180° Loves

180° Loves
3° Eh Si Kunti



SEBELUMNYA DI KORIDOR KELAS


Saat mereka sedang asik - asiknya mengobrol, tiba - tiba saja ada sesosok makhluk astral yang berjalan ke arah mereka.


Makhluk tersebut mempunyai banyak sekali misteri.


Dengan gemetar dan ketakutan Ayura mendekat ke sisi Oliv.


" Itu bukannya Si Kunti " bisik Ayura pada Oliv.


"Kunti, kamu ngapain kesini ?" sewot Oliv dengan nada yang ngegas. "Kelas aku disini, jadi aku kesini lah, Dan nama aku KUNSANTI JANIATI bukan Kunti. Ngerti kamu." ucap Kunsanti dengan rasa kesal kemudian langsung nyelonong masuk ke dalam kelas, meninggalkan mereka yang masih mau mengobrol di teras.


Sekilas info :


Kunsanti merupakan teman sekelasnya Ayura, Christian dan Yuvin. Kunsanti Janiati, sering dibully sejak kecil. Biasa nya ia dibully karena matanya yang sipit, rambut panjang hitamnya dan kulitnya yang berwarna hitam. Biasanya jika dibully ia hanya membalas dengan pelotottan atau menjawabnya dengan singkat, tapi kalau dia sudah sangat muak dengan bullyan itu, dia bisa saja memukul orang yang dibullynya itu.


"Aku denger si Kunti tadi malem abis nangis di kebon pisang pak Nasir." ucap Oliv dengan nada yang serius.


"Gile, nangis di kebon pisang, ada desahan nya gak tuh... Jangan - jangan dia main sama monyet lagi. Kuntilanak main sama monyet, gak bisa ngebayangin aku." sahut Yuvin, yang sudah berfikir ambigu.


"Weh, kalian itu jangan ngejekin dia mulu. Kasihan tahu." bela Christian untuk Kunsanti. 'Kenapa Christian malah ngebelain si Kunti sih, b****s** lah tu anak.' batin Ayura yang sudah kesal mendengar pembelaan Christian.


"Kantin aja yok" ajak Ayura dengan kesal dan berjalan ke arah kantin. Semua temannya hanya kebingungan dan bertanya - tanya, entah apa yang merasuki Ayura hari ini.


KANTIN


Dengan kesal dan penuh amarah, Ayura memanggil mba kantin dan mengucapkan semua makanan yang ada di menu. "Mba saya pesen nasi goreng, bakso, mie ayam, soto, nasi uduk, nasi bakar, pecel, batagor, cilok, cimol, es teh, es jeruk, es buah naga, es leci, sama es campur."


"Ayura, kamu lagi sakit ya. Ke UKS aja sana." ucap Fika sambil memegang dahi Ayura. Fika merupakan temen sekelas mereka, yang kebetulan sudah ada dikantin dari tadi.


"Ayura, kamu betulan mau mesen semua makanan itu, itu kalau dijumlahin bisa nyampe Rp. 100.000,00 lebih loh." ucap Yuvin sambil mengaktifkan sisi otak nya yang jenius. Sebenarnya walaupun Yuvin agak lemot dalam hal logika, tapi otaknya masih bisa diandalin dalam bidang MTK.


"Dasar boke." ketus mba kantin yang sudah cape menulis semua pesanan Ayura sebelumnya.


"Hai baby, ini aku bawa minuman buat kamu nih..." ucap Bagas yang merupakan pacar dari Fika. Sebetulnya dari tadi Fika nunggu di kantin cuma gara - gara mau ketemu sama Bagas.


Fika dan Bagas sering sekali menebar pesona kepada para jones yang berkeliaran. Di depan Ayura terdapat Fika dan Bagas yang sedang bermesraan, dan di sebelah kanan Ayura terdapat Christian yang sedang menawarkan makanan ke Yuvin.


"Ayura, sini duduk bareng kita." Ajak Christian yang kasihan melihat muka jones Ayura. "Iya, sini duduk di tengah." sambung Yuvin dan langsung menggeser dirinya ke kursi sebelah dan mengosongkan tempat di antara Yuvin dan Christian.


'Dih... Kok malah jadi duduk di tengah sih.' batin Christian kesal. "Yuvin cepet makan, jangan ngelamun mulu. Nih, makanannya enak loh" ucap Christian sambil menjulurkan makanan nya kearah mulut Yuvin dan berhenti pas di depan mulut Ayura. "Homo sat !" gas Yuvin sambil memalingkan wajah nya dari makanan tersebut.


'Gile, demi apa? Christian mau nyuapin aku. Aaaa.... Bisa pingsan aku' batin Ayura yang kegeerran mau disuapin Christian. "Aaa.." dalam sekejap mulut Ayura melahap habis seluruh makanan yang ada di tangan Christian.


"Ayura, makanan itu kan buat Yuvin, kok malah kamu makan sih..." ucap Christian yang membuat Ayura auto sadar dari dunia kegeerran miliknya.


"Yaudah sih, sini aku ganti makanannya." sahut Ayura sambil menjulurkan makanan ke arah mulut Christian. 'Akhirnya aku bisa nyuapin Christian juga, ini bukan mimpi kan.' batin Ayura yang sudah menggila. 'Aku gak mau disuapin Ayura.' batin Christian yang merasa tidak puas dengan hasilnya.


Saat makanan sudah mau mendekati mulut Christian, tiba - tiba saja Yuvin langsung menyambar makanan yang ada di tangan Ayura dengan cepat. "Aw..." teriak Ayura yang merasa jarinya digigit, padahal mah cuman kena dikit.


'Untung aja aku gak jadi disuapin sama Ayura.' batin Christian yang sudah merasa lega dan puas. "Yuvin kok kamu yang makan makanannya sih ?" tanya Ayura dengan penuh rasa kesal.


"Kan itu makanan, kalau gak dimakan mubazir namanya." balas Yuvin, menggunakan tampang tak berdosanya.


"Sekarang aku ke kelas aja deh, bay..." ucap Ayura dengan penuh rasa kesal. 'Anying lah, kenapa harus Yuvin sih yang makan makanan itu, awas aja ya kamu, aku doain kamu nanti masuk comberan, abis itu dikejer sama orang gila, abis itu baju kamu bakal dirobek-robekkin sama kucing, liat aja kamu nanti.’ Umpat Ayura di dadalam batinnya.


“Hachu…” bersin Yuvin.


👋