
"Kok belum pulang?" tanya Al begitu sampai di depan halte Bus tempat Lia duduk.
"Lagi tunggu Bus nya datang" jawab Lia sambil menunjukan senyum manisnya.
"Mau aku antar pulang? Kayaknya Busnya masih lama..." tawar Al kepada Lia
"Um....nggak usah Al, biar aku tunggu Bus nya datang aja" tolak Lia sambil menggoyangkan kedua tangan juga kepalanya.
"Huuhh padahal aku cuman mau balas kebaikanmu tadi" ucap Al dengan nada kecewa dan kepala yang tertunduk
'Aku tidak tega melihat Al sedih kayak begitu, padahal niatnya baik....aku terima aja deh daripada aku sampai malam menunggu Bus yang belum datang-datang. Aku juga takut nanti dimarahi oleh ayah dan ibu karena pulang terlambat' pikir Lia
"Lia...Lia...hey... Kamu nggak apa-apa?" tanya Al setengah berteriak karena dari tadi panggilannya tidak dijawab.
Panggilan Al tadi langsung membuat Lia sadar dari pikirannya. Lia merasa tidak enak kepada Al karena mengabaikan pria tersebut.
"Ehh i...iya aku tidak apa-apa kok hehe" jawab Lia sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Jadi kamu tidak mau aku antar, Lia?"
"Kamu nggak keberatan mengantar aku pulang? "
"Nggak kok tadikan sudah aku bilang kalau aku akan balas budi kepada kamu. Anggap aja kita impas"
"Hm...baiklah"
"Oke, ini helmnya pakai takut nanti ketemu razia"
"Ah iya"
Setelah Lia naik ke motor, mereka langsung melesat membelah jalanan sore dengan kecepatan sedang. Di perjalanan Al bertanya kepada Lia dimana alamat rumah Lia dan dengan senang hati Lia menunjukan arah menuju ke rumahnya.
15 menit kemudian mereka berdua sampai di depan rumah Lia. Rumah itu tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil tapi suasana hangat yang berada pada rumah itu membuat setiap orang yang datang ingin berlama-lama tinggal di rumah tersebut.
Ibunya Lia juga suka sekali menanam berbagai jenis tanaman terlebih bunga jadi tidak heran jika di depan rumah Lia ditumbuhi banyak bunga yang berwarna-warni sehingga membuat rumah tersebut lebih terasa asri karena banyak tanaman yang bertumbuh di sekitar rumah tersebut.
(Gambar rumah Lia)
Lia pun turun dari mobilnya Al.
"Terima kasih yah Al sudah mengantarkanku pulang" kata Lia sambil menunjukan senyum yang begitu menawan kepada Al.
'Cantik' gumam Al
"Apa Al?"
"Ehh nggak papa kok heheh ya sudah aku pulang dulu yah sudah mau gelap nih..."
"...dan jangan lupa yah besok bawakan juga bekal makan siang untukku Oke...Bye" kata Al sambil mengedipkan sebelah matanya dan sukses membuat Lia tertawa.
"Iya iya nanti besok akan aku bawakan bekal untukmu juga...Bye" jawab Lia.
Setelah mengantarkan Lia, Al langsung pulang ke rumahnya yang sedikit jauh dari rumahnya Lia. Lia pun setelah melihat mobil sport Al sudah tidak kelihatan lagi, langsung masuk ke rumahnya.
"Lia pulang" kata Lia sambil berjalan masuk ke dalam rumah
"Oh Lia sudah pulang, cepat mandi lalu bantu ibu untuk memasak makan malam Ayah mu sebentar lagi pulang" kata Emilia ibunya Lia.
"Iya bu, Lia mandi dulu yah nanti nyusulin ibu ke dapur setelah selesai mandi" jawab Lia sambil berjalan ke kamarnya.
At rumah Al
(Gambar rumah Al)
Setelah sampai di kamarnya, Al langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sekaligus menghilangkan rasa lelahnya setelah belajar di sekolah.
20 menit kemudian Al keluar kamar mandi dengan tampilan yang lebih fresh. Selesai mengganti pakaiannya Al langsung turun ke bawah untuk makan malam.
"Ini Den makanannya" kata seorang pelayan sambil menyajikan makan malam Al.
"Makasih Bi. Oh ya, Mama sama Papa kapan pulangnya Bi?" tanya Al sambil mengambil makanan yang sudah tersaji di depannya.
"Katanya Tuan Alex belum bisa pulang dalam waktu dekat ini soalnya perusahaan bapak yang di China lagi ada masalah. Terus Nyonya Matilda sedang ada di New York untuk mengikuti fashion week sekaligus merancang gaun untuk salah satu artis di sana kemungkinan 2 minggu lebih ibu akan di sana" jelas panjang lebar dari pelayanan yang menyajikan makan malam Al.
Mendengar hal itu mood Al langsung turun drastis dan langsung membuat ekspresi kecewa terukir pada wajahnya yang tampan itu.
Memang Al sudah terbiasa dengan hal ini tapi Al tidak mau berbohong kalau dia sangat merindukan orang tuanya, kasih sayang yang mereka berikan dan jangan lupakan familytime mereka saat berlibur bersama.
