
Rumah Yuvin
"Mom, liat kunci aku gak?" "Diatas meja makan Yuvin." "Ok mom thanks, aku pergi dulu ya bay.." ucap Yuvin sambil memberikan kiss bay untuk mamahnya.
Beginilah suasana rumah Yuvin saat pagi hari. Selalu santuy dan tetap rapi.
Disaat Yuvin sedang mengendarai motornya yang berwarna hitam tersebut. Tiba - tiba saja ada seseorang yang meneriaki namanya.
"YUVIN, YUVIN." teriak seorang lelaki tersebut dengan nada yang manja, yang membuat Yuvin menghentikan motornya. Ternyata orang yang memanggil dengan nada cabe - cabean tersebut adalah Christian.
"Woy Christ, ngapain kamu disitu ?" tanya Yuvin, yang sebetulnya sudah tahu alasan mengapa Christian menunggu di tempat tersebut.
"Mandi." ceplos Christian. "Yaudah terusin aja, aku duluan yah..." balas Yuvin dengan tatapan jahil sambil menghidupkan motornya lagi.
"Yuvin, stop. Aku nebeng ya." ucap Christian. "Lah, memang bokap lo pergi ke mana ?" tanya Yuvin. "Entah, pagi - pagi udah ngilang gitu aja." jawab Christian, kejadian aslinya sih, Christian sendiri yang menyuruh ayahnya meninggalkan dia.
"Yaudah naik, tapi jangan sentuh - sentuh aku ya, Don't Touch Me ok." ucap Yuvin "Oke.." balas Christian dengan disertai senyuman semanis madu.
Kemudian Christian pun menaiki motor dan memeluk Yuvin. "Kan udah aku bilang gak usah pegang - pegang." sahut Yuvin. "Tapi kan aku meluk bukan pegang." jawab Christian dengan muka sok polos. "Serah kamu lah."
Sekolah
"Udah nyampe, turun kamu." ucap Yuvin sambil mendorong Christian agar cepat turun. "Jahad." balas Christian yang dibalas muka jijik dari Yuvin.
Disaat mereka sedang berdebat, tiba-tiba saja ada sesosok makhluk yang dari tadi meneriaki mereka dari belakang tapi tidak didengar.
"Woi, aku udah teriak berkali - kali ya, tetep aja gak didengar. Kalian ini ternyata betulan budeg ya." ucap sesosok makhluk yang ternyata adalah Ayura.
"Ya maaf." ucap Yuvin dan Christian secara bersamaan yang membuat Ayura menjadi tidak tega untuk memarahi mereka.
"Ngomong - ngomong kok kalian bisa bareng, jangan - jangan kalian...." ucap Ayura sambil memberikan tatapan dan senyuman pada kedua makhluk itu.
"Eh aku gak homo ya. Kecebong kukus ini aja, yang tiba - tiba ada di pinggir jalan berhentiin motor aku." balas Yuvin yang saat itu sudah muak dengan Christian.
"Kok kecebong kukus sih. Muka aku sama muka kecebong kukus itu, beda jauh ya." ucap Christian yang tidak terima dibilang kecebong kukus. "LOST." balas Yuvin sambil berjalan ke arah kelas bersama Ayura dan meninggalkan Christian.
"Aku ke kantin dulu ya.." izin Yuvin pada Ayura, *udah kayak suami istri aja mas.
Padahal mereka baru saja masuk ke kelas, dan Yuvin udah mau langsung ke kantin."Yaudah sono pergi." balas Ayura yang tidak peduli dengan Yuvin. "Ikut." ucap Christian sambil berlari ke arah Yuvin.
Di dalam kelas yang sepi, Ayura hanya bisa melihat sekeliling dan mencari kerjaan.Ayura pun menemukan Oliv yang sedang mojok sambil menonton sesuatu di HP nya. Tanpa berfikir panjang ia langsung menghampirinya.
"WOI, LAGI NONTON APA TUH ?" teriak Ayura yang membuat Oliv kaget. Untung saja saat itu dikelas hanya ada mereka berdua.
"Apaan sih ? Aku masih polos ya." balas Oliv yang saat itu masih deg deg an karena dikagetin Ayura.
"Terus kamu lagi nonton apa?" tanya Ayura yang masih curiga pada temannya tersebut. "Aku cuman lagi nonton anak kelas sebelah yang abis balepan motor sama anak SMK sebelah." perjelas Oliv.
"SEMUA COWOK ITU SAMA AJA." tiba - tiba saja ada sesosok wanita yang berteriak dan membuat Ayura dan Oliv kaget.
"Wedew.. Kerasukan apa nih." sahut Oliv. "Fika kamu kenapa sih... Ini masih pagi loh, kok udah kayak orang kerasukan sih ?" tanya Ayura yang bingung dengan sikap temannya tersebut.
"Masa tadi aku ke kelas nya Bagas abis itu dia nyuekin aku, terus aku diusir. Gila gak sih.. Semua cowo itu sama aja ternyata, cuman bisa nyakitin hati cewe." curhat Fika pada Ayura dan Oliv dengan emosi yang masih membara - bara.
"Mungkin dia lagi ada masalah, abis itu gak mau kalo kamu kena masalah juga." ucap Ayura dengan maksud untuk membuat Fika tenang.
"Tapi kan..."
Tet...tet...tet...
Bel sekolahan pun berbunyi, yang membuat Fika harus menghentikan curhatnya dan kembali ke tempat duduknya.
" Huh.. Yaudah deh aku balik ke bangku aku dulu." dengan penuh amarah dan air mata setetes, Fika kembali ketempat duduknya.
Dan secara kebetulan bu Megatron sudah mau sampai ke kelas tersebut.
"Woi, Megatron udah mau nyampe woi, siap - siap. Siaga 1 dimulai." teriak Yuvin yang sudah berlari dari kantin dan rela meninggalkan uang Rp 500 alias gope di atas meja kantin, hanya karena melihat megatron datang. Diikuti Christian dan teman sekelas lainnya dari belakang, mereka berusaha untuk berlari sekencang mungkin untuk menuju kelas.
👋