180° Loves

180° Loves
1° Ayura



06.45


Kring, kring, kring...


Suara alaram yang berbunyi, diiringi dengan suara teriakan seorang perempuan dari sebuah kamar.


"OMG AKU TELAT..." teriak seorang wanita yang memiliki rambut coklat kehitaman dan kantong mata yang lumayan besar. Perempuan itu bernama Ayura.


"Gila pelajaran pertama, pelajaran pak botak lagi. Baju, baju aku mana ? MAMA BAJU SAMA SEPATU AKU MANA ?" inilah keadaan Ayura kalau lagi telat, dia cumam bisa kesana kemari seperti orang gila, tanpa ada tujuan yang jelas.


Drett..drett..drett...


Secara kebetulan, sebuah telepon yang memiliki foto bias di casing nya berbunyi,"Aish, siapa coba yang telepon." disaat lagi gupek - gupek nya tiba - tiba aja ada yang telepon. Bayangin geh betapa males nya mau ngangkat telepon itu.


'Angkat gak ya ? Sebenernya, aku males ngangkat sih, tapi siapa tahu yang telepon jodoh ? Aku angkat aja kali ya.. Jodoh loh.. Kalau dilewatin kan sayang.' batin Ayura saat itu, sambil cengengesan.


" Halo... Siapa nih, aku lagi sibuk. Kalau gak penting matiin, kalau penting cepet kasih tahu, tapi kalau jodoh yang nelfon, telponan lama juga gak papa kok. Aku punya banyak waktu kok mas..." inilah diri Ayura yang asli, walaupun lagi stress tetep aja jiwa bucinnya selalu muncul.


"Iyh, jijik aku. Ini aku Oliv, lagi dimana kamu ? Kok belum nyampe juga, pak MOS bentar lagi nyampe nih.. Kalau kamu ketahuan telat, bisa ngadem di ruang kepala sekolah lagi kam.."Jawab Oliv cemas, yang merupakan salah satu teman sekelas Ayura. Sebenarnya Oliv ini sering sekali menjadi perisai Ayura, saat dia sedang menghadapi masalah .


" Hah.. Pak MOS saha?" tanya Ayura, sambil nyari keberadaan seragam sekolah yang entah berada dimana. "Guru yang baru potong rambut itu loh.." ucap Oliv. "Oh... Yang itu, itu mah namanya pak botak kali." Inilah salah satu sifat Ayura, yaitu suka mengganti- ganti nama orang seenaknya. Yah gimana ya ? Suruh siapa namanya susah diinget, jadi, diganti aja lah namanya, biar gampang diinget.


'apa aku minta tolong Oliv aja ya.. buat malsuin absen, dia kan sekretaris teladan, pasti guru bakal percaya lah sama semua alesan dia.' batin licik Ayura, yang saat itu sudah memenuhi hati dan ginjalnya.


" Oliv, kamu kan temen aku yang paling baik..."ucap Ayura dengan nada yang lembut dan manja. "Prett... Udah to the point aja deh. Gak usah basa basi palingan kamu mau nyuruh aku malsuin absen lagi kan." Potong Oliv yang sudah muak dengan semua basa basi itu.


"Nah tu kamu udah tahu, kamu memang temen aku yang paling baik deh. Bantuin aku yah..." jawab Ayura saat itu, dengan menggunakan nada melas. "Oke deh, tapi kamu cepet dateng ke sini ya." seru Oliv.


Setelah mendengar jawaban dari Oliv, Ayura langsung mematikan teleponnya dan bergegas untuk mandi, kemudian berangkat ke sekolah.


🏫⌚🏫⌚


SMA DARMA HUSADA


07.30


Sesampainya di sekolah Ayura hanya bisa berada di depan gerbang, sambil menunggu Oliv yang tak kunjung datang. Tanpa Oliv mana bisa Ayura masuk ke dalam sekolah. Dia kan kunci dari semua masalah ini.


Drett..drett..drett...


"Apaan nih geli geli.. Owh ternyata cuman HP, jangan jangan yang telepon Christian lagi, angkat aja deh." setiap ada telepon masuk Ayura pasti selalu berfikir kalau yang nelfon itu adalah Christian yang merupakan salah satu cowok yang paling di dambakan oleh Ayura.


" Halo Christ, kamu lagi ngapain ? Pasti kangen sama aku kan. Sabar ya, bentar lagi aku kekelas kok." jawab Ayura ditelepon, yang saat itu sudah kegeerran kalau yang menelfon itu adalah Christian.


" Huek..." jawab seseorang dari telepon, dan Ayura cuman bisa kebingungan kenapa Christian bisa muntah - muntah,apa jangan - jangan dia kena virus ya.


"Sadar woi, ini aku Oliv, tadi aku udah ngomong sama satpam yang lagi jaga digerbang. Kamu tinggal bilang aja, kalau kamu temennya Oliv, nanti kamu bisa langsung masuk."


Inilah enaknya punya temen kayak Oliv, yang punya banyak koneksi sama seluruh pegawai di sekolah.


Dengan rasa percaya diri yang luar biasa, akhirnya Ayura bisa masuk ke dalam sekolah, tanpa ada rasa takut.


👋