Itu dulu saat Al masih kecil, saat kedua orang tuanya belum sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mungkin karena Al sudah besar apalagi dia seorang laki-laki jadi mereka menganggap Al sudah bisa jaga dirinya sendiri. Lagipula di rumah mereka ada banyak pekerja yang mereka kerjakan jadi tidak akan membuat Al kesepian. Tapi nyatanya meskipun Al sudah kelas sebelas atau kelas dua SMA dia merindukan sekaligus memerlukan kasih sayang orang tuanya.
~∆∆∆~
Setelah selesai makan dan selesai memikirkan orang tuanya, Al langsung masuk dan mengunci pintu kamarnya. Al bukanlah seorang laki-laki yang selalu berada di luar untuk menghambur-hamburkan harta orang tuanya. Dari pada melakukan hal yang tak berarti itu lebih baik Al diam di rumah sambil main game, nonton tv, atau bermain musik seperti gitar yang saat ini sedang dia mainkan.
Al mengikuti ekskul musik di sekolahnya dan termasuk dalam gitaris dalam band pada ekskulnya tersebut, nama bandnya adalah Victory Band.
Bandnya Al tidak hanya terkenal di sekolahnya saja namun di luar sekolah juga. Bahkan bandnya itu pernah dikirim ke luar negeri untuk mengikuti lomba musik tingkat nasional dan mereka berhasil mendapat juara 2 dalam perlombaan tersebut.
Saat sedang memainkan gitarnya Al mengingat kejadian tadi siang saat bertemu dengan Lia. Al tersenyum sendiri mengingat betapa tidak tau malunya dia meminta makanan kepada orang yang baru pertama kali ditemuinya.
Meskipun hampir dua tahun Al dan Lia bersekolah di Stella Maris Senior High School tapi mereka tidak pernah saling mengenal atau berpapasan menurut keduanya.
Bagaimana tidak, Al yang selalu disibukan dengan kegiatan bandnya yang hampir setiap hari waktu Al saat istirahat hanya berada di ruang musik untuk latihan dan tadi karena kelasnya tidak ada guru yang masuk akhirnya Al keluar kelas dan tidur di pohon belakang sekolah sampai istirahat mungkin karena efek kelelahan.
Dan Lia yang sibuk dengan belajarnya, hampir setiap hari waktu Lia, ia habiskan di perpustakaan untuk belajar.
Bahkan Lia pun terlalu sibuk untuk mengetahui keadaan di sekolahnya karena ia terus belajar dan hampir semua lomba dibidang akademik Lia ikuti.
Jadi tidak heran jika beberapa kali Lia menjadi utusan sekolah untuk mengikuti lomba sampai pada tingkat Nasional.
Namun itu semua tidak menjadikan Lia sebagai orang yang tidak dibully di sekolah bahkan karena hal itulah banyak orang yang cemburu kepadanya dan berakhir membully gadis tersebut.
Back to story
Mengingat wajah gadis itu membuat senyum yang ada pada Al tidak pernah luntur dari wajahnya. Rambut coklatnya yang dikepang dua, mata yang indah ditutupi kacamata yang bulat , hidung yang mancung, kulit yang putih bersih dan jangan lupakan senyuman manis gadis itu.
Meskipun baru kenal sehari dengan Lia tapi Al sudah merasa senang dekat dengannya bahkan nyaman. Tidak seperti yang lain, bukannya merasa nyaman malah rasa risih yang Al dapatkan.
Memikirkan Lia membuat Al merasa ngantuk. Segera Al menyimpan gitarnya dan bergegas pergi ke tempat tidurnya, mematikan lampu dan tidur.
At rumah Lia
Tak berbeda jauh dengan apa yang dipikir Al. Lia juga saat ini sedang memikirkan pertemuannya dengan Al. Sebelumnya Lia tidak pernah bertemu dengan pria itu pikirnya.
Lia POV
Apakah karena aku terlalu sibuk belajar sampai aku tidak mengenal teman-teman seangkatanku? Kelasnya berada di sebelah kelas ku tapi tak pernah sekalipun aku berpapasan dengannya? Mungkin benar karena setiap hari aku hanya membaca buku dan terlalu fokus mengikuti lomba terus makanya aku tidak banyak mengenal teman-teman seangkatanku.
Kalau dipikir-pikir Al ganteng juga ya badannya yang tinggi, bahu lebar, hidung mancung, kulit putih dan halus, wanginya yang maskulin sekali dan jangan lupakan senyumnya itu membuatku meleleh juga bentuk bibir yang unik itu.
Tapi pasti dia sudah punya pacar deh dan pastinya pacarnya lebih cantik dari pada aku yang cupu alias nerd ini yah meskipun aku sengaja berdandan kayak nerd karena risih dengan perlakuan cowok-cowok waktu SMP dulu....eh kok... aku bicara seperti ini dan mengapa dari tadi aku terus memikirkan Al? Ahh lebih baik aku tidur saja
Lia POV End
Setelah lama memikirkan tentang Al akhirnya Lia mulai masuk ke alam mimpinya.