
13.30
Tet...tet...tet...
Bel pulang pun berbunyi, yang diiringi dengan suara lelah dari para makhluk yang ada di sekolah tersebut.
"AKU JADI DUTA SHAMPO LAIN... HUAHAHAHA..." teriak Ayura yang sudah stres karena makanannya tidak dimakan Christian, melainkan dimakan oleh Yuvin.
"Ayura, istigfar Ayura... istigfar..." "Nyebut Ayura... Nyebut..." sahut Yuvin dan Christian secara bergantian sambil mengelus dada bersamaan. *cie.. Kompak nih ye...
"Huahahaha... Wkwkwk..." balas Ayura, bukannya sadar ia malah nambah stres dan tertawa terbahak - bahak.
"Udah gila nih anak, kayaknya dia udah berubah jadi siluman kuntilanak deh." ucap Yuvin, yang masih penasaran penyebab temannya ini menjadi stres.
"Aku malu nih, pergi aja yok." ajak Christian yang dibalas anggukkan dari Yuvin, mereka pun memutuskan untuk langsung pergi ke arah halte. "Hei kalian, jangan tinggalin aku!" ucap Ayura dengan nada slow dan langsung berjalan melewati Yuvin dan Christian.
"Temen kamu tuh." "Enggak dia bukan temen aku." disaat Yuvin dan Christian sedang berdebat, tak disangka Ayura sudah mau sampai di halte.
"OI, GEROMBOLAN HOMO, KALIAN GAK MAU NUNGGU DI HALTE." teriak Ayura dari ujung jalan. "Jiwa warasnya udah balik tuh." bisik Yuvin pada Christian, yang membuat Christian merasa kegelian. 'What ? Apaan nih ?' batin Cristian yang meminta penjelasan dari bisikan Yuvin tadi.
"AAWWW." teriak Christian saat itu, yang membuat Yuvin malu karena dilihatin banyak orang, dan membuatnya langsung pergi meninggalkan Cristian dan berlari ke arah Ayura.
Halte
"Hei Christian, kamu kenapa senyam - senyum sendiri ??? Hello... Hallo… Hai.." tanda tanya besar muncul di otak Ayura, karena jarang sekali Christian bengong sambil senyam - senyum seperti ini.
"Udah biarin aja, paling besok udah balik normal lagi tu anak." ucap Yuvin yang sudah merasa malu.
Disaat mereka sedang mengobrol, tiba - tiba saja seseorang datang dan mengagetkan mereka.
"Yuvin aku suka sama lo." ucap seorang siswi dari kelas11 IPA I yang bernama Merry.
“Terus....” jawab Yuvin.
“Lo mau gak jadi pacar aku ?” tanya Merry.
Yuvin yang tidak mengerti dengan isyarat yang diberikan oleh Christian, langsung membalas Christian dengan menggunakan isyarat juga, dengan maksud untuk mengatakan "Tadi kamu bilang apa ?".
Christian yang menerima isyarat dari Yuvin, langsung menggelengkan kepalanya, karena tidak mengerti dengan isyarat yang diberikan oleh Yuvin. Karena mereka sama - sama tidak mengerti dengan isyarat yang telah diberikan satu sama lain, perdebatan pun mulai muncul diantara mereka berdua. Dan Ayura, ia hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya, menyaksikan perdebatan antara Christian dan Yuvin yang menggunakan isyarat sebagai pengantar mereka untuk berbicara.
"Dirumah kamu, gak ada kaca ya ?” tanya Yuvin sambil melihat Merry dari atas ke bawah.
“Ha ?” ucap Merry yang kebingungan.
“Kalau gak ada, nih aku kasih uang buat beli kaca.Abis itu kamu ngaca sendiri, sampe kamu sadar diri." balas Yuvin sambil memberikan uang Rp 5.000.
"Maksud kamu apa ya ?" tanya Merry, yang masih tidak mengerti maksud dari Yuvin.
"Kamu masih gak ngerti ya, percuma otak encer tapi kayak gini aja gak ngerti. Maksud aku, dengan muka jelek kayak gitu, kamu berani nembak aku ? Seenggaknya kamu bawa apa gitu kek. Ini, udah gak ada yang bisa dibanggain, tapi masih berani nembak aku. Lo sadar gak sih ?” ucap remeh Yuvin.
“Hah ?” ucap Merry yang tidak percaya dengan semua kata-kata Yuvin.
“Sorry, kamu gak pantes buat aku..." balas Yuvin dengan nada yang nge sok.
Mendengar semua itu, Merry hanya tidak percaya dan tidak menyangka ternyata Yuvin bisa bersikap seperti itu.
"Seharusnya aku gak pernah suka sama kamu, kamu itu terlalu baik buat aku." ucap Merry yang merasa kecewa. "Makasih ya.. udah bilang aku baik." ucap Yuvin yang semakin membuat kesal Merry dan membuatnya pergi dari tempat tersebut.
"Gila, sadis banget kamu bang." ucap Ayura yang sekarang sudah berada dibelakang Yuvin. "Ini baru yang namanya Yuvin." ucap Christian bangga sambil menepuk pundak Yuvin. "Geli bambang." seru Yuvin sambil menghempaskan tangan Christian.
"Yaudah aku balik dulu yah, bhay..." dengan tampang cool nya Yuvin pergi meninggalkan mereka.
"NAIK APA ?" teriak Ayura kepada Yuvin yang jaraknya belum jauh dari halte, tempat Ayura berada. "Naik motor lah, aku kan modal, bawa motor sendiri." ucap Yuvin dengan santuy. "Terus kalau kamu bawa motor, ngapain nunggu di halte g****k." ucap Ayura yang saat itu sudah kesal, dengan tingkah temannya itu.
'Ayura tunggu aku, yang bakal menyatakan perasaan sama kamu.' batin Yuvin, diiringi dengan senyuman manis yang membuat para wanita pada kena penyakit diabetes.
👋