
Elf, sebuah Ras yang hampir mirip dengan manusia. Salah satu Ras terhebat yang telah ditulis oleh sejarah, mereka adalah Ras paling tidak bersahabat dengan manusia, sejarah selalu mencatat jika Elf tidak pernah menyukai manusia. Bagi mereka, manusia itu makhluk perusak, mereka menebang pepohonan di hutan tanpa ada niat untuk memperbaiki, merusak tanaman, memburu para hewan hanya untuk kepentingan pribadi, mereka adalah makhluk paling tercela bahkan lebih daripada para Demon…!
Elf di gambarkan sebagai makhluk yang hampir mirip dengan manusia, dari bentuk wajah, tangan, kaki, bentuk tubuh dan segalanya. Namun, yang membuat mereka sedikit berbeda hanyalah telinga mereka yang panjang juga menajam, hanya itu, namun hal kecil seperti itu masihlah sangat mencolk. Apalagi, setiap wanita atau pria yang adalah Elf selalu berwajah rupawan, tidak heran jika mereka sering di tangkap oleh Demon atau Manusia untuk di jadikan budak Sexs..!
"Salah satu Putri Elf? Deskripsikan ciri-cirinya!"
Tubuh Marcel gemetar, bukan tentang konflik apa yang akan terjadi tapi, tentang siapa yang akan menjadi konflik! Ia tidak dapat menyangkal jika ini mimpi, karena semua yang ia lihat sudah dapat di nyatakan lebih daripada mimpi, ini kenyataan dan ia akan mengakuinya. Tapi, apakah benar hanya dirinya yang mengalami Regresi ini atau ada yang lain? Salah satu dari tuan putri Elf, kekasih yang ia cintai dan istri yang tak akan pernah tergantikan, apakah ia juga mengalaminya? Ataukah dia yang menjadi konflik pertama dari salah satu musuh yang juga mengalami Regresi?!
Sang penulis itu kejam, isi pikirannya tak pernah dapat di tebak. Jika ia ingin karakter itu tiada, maka hal itu akan ia lakukan! Tidak peduli siapapun itu, jika ia dapat membangkitkan semangat sang Mc, kenapa tidak?
"KATAKAN, KATAKAN CEPAT..!!" Tubuhnya semakin gemetar, nada suaranya meninggi, tanpa sadar ia sudah memegangi kerah baju tanpa zirah milik sang kesatria. Ia takut, isi pikirannya mengatakan jika itu kekasihnya, tapi hatinya mengatakan sebaliknya, apa yang harus ia percaya?
"Tuan muda Azerentra, apa yang sedang anda lakukan?!"
Di sebuah ruangan dengan cahaya yang masih remang-remang, berberapa orang duduk di kursi dengan meja berkeliling sebagai penghalang. Rapat Penting Meja Bundar, sebuah rapat yang hanya di lakukan oleh para orang-orang penting Azerentra! Umumnya rapat ini hanya akan di lakukan untuk menentukan para pewaris Grand Duke, namun kali ini keadaannya berbeda. Grand Duke hanya memiliki satu putra, namun itu bukan berarti konflik perebutan hak waris tidak akan di adakan, ini sebuah fenomena baru! Bukan sesama saudara yang bertarung tapi, orang asing yang ingin merebut!
Perebutan Hak Waris..!
"Yang Mulia, ini bukan saatnya mengumumkan keberadaan Tuan Muda! Para musuh di balik tembok menunggu, mereka pasti akan menyerang!"
"Itu benar Yang Mulia, anda harus memikirkan keselamatan Tuan Muda! Tuan Muda adalah satu-satunya keturunan Azerentra, jika ia tiada Kekaisaran akan bergerak untuk menyerang!"
"Yang Mulia, anda harus membuat pilihan, Mencegah atau Menyerang!"
Nerlion Azerentra, Grand Duke yang di juluki sebagai 'Emperor of Shadow' dia adalah kaisar di balik layar, begitulah semua orang mengenalnya. Debutnya sebagai calon Grand Duke, keberhasilannya dan semua pencapaian yang ia punya tidak pernah lepas dari semua pandangan. Tidak heran bukan, jika ia memiliki banyak musuh yang ingin membunuhnya?
