
Arsa : "weiss, Assalamualaikum manis"
Arsa menyodorkan tangan untuk bersalaman, tetapi hanya dibalas anggukan oleh Rhea
Rhea : "waalaikumsalam"
Arsa menurunkan tanganya yang tertolak sambil merekah kan senyumannya
Arsa : "boleh ngobrol bentar?"
Rhea : "gak"
Arsa : "okey kalau gitu ya terpaksa...."
Arsa menarik tangan Rhea meninggalkan kedua teman Rhea di belakang, kedua teman Rhea hanya bisa melongo dan mengikuti mereka berdua.
Rhea : "apaan sih bukan muhrim tau gak" menarik tangannya kembali
Arsa : "sorry sorry gue sebenernya cuman mau minta maaf karena nabrak lo kemarin, tapi lo malah seolah gak kenal sama gue"
Rhea : " emang gak kenal" (memutar bola matanya)
Arsa : "oh iya perkenalkan Arsa Raiya Ganendra panggil aja Arsa, jadi lo maafin gue kan?
Rhea : "(menganggukkan kepala)..... gue maafin"
Rhea hendak beranjak dari sana, tapi Arsa menahannya.
Arsa : "buru buru amat, nama lo siapa?"
Rhea diam seribu bahasa dan pergi, tetapi Arsa tetap mengejarnya
Rhea : "jika urusan lo selesai, berhenti ngikutin gue!!"
Arsa : "nggak, sebelum lo kasih tau nama lo"
Rhea : "Re (berbalik meninggalkan Atara)"
Arsa : "nama lengkapnya dong"
Rhea : "minggir atau gue teriak kalau lo udah lakuin tindak kriminal"
Tanpa aba aba Ranjana lari diikuti kedua temannya, meninggalkan Atara yang masih berdiri terkesima.
Nayla : "lo hutang cerita ya sama kita, re"
Rhea mengacuhkan Nayla dan tetap berjalan dengan cepat. Arsa tersenyum melihat tingkah Rhea, yang sok galak, tapi manis seperti kucing.
Arsa : "nggak akan gue lepas, sebelum dapet, let's play the game, pretty girl"
......................
Ibu : "Rhea, sampun wangsul duk?" (Rhea sudah pulang nak?)
Rhea : "sampun buk" (sudah Bu)
Ibu : "Siram terus sholat, ramamu badhe kepanggih kaliyan awakmu" (Mandi lalu sholat ayahmu ingin bertemu denganmu)
Rhea : "nggih buk" (iya bu)
Kekesalan Rhea semakin bertambah karena ayahnya pasti akan menceramahi nya tentang meneruskan kedalangan keluarga, Rhea tau bakatnya memang ada dalam kesenian tersebut tetapi dia juga memiliki impian untuk mengurangi korupsi di Indonesia dengan menjadi seorang jaksa.
Rama : "Rhea Prita Srikandi"
Rhea : "Sendiko dawuh rama"
Rama : "ramanipun sampun wiwit sepuh duk,menapa awakmu mboten saged ngebaki pangajeng Ajeng kulo puniki?" (ayahmu ini sudah mulai tua nak, apa kamu tidak bisa memenuhi keinginanku ini?)
Rhea : " Rama ampun ngendika kados menika, Rhea taksih badhe kalian jenengan" (ayah jangan berkata seperti itu, Rhea masih ingin bersamamu).
Ayunan kayu berderit mengayunkan seorang gadis yang tengah bertarung dengan pikirannya...
# : "woi kenapa? paman marah lagi?"
Rhea : " kamu tau sendiri lah ndre" jawab Rhea kepada pemuda yang mengejutkannya
Andre : " Andrea Arjuna Chandrawinata tidak pernah membiarkan sepupu manisnya ini bersedih seharian, ayo ikut aku, kita jalan jalan!!!"
Rhea : "ah gak males aku"
Andre : "udah ayo nyimas"
Rhea : "kau ini dasar" ( Rhea tersenyum sembari mengikuti Andre )
Keduanya akhirnya menghabiskan waktu dengan mengelilingi alun alun sebanyak 10 kali, pikiran Rhea tenang dan jenuh bersamaan.
Andre : "gimana? udah tenang?"
Rhea : " tenang si iya tapi gak gini juga Arjun" ucap Rhea memutar bola matanya dengan kesal
Andre : " besok ada pertunjukan wayang di rumah mbok kasmi, mau ikut gak?"
Rhea : "gak ah paling lakon nya biasa aja"
Andre : "(berbisik ke telinga Rhea) Antasena Rabi"
Rhea : "wes ayo dang ra ngopo ra ngomong ket mau" (udah ayo cepet dong, kenapa gak bilang dari tadi)
Andre : " besok nyimas besok"
Rhea dan Andre menceritakan berbagai macam hal, matahari yang mulai tenggelam menjadi saksi akan keharmonisan suasana diantara mereka.