
Pukul enam pagi Lia sudah selesai bersiap untuk pergi ke sekolah dan seperti biasa Lia berdandan layaknya seorang nerd.
Saat ini Lia tengah sarapan bersama keluarga kecilnya itu. Canda dan tawa pun menghiasi acara sarapan keluarga kecil ini. Bahkan tingkah lucu dari Ayah Lia pun ikut terlihat. Sungguh keluarga yang bahagia.
30 menit kemudian...
"Ayah, Ibu Lia sudah selesai. Lia mau berangkat sekolah dulu...oh ya ibu sudah siapkan bekal Lia kan?" ucap Lia
"Iya... Ibu sudah siapkan bekalmu dan sesuai keinginan Lia, Ibu sudah membuat dua kotak bekal. Ibu juga sudah masukan ke dalam tas Lia" jawab Emilia sambil merapikan piring kotor untuk dibawa ke dapur.
"Untuk apa kamu bawa dua kotak bekal Lia? Apa satu kotak bekal tidak cukup untuk kamu?...wah anak Ayah ternyata banyak makan juga yah. Tapi, kenapa badan kamu nggak pernah besar yah...Ayah heran deh" tanya Arthur yang merasa herana dengan anak cantiknya itu karena ini baru pertama kalinya Lia meminta untuk dibuatkan bekal hingga dua kotak makan.
"Ini untuk temanku Ayah, aku tidak mungkin makan sebanyak ini. Satu saja Lia hampir tidak bisa habiskan apalagi dua, bisa-bisa perutku pecah Ayah" jawab Lia kepada Ayah kesayangannya itu sambil menunjukan senyum manisnya.
"Oh Ayah kira kamu akan makan semua makanan itu hahah tapi tak apa-apa jika kamu makan banyak kamu akan semakin imut putri kecil yang Ayah sangat sayangi. Sini Ayah peluk dulu putri ayah ini" kata Arthur sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk anak sematawayangnya itu. Tanpa ragu Lia pun membalas pelukan dari Ayahnya itu.
Ibunya Lia pun turut senang melihat kedua orang yang dia sayangi itu saling berpelukan. 'Terima kasih Tuhan telah mengirimkan Lia kepada kami. Meskipun dia bukan anak kandung kami tetapi berkatnya keluarga kami terasa lebih sempurna dari sebelumnya. Hamba mohon jagalah terus keluargaku' batin Emilia.
"kok Ibu nggak dipeluk juga, kalian sudah tidak peduli lagi dengan Ibu yah" kata Emilia dengan nada merajuk yang dibuat-buat.
"Ibu tentu saja Lia juga peduli sama Ibu. Lia sangat sayang kalian berdua lebih dari apapun. Dan terima kasih juga karena telah memperbolehkan Lia untuk menjadi anak kalian. I LOVE YOU. SARANGHAE. WO AI NI. AISITERU. AKU SAYANG KALIAN" mereka pun saling berpelukan.
"Terima kasih juga karena Lia mau menjadi anak kami yang baik. Ayah dan Ibu juga sayang sama kamu" kata Emiliah dan dibalas anggukan oleh Arthur.
~∆∆∆~
At kelas
Saat ini kelas XI MIPA 2 termasuk Lia tengah sibuk menjawab pertanyaan yang guru fisika telah berikan sebelum meninggalkan kelas karena sebentar lagi istirahat dan guru tersebut memiliki urusan mendadak makanya dia meninggalkan tugas kepada siswa-siswanya.
"Yeey selesai" ucap Lia bersemangat setelah menyelesaikan 10 soal fisika yang cukup sulit tersebut
Mendengar hal itu Alice langsung menghadap Lia dan munculah seringaian juga ide untuk mengerjai Lia.
"Heh nerd kemarikan buku fisika kamu, aku mau salin jawaban kamu"
"Emm aku..."
"Atau kamu mau melihat semua buku-bukumu aku bakar sehingga kamu tidak bisa belajar saat kamu ulangan terus dapat nilai jelek dan dicabut deh beasiswamu itu...MAU??!!!" belum selesai Lia berbicara tapi Alice langsung menghentikan Lia dan mengancam Lia
"I...iya in...ini bukunya" jawab Lia terbata-bata sambil memberikan buku fisikanya dengan tangan gemetar
"Bagus...SINI!!!" kata Lia sambil mengambil paksa buku Lia lalu kembali ke tempat duduknya tapi saat dia akan berbalik tangannya dipegang oleh Fabiola sahabat Lia.
"Ehh Alice kenapa kamu memaksa Lia untuk memberikan buku fisikanya memangnya kamu tidak tahu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu hah...oh karena kamu ****** yah jadi kamu paksa Lia buat kasih jawabannya ke kamu secara kan Lia itu PINTAR hahahah " bela Fabiola dengan penekanan pada kata "******" dan "pintar" diselingi tawa mengejeknya.