'Tuk..tuk..tuk..'
"Dia putraku, anak dari seorang penguasa Azerentra, siapa yang berani menyentuh dirinya? Aku percaya padanya, aku percaya dia kuat karena dia adalah anakku!" Erlion tersenyum, namun mata birunya yang indah tidak dapat menyembunyikan kekhawatiran yang ada pada hatinya. Ia khwatir, lebih daripada siapapun! Dia tidak ingin kehilangan untuk yang keberapa kalinya, karena ia tau bagaimana sakitnya kehilangan orang yang tersayang, dia sangat tau bagaimana rasa sakit itu...!
"Yang Mulia, ini bukan hanya tentang ke egoisan anda, tapi juga tentang masa depan keluarga Azerentra yang kami dukung..!"
"......"
Ruangan yang hanya berisikan lima orang itu, menjadi hening. Tak ada suara ataupun ketukan-ketukan tangan yang saling bertubrukan dengan meja, semuanya larut dalam pikiran dan konspiransinya masing-masing.
".........."
Grand Duke mendorong kursi kebelakang, suara kursi kayu yang bergesekan dengan lantai marmer menjadi pusat perhatian semua orang. Apakah Grand Duke akan pergi dan meninggalkan ruangan? Ataukah ia akan tetap diam? Semua orang bertanya-tanya, apa yang akan di lakukan sang pemimpin?!
"Kalian bebas untuk mengutarakan pendapat, itu adalah hak semua orang yang masih hidup! Namun, untuk situasi seperti ini, kalian hanya perlu mengikuti peraturan yang aku katakan, tak perlu bertanya dan langsung lakukan. Itulah tugas bawahan! Tapi kalian bukanlah bawahanku, tapi rekan dan taman…
Tapi untuk situasi sekarang, lakukan apa yang aku katakan, karena kalianlah yang memilih diriku dan menjadikan aku sebagai pemimpin, kalian tak dapat menyangkalnya! Karena itu, diam dan tunggu perintah yang akan aku berikan! Keluarlah, aku lelah dan jangan pernah mengadakan rapat tentang hal tidak penting ini!"
'Blam!'
Pintu di tutup, suaranya menggema di dalam ruangan yang gelap. Seorang pria paruh baya masih terduduk diam di kursi kebesaran miliknya, kakinya terangkat di atas meja, tidak sopan! Dimana attitude kebangsawanan yang ia miliki?!
Matanya yang biru tertutup, nampak sedih dan penuh kekecewaan. "Alya, bagaimana aku harus menjaga dirinya? Aku, apa aku bisa menjadi ayah yang baik bagi dirinya? Tanpa dirimu, apa yang bisa aku lakukan.."
Ruangan yang gelap dan suram berganti, suasananya penuh akan canda tawa dan kekegembiraan. Di sebuah taman yang indah dan penuh bunga, seorang gadis cantik dengan rambut merah api yang menyala berdiri. Gadis itu berdiri dengan anggun, angin sepoi-sepoi menerpa rambutnya yang indah. Di jarak yang sedikit jauh darinya, seorang pria muda dengan armor penuh darah berdiri menghadap sang gadis.
"Aku hamil!" Senyuman penuh kebahagiaan terlukis indah di wajahnya yang cantik dan mempesona. Ia berlari cepat ke pria muda yang ada tak jauh dari dirinya.
"Hei, jangan kemari! Tubuhku masih penuh akan darah! Gaun putihmu akan kotor.."
"Tak apa, aku akan cantik mau bagaimanapun penampilanku.."
'Whuss..bruk..'
Dengan cepat pria muda itu menangkap sang gadis berambut merah, raut wajahnya penuh akan kekhawatiran yang tak terhingga. "Hati-hati, kau akan jatuh!"
"Tak akan, kau akan selalu menangkap diriku dan melindungi aku selamanya! Tentu saja, karena aku adalah istrimu, Nyonya keluarga Azerentra yang terhormat!" Gadis muda itu tertawa. Karena mau bagaimanapun situasinya ia selalu seperti itu, ia bukan tak mengerti apa status dan posisinya, namun ia harus melakukan itu karena ia mengetahui posisinya!
......BERSAMBUNG......