
" Assalamualaikum.. " sapa guru berkhimar cantik itu.
*****
Yap, berkhimar. Dan itu salah satu alasan kenapa aku sangat kagum padanya.
" Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh.." jawab kami kompak dengan menunjukkan senyum sangatt manis khas kami
Dia berjalan sangat anggun memakai baju gamis dengan membawa buku-bukunya menuju meja special khusus guru. Dan.....dibelakangnya ada yang ngikutin. Hufftt..aku bersyukur ternyata dia bukan hantu, dia juga manusia.
Biar kutebak,, dia murid baru kan? Yang menurut pendengaranku dari ghibahan cewek-cewe dia itu ganteng kaya orang arab gitu kan? Yang itu kan? Woyy..aku nanya?! Ehh.. Iya lupa, hehe, kan aku ngomongnya dalem hati.
Zahra POV End..
Author POV~
" Pagii anak-anakku. Gimana kabar kalian hari ini?"
" Pagii juga buu, Alhamdulillah kami sehat bu" jawab kompak sekelas
" Kalau Ibu bagaimana kabarnya?" tanya salah satu teman Zahra
" Alhamdulillah.. Ibu juga sehat."
" Emm..oh iya anak-anak kita kedatangan murid baru lho. Silakan nak, kenalkan dirimu pada teman" yang lain." lanjut Bu Aisyah..
" Iya bu, siap.." jawab laki- laki itu menunduk. Bangkit dari tundukannya menjadi melihat semua murid yang ada di kelas itu secara bergantian agar tidak gugup.
" Bismilahirrahmannirrahim... Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Kenalin nama ana Akhtar Qabeel Alfarezi. Alfarezi adalah nama panggilan ana, tapi terserah akhi sama ukhti semua saja mau manggil nama ana siapa. Ana pindahan dari negara Pakistan. Salam kenal dan semoga kita menjadi teman yang baik hingga ke jannah-Nya. Sebelumnya apa ada pertanyaan?" Alfarezi memperkenalkan diri.
" Umurrr.."
" Alamat...alamat rumahh..."
" Udah punya pacar belumm.."
" Mantan ada berapa....."
" Udah makan belum...kalau belum ntar neng traktir deh khusus buat abang ganteng ajaa..."
" Suka ma siapaa...."
" Nomor Whatsappnyaa..."
" Nama IG..."
" Mau nikah ma aku ga...hayuukk"
" Aku cantikk ga kata kamuu..."
" Kyaa...gantengg bangett..mau jadi imam aku ga.."
" Euyy gantengg....dah punya pacar belumm sihhh...Asikk..kamuss coganku nambahh"
Perempuan. Ya, siapa lagi yang nanya kaya gitu selain perempuan....
" Astaghfirullah..."
" Allah hu Akbar..."
" Ya Allah..... "
Yah, yang bilang istghfar, takbir, sama Ya Allah, ya cuma Zahra, murid laki-laki, Bu Aisyah, dan yang pasti murid baru.
" Woyy...cewekk centil binti genit.. Nanya yang bener bukan yang gituan!! Pertanyaan apa itu?"
" Iya tuh bener. Nanya yang normal-normal aja kali."
" Betul tuh..betull..."
" Ya Allah, gebetan gue selingkuh..."
" Emang siapa gebetan lo?.."
" Kepoo..."
" Nanya.. woyy nanya...ketus bangett lo "
" Biarinn..."
" Betul betul betul.., gara-gara murid baru.."
" Itu emang asli ya mukanya?! Operasi plastik mungkinn..."
" Iya kayanya, jaman sekarang kan banyak yang gituann...."
" Shuutttt...napa sih lo!? Sirik?"
" Iri bilang boss.."
" Jangan suuzon dlu napa, dia pasti asli ko, orang dia kaya keturunan arab gitu.."
Oke, perdebatan antara cowo-cewe dimulai...(daritadi)
" Sirik? Iri? Oke, ralat yah. Orang ganteng kaya gue napa harus sirik sih. Gue sebelas duabelas ma dia. Oke, akui dia emang ganteng tapi masih gantengan gue lah.."
" Iya bener tuh kata Viren, kita ber-empat tuh orang langka terganteng di dunia"
" Gue iya aja.. "
" Benerr..bangett tuh.. Gue salut ma lo friend ku.."
" Idihh, PD tingkat dewanya akut lagi"
" Iya juga sihh..kalian berempat lumayan ganteng juga, emm..tapi, tetep aku milih diaa..Alfarezi.."
" 'ku masih setia dengan empat makhluk itu :) "
Yap, memang mereka berempat adalah The Most Wanted Boy di sekolah itu. Lebih tepatnya mereka berada di kelas 11 IPA 2. Mereka itