
Hai! kenalin, gue Rhea Prita Srikandi seorang mahasiswi hukum yang biasa aja, gue keturunan seorang dalang kondang di Yogyakarta jadi tidak heran jika my rama sempat menentang pendidikan gue sekarang, orang sering berfikir gue itu introvert tapi bukan berarti gak punya temen, dan di kampus inilah perjalananku dimulai.....
Rhea : duhhh........(ck siapa lagi sekarang!!!)
Arsa : ehem , maaf lo gapapa ? (sembari mengutip dan mengembalikan buku Rhea yang jatuh)
Rhea : menurutmu ?...... (pergi meninggalkan Arsa)
Arsa : eh, hei......
Gue Arsa Raiya Ganendra, sesuai namanya gue dijuluki pembawa kebahagiaan dan keceriaan, gue mahasiswa manajemen bisnis, bukan seorang anak rajin yang kalian kira gue lebih sering ikut balap motor daripada masuk kelas....
Nayla : Annyeong....
Rhea : duhhh ayangnya Jeno dateng nihh
Nayla : bisa aja lo mah
Zena : jangan kepedean jadi orang tuh
Rhea : kalau dateng cuman buat ganggu mending diem
Nayla : galak amat nyimas
Zena : gak usah dengerin anak halu re
Zena : ada organisasi kelestarian budaya Jawa di kampus, kayak nya cocok deh sama lo re ( menyodorkan pamflet )
Rhea : ntar gue pikirin
Nayla : gue heran deh, lo masuk hukum tapi hobi dan bakat lo lebih mengarah ke yang lain
Rhea : ya gimana gue pengen jadi jaksa tapi aliran kejawan dalam diri gue juga gak bisa ditahan
Zena : gue paham re, besok pagi gue tunggu di Blanco coffee and books
Rhea : oke
......................
" Angin angin berhembus seperti memberi aliran dukungan, sinar hangat matahari mengantarkan kejernihan pikiran...."
Arsa : panah Srikandi yang siap menahan hati Arjuna
Rhea, Arsa : menjaga keselarasan dan keseimbangan jiwa ( tanpa sadar mereka melantunkan syair terakhir secara bersamaan )
Arsa : woww nona sepertinya kita memiliki ikatan batin yang luar biasa ya...
Lelaki itu menatap Rhea dengan terkesima. Namun Rhea meninggalkannya begitu saja dan bergegas masuk ke dalam cafe.
Rhea : maaf telat...
Zena : it's okey, re ini ******Kak Anjani***** ketua organisasi ini*
Rhea : Salam kenal kak, saya Rhea Prita Srikandi mahasiswi hukum saya sangat mengapresiasi organisasi ini, jadi saya ingin menjadi bagian untuk mengembangkan dan ikut serta dalam tercapainya visi misi organisasi.
Zena dan Nayla terkejut karena sahabat mereka yang biasanya minim kata sekarang bisa bicara panjang lebar. Di sisi lain tanpa disadari, di tempat yang tidak jauh dari Rhea, ada seorang laki laki yang tengah memperhatikannya dengan seksama.
Kak Anjani : organisasi ini umum jadi semua orang dipersilahkan bergabung dan saya kagum denganmu Rhea, boleh saya memanggilmu Rhea?
Rhea : of course (sembari tersenyum ceria)
Kak Anjani : jurusan kuliahmu dan organisasi ini sangatlah berbeda jauh bukankah tidak ada manfaatnya jika kamu bergabung dengan kamu ?
Rhea : saya memang ingin menjadi seorang jaksa tapi sejak kecil saya sudah dekat dengan hal-hal yang menyangkut adat istiadat Jawa, saya juga prihatin karena sekarang banyak masyarakat Jawa yang istilahnya kehilangan Kejawaannya, jadi saya ingin ikut serta dalam usaha melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan Jawa kepada masyarakat yang lebih luas.
Rhea mendapatkan tempat sebagai perencana kegiatan organisasi, kedua teman Rhea ingin merayakannya dengan mengajaknya ke pasar malam di alun alun kota.
Nayla : nyimas, tumben tadi telat kenapa?
Rhea : macet ada serangga di jalan
Zena : setidaknya Rhea emang niat gabung gak kaya lo cuman niat nganterin
Kedua teman Rhea hanya saling berdebat sepanjang jalan, dia berfikir bagaimana mereka bertiga bisa berteman sejak lama padahal banyak sekali perbedaan diantara mereka, Rhea yang termenung tiba tiba dikejutkan oleh seseorang