
Syush...
Tiba - tiba saja ada golok yang dilempar ke arah Christian.
"Kamu jahad mas..." ucap Christian dengan nada alay sekaligus shock.
"Christian, ayo pergi." sahut Ayura yang saat itu langsung menggandeng tangan Christian sambil mengajaknya pergi. 'Cair... Jarang - jarang Christi mau gandengan tangan sama gua.' batin Ayura, yang sudah puas karena telah mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Disaat Ayura menggandeng tangan Christian, kegaduhan terjadi. Kegaduhan itu tak lain, berasal dari ciwi-ciwi yang sedang mencari bahan gosipan baru.
Gosipan ciwi-ciwi :
Ciwi 1
“Dih...” 😑
Ciwi 2
“Apaan sih ?” 😒
Ciwi 3
“Najis...” 🤢
Ciwi 4
“Dasar j*l**g ! Jadi cewek kok kegatelan sih.” 😡
Ciwi 5
“Kasian Christian, kenapa coba dia mau temenan sama Ayura ?” 🤔
Ciwi 6
“Kan Ayura nya kegatelan, Christian mah cuman kasian aja sama dia, makanya di jadiin temen, tapi Ayura nya yang malah kegeeran.”
🙄
Ciwi 7
“Kalau gua jadi Ayura mah, gua bakal nutup muka gue pake karung beras.”
😬
Ciwi 8
“Ayura kan gak tahu malu, wkwkwkwk.”
🤣
Mendengar gosipan dari ciwi - ciwi itu, Chrisian langsung mengarahkan pandangannya kepada Ayura yang saat itu sedang menunduk. Saat Christian melihat mata Ayura, terlihat bahwa dia mau menangis, teriak, melawan, tapi dia tahan.
Melihat hal tersebut Christian langsung menarik tangan Ayura dan pergi meninggalkan tempat tersebut. Merasa tangannya ditarik oleh seseorang, Ayura langsung mengangkat kepalanya.
Setelah Ayura mengangkat kepalanya, ia melihat muka dari lelaki yang sedang menarik tangannya tersebut. Sesuai harapan, lelaki yang telah menarik tangan Ayura tak lain adalah Christian, cowok yang ia idam - idamkan selama ini. Saat Ayura melihat muka Christian, Ayura hanya bisa tersenyum dan tak bisa berkata apa - apa lagi.
Sebenarnya ada 1 hal lagi yang membuat Ayura sangat senang. Disaat Ayura di bully oleh semua orang, Chrisrian langsung menatap orang yang membully Ayura tadi, dengan tatapan mata yang mematikan.
Mungkin bagi orang lain itu sangat mengerikan, tapi bagi Ayura itu merupakan Kebahagiaan yang tak ada habisnya. Setelah sekian lama akhirnya Ayura bisa melihat sorot mata mematikan itu, dari Christian yang pernah ia lihat 6 tahun yang lalu.
~flashback on
6 tahun yang lalu
Kantin
Saat itu Ayura dan teman-temannya sedang berada di kantin. Disaat mereka sedang memakan makanan yang baru mereka pesan, tiba-tiba saja ada perempuan yang memukul meja tempat mereka sedang makan, orang itu tak lain adalah Varah kakak kelas nya sendiri.
“Bagi duit.” ucap perempuan itu sambil menyodorkan tangannya ke Ayura.
“Maaf kak, aku gak ada uang.” balas Ayura ketakutan.
“Halah, bacot lu. Cepet, mana uangnya ?” ucap Varah sambil melirik ke arah kantong Ayura.
“Bener kak, aku lagi gak ada uang.” ucap Ayura yang merasa panas dingin.
Mendengar kata-kata tersebut, Varah langsung menggenggam kerah Ayura dan merogoh kantong Ayura.
“Apa namanya ini kalau bukan uang ?” tanya Varah saat mendapatkan beberapa lembaran uang kertas seratus ribuan dari kantong Ayura.
“Jangan kak, uang itu buat bayar SPP ku.” ucap Ayura sambil memohon-mohon pada Varah.
“Gak peduli gue.” ucap Varah sambil melepaskan genggamanya dari kerah Ayura.
Setelah mendapatkan apa yang dia mau, Varah langsung melangkahkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat tersebut dan membawa pergi uang Ayura. Saat melihat kejadian tersebut, Ayura langsung terjatuh sambil mengeluarkan air mata yang tanpa ia sadari sudah mengalir sangat deras, dan membuat mukanya tidak terlihat jelas lagi.
Saat Varah ingin melangkahkan kakinya untuk keluar dari kantin, tiba-tiba saja ada seorang lelaki yang menggenggam tangannya dan membuatnya berhenti.
“Balikin uang dia.” ucap lelaki tersebut sambil mengeluarkan tatapan yang mematikan, yang berhasil membuat Varah gemetar ketakutan.
“N..Nih...” ucap Varah yang saat itu masih gemetar, sambil memberikan uang yang tadi dia ambil dari Ayura.
“Pergi sana lu.” usir lelaki tersebut setelah menerima uangnya, sambil melepaskan genggaman tangannya dari genggaman tangan Varah. Varah hanya bisa diam seribu kata, dan menuruti perkataan lelaki tersebut, yaitu pergi meninggalkan kantin.
Setelah menerima uang itu, lelaki tersebut langsung pergi menghampiri Ayura. Saat melihat Ayura yang sudah terjatuh, lelaki tersebut langsung jongkok supaya bisa bertatap muka dengan Ayura.
“Hai, nih uang kamu.” ucap lelaki tersebut sambil memberikan uang milik Ayura yang sempat direbut oleh Varah tadi.
“Ma..Ma..Makasih.” ucap Ayura tersedu - sedu, sambil mengelap air mata serta ingus yang sempat keluar tadi.
“iya, sama-sama.” ucap lelaki tersebut sambil membangunkan dirinya dari posisi jongkok dan hendak pergi dari tempat tersebut.
“Tunggu, nama kamu siapa ?” tanya Ayura yang penasaran.
“Nama saya Christian.” ucap lelaki tersebut sambil memberikan senyuman yang teramat manis.
“Owh, kalau nama ak…” ucap Ayura terpotong
“Nama kamu Ayura kan, aku udah tahu.” sambung lelaki tersebut dan pergi meninggalkan Kantin.
Dag Dig Dug Dag Dig Dug
Tiba-tiba saja jantung Ayura berdetak sangat cepat, sampai-sampai ingin keluar dari tubuhnya.
Semenjak hari itu Ayura mulai ngebucin sama Christian dan selalu mengejarnya, sambil terus berharap supaya Christian akan balik menyukainya.
~flashback of
‘Christian, aku seneng banget bisa ngelihat diri kamu yang dulu.’ batin Ayura sambil mengeluarkan senyum yang samar-samar.
Disaat mereka hendak pergi meninggalkan kerumunan, mereka melupakan Yuvin yang tadi berada disamping mereka.
"WOY... JANGAN TINGGALIN GUA." teriak Yuvin sambil melambai-lambaikan tangannya kearah Ayura dan Chrisrian yang sudah berlari cukup jauh, sehingga penampakan mereka pun sudah samar - samar.
Hai...
Author mau minta maaf nih, gara - gara baru bisa update sekarang.
Karena author harus melaksanakan ulangan, jadi urusan nulis cerita harus diundur sebentar.
Sekali lagi author minta maaf dan terima kasih karena telah membaca cerita ku.
👋