A Dream, Can It Come True?!

A Dream, Can It Come True?!
Episode 05 [Apakah Antagonis Dapat Menjadi Protagonis?!]



Disebuah lorong yang berhiaskan emas dan berlian yang berkilau, seorang remaja laki-laki berjalan dengan tergesa-gesa, ekspresi wajahnya nampak kesal dan penuh kebencian. Ia terus mengumpat tentang betapa buruk dan bencinya sang penulis pada dirinya, kata sial terus saja keluar dari mulutnya.


"Penulis sialan…!"


Kenapa dia marah? Apa yang salah dengan alur cerita yang penulis buat? Perasaan tidak ada yang salah, penulis hanya terlalu suka membuat karakternya sedikit menderita, hanya sedikit, sungguh..!


Remaja laki-laki menghentikan langkah kakinya, menatap sebuah pintu besar yang berdiri kokoh di hadapannya, ia dengan tidak sopannya membuka pintu besar tersebut dengan sangat keras sembari berteriak dengan kencang "AYAH, AKU INGIN MEMBICARAKAN TENTANG HADIAH SAAT ACARA ULANG TAHUN…!" Teriakannya sangat kencang, membuat setiap manusia yang ada di dalam ruangan menatap penuh pada dirinya. Oh astaga,Tuan Muda Azerentra sangat Agresif..!


Acara ulang tahun yang ke-13, acara dimana bangsawan muda Azerentra memperkenalkan dirinya pada khalayak ramai di seluruh penjuru dunia. Sebuah acara penting untuk membuat Sekutu atau teman, acara ulang tahun pertama dan terakhir yang akan mereka adakan, sebuah acara megah untuk menyambut para sosok pewaris yang akan berperang untuk mendapatkan posisi Grand Duke Azerentra, namun acara ulang tahun ini hanya akan diadakan pada usia ke-13 tahun, salah satu acara paling besar yang selalu di catat dalam sejarah.


Namun, di kehidupan sebelumya, mungkin. Marcel tidak merayakan acara ulang tahun tersebut. Dia adalah seorang Azerentra pertama yang tidak merayakan ulang tahun yang ke-13, salah satu seorang Azerentra yang masuk kedalam sejarah kelam Dunia. Apa alasannya? Sang penulis membunuh ayahnya tepat saat dua hari sebelum acara ulang tahunnya dimulai..!


Namun, kenapa kali ini berbeda? Seperti yang pelayan wanita katakan, acara ulang tahunnya hanya berjarak dua hari lagi, yang artinya, seharusnya sang ayah telah meninggal dunia..! Tapi, kenapa sekarang masih hidup? Bukan dirinya tidak suka, tapi bukankah ini artinya alur cerita sedikit berubah? Sungguh? Jika ini mimpi, maka aku tidak akan mau pernah bangun..!


Kembali kepada situasi, Marcel terdiam, nafasnya memburu, wajahnya sedikit memerah, siapa yang tau jika di dalam ruangan kerja sang ayah tengah terjadi sebuah rapat antara para Duke? Boleh tidak sang penulis membuat lubang untuk dirinya? Dia malu..!


"A-apa saya mengganggu?" Bicaranya gugup, dia mulai dengan perlahan berjalan mundur untuk keluar dari situasi memalukan ini.


Sang Ayah berdiri, melangkahkan kaki jenjangnya menuju sang putra semata wayang, ia menepuk pelan rambut berwarna merah menyala milik Marcel. "Hadiah apa yang kamu inginkan, sehingga sedikit membuat keributan di tengah rapat? Apa penting?" Sang Ayah tertawa kecil, reaksi putranya hanya diam, dia tau jika sekarang putranya ini tengah merasa malu dan canggung. Ini cukup lucu, baginya….


Mata berwarna Biru yang bagaikan langit cerah di siang hari itu bersinar, tatapan matanya penuh ambisi. Dimana rasa malumu tadi Tuan Muda Azerentra?!


Ia tersenyum kecil, nampak imut namun juga mencurigakan "Aku ingin mengambil Secret shadow troop di bawah kendali penuh milikku..!"


Seisi ruangan menjadi gempar, mereka semua berdiri sembari memukul meja secara bersamaan. Berteriak tidak setuju dan memberikan alasan untuk sang Grand Duke untuk tidak menyetujui hadiah yang diinginkan sang Tuan Muda, tapi mereka siapa? Hanya bawahan bukan? Entahlah, bukankah dua lebih baik dari satu, kata peribahasa mungkin begitu.


"Oh Tuhan, yang mulia Grand Duke, tolong jangan menyetujui permintaan sang Tuan Muda, saya memohon..!"


Aduh, sepertinya sang Grand Duke sosok Ayah yang akan memberikan segalanya untuk sang anak. Grand Duke tersenyum, sangat lebar dan menakutkan "Ambil saja, apapun untuk anakku, lagipula itu akan jadi milikmu suatu hari nanti, dan ini membuat beban pikiran milikku sedikit berkurang karena memikirkan hadiah apa untukmu. Aku hampir ingin memberikan benua baru jika kau minta tadi..!"


Beralih ketempat yang jauh, di sebuah hutan. Seorang pria paruh baya dan seorang remaja laki-laki tengah berlari dengan tergesa-gesa, di belakang mereka terlihat banyak pria paruh baya atau setengah baya yang menggunakan baju besi dan menunggangi kuda, seperti adegan mengejar perampok yang kabur, namun ini bukan tentang perampok tapi seorang pangeran Kekaisaran. Walau anak haram dia tetap pangeran bukan? Darimana gaji mereka jika sang pangeran kabur? Mau makan apa keluarga mereka? Batu?


Pria paruh baya dengan jubah hitam yang menutup sekujur tubuhnya berhenti, ia mengahadap ke belakang dan melihat semua prajurit, lalu berkata sembari tertawa kecil "Lihat, beginilah cara membunuh seekor nyamuk..!" Pria paruh baya berlari cepat menghampiri para prajurit berkuda, ia ingin mati lebih cepat atau apa? Mungkin begitulah tanggapan remaja laki-laki yang melihat aksi gila sang pria paruh baya.


'Shus..!'


Waktu terasa berhenti dan entah karena apa, tiba-tiba semua tubuh para prajurit jatuh ke tanah, cairan merah yang indah membasahi tanah yang subur, cantik namun mematikan. Pria paruh baya menginjak salah satu kepala seorang prajurit, injakan nya menimbulkan suara yang sangat berisik dan berhasil memecahkan kepala sang prajurit, cairan merah menempel di sepatunya, indah sekaligus menjijikkan.


"Kau, kau berkata tugasmu bukan untuk membunuh manusia tetapi para binatang? Lalu kenapa kau membunuh mereka semua? Padahal kita bisa lari tanpa membunuh..?!" Remaja laki-laki menatap waspada, ia berjalan mundur saat pria paruh baya itu berjalan mendekati dirinya.


'Bruk..!'


Dirinya tersandung akar-akar pohon, terjatuh ketanah dengan ekspresi wajah ketakutan nan waspada. Apa benar pria misterius ini ingin membantu dirinya naik tahta?!


Cengkraman kuat membuat sang remaja laki-laki terangkat, sakit. "Kau tau apa perbedaan arti kata hewan dan binatang? Hewan untuk mereka yang tidak memiliki akal, sedangkan binatang untuk mereka yang memiliki akal, manusia yang bersifat selayaknya binatang. Aku berkata itu bukan tugasku, tapi bukan berarti aku tidak bisa melakukannya..!" Kilatan ambisi penuh nafsu tersirat dari setiap bait katanya, matanya yang berwarnakan hitam ibaratkan jurang yang tiada ujungnya, dia adalah sang kematian, sang dewa kematian Azura.


Sekarang, remaja laki-laki tau akan mendapatkan apa peran dirinya, Antagonis, dia akan mendapatkan peran sebagai antagonis. Karakter jahat yang di akhir cerita akan dibunuh oleh sang protagonis, namun ia tidak menginginkan hal itu..!


Dia akan menjadi Antagonis yang membunuh sang Protagonis..!


Mata merah menyala bagaikan berlian ruby yang langka, bersinar. Penuh ambisi dan rasa nafsu "Jadikan aku sebagai Antagonis yang membunuh Protagonis..!"


Saat ini, Antagonis yang tidak pernah sang penulis kira telah lahir, Antagonis yang akan sangat sulit untuk ia bunuh dan lupakan, sang Antagonis yang akan membuat akhir cerita tanpa diketahui sang penulis. Antagonis yang mungkin akan membunuh Protagonis...!


"Yang jahat menyerang dan yang baik mempertahankan, jadilah sebagai orang yang mempertahankan, bukan menyerang. Biarkan musuhmu yang melakukan hal itu, kau hanya cukup mempertahankan dan posisi protagonis akan menjadi, Milikmu..!"


...BERSAMBUNG...