Bapak harap kalian bisa berikan yang terbaik bagi sekolah kita. Sebelum kita mengikuti lomba sebaiknya kita berdoa terlebih dahulu agar Tuhan selalu melindungi kita. Berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa mulai..."
"...Berdoa selesai" ucap bapak Tonny
Setelah selesai berdoa Lovia mengambil alih timnya dan menyuruh mereka berdiri membentuk lingkaran kecil.
"Baiklah teman-teman kita adalah siswa siswi terbaik yang dipercayakan oleh sekolah untuk mengikuti lomba ini. Jangan biarkan biarkan kesempatan dua minggu belajar kita menjadi sia-sia. Kita harus buktikan bahwa sekolah kita bukan sekolah elit yang cuma memamerkan harta benda kita namun sekolah kita memang sekolah unggulan dan memang sekolah berprestasi jadi kita semua harus membuat sekolah, guru-guru, orang tua bahkan semua orang bangga akan prestasi kita jadi mari kita berusaha memenangkan perlombaan ini." Lovia sebagai ketua tim memberi semangat kepada teman-temannya karena dia tau bahwa teman-temannya itu sekarang tengah gugup.
Lovia menaruh tangannya di depan dan melirik teman-temannya satu persatu. memberi kode bahwa mereka harus melakukan hal yang sama dengannya. Setelah semuanya sudah menaruh tangan mereka, Lovia mulai berbicara...
"Stella Maris senior high school...."
"We are the winner because God is our POWER " ucap mereka serempak
Lomba pun di mulai. Awalnya nilai mereka cukup rendah sehingga membuat mereka semua hampir patah semangat. Namun, satu orang panitia datang dan mengatakan bahwa mereka masih bisa lolos ke babak selanjutnya. Mereka semua sangat senang tak terkecuali Lia. Dia sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk lanjut pada babak berikutnya.
Setelah itu, mereka mulai bersemangat kembali karena mereka ingin membawa nama baik sekolah sampai tingkat nasional jadi mereka harus berjuang untuk bisa memenangkan perlombaan ini.
Babak demi babak mereka ikuti. Di setiap babak nilai sekolah Lia yang paling tinggi terus menerus bahkan para penonton tidak menyangka bahwa Stella Maris senior high school yang awalnya mendaoatkan nilai terbawa terus melaju ke babak berikutnya bahkan nilai mereka terlampau jauh dari sekolah yang lain.
"Sekarang adalah babak terakhir dari lomba konstitusi ini. Jadi siapakah yang akan mendapat juara 1 kali ini. Apakah Stella Maris Senior High School atau Rex Mundi Senior High School atau Don Bosco Senior High School? Kita akan mengetahuinya setelah babak ini berakhir. Semangat semuanya. Generasi Kebanggan Bangsa?" ucap MC yang diakhiri selogan dari lomba konstitusi.
"Bersatu, Cerdas, dan Optimis" balas semua orang yang berada di tempat perlombaan tersebut.
Lomba pun di mulai kembali. Sebelum naik ke atas panggung, timnya Lia berdoa sejenak. Setelah selesai berdoa mereka langsung naik ke atas panggung.
Pada babak ini hampir semua soal di jawab dengan baik oleh timnya Lia. Sudah banyak yang memperkirakan bahwa Stella Maris Senior high School lah yang akan menang karena melihat nilai yang terlampau jauh dari tim yang lain.
Sebelum lombanya berakhir proyektor yang menampilkan jumlah nilai dari masing-masing tim dimatikan. Hal ini semakin membuat semua orang semakin penasaran siapakah yang akan menang. Namun sayangnya Lia melihat nilai terakhir dari masing-masing tim termasuk timnya karena Lia duduk di dekat proyektor tersebut. Lia bahkan sudah tau siapa yang menjadi pemenangnya.
"Bagaimana ini aku takut kita tidak akan menang" ucap Lovia dengan nada sangat gugup dan takut.
"Iya, kenapa lagi panitia mematikan proyektornya kan aku semakin penasaran siapa pemenangnya" tambah Bryan.
"Teman-teman tadi aku sempat melihat nilai kita semua dan nilai kita jauh lebih tinggi dari yang lainnya" ucap Lia dengan sangat percaya diri.
"Itu artinya kita yang akan menang? Oh thank you God" kata Ningsy sambil melihat ke atas, menyatukan kedua tangannya dan menutup matanya.
"Baiklah kami akan mengumumkan siapa yang mendapat peringkat pertama dan lanjut ke tingkat nasional. Yang akan melaju ke tingkat nasional sekaligus mendapat peringkat pertama adalah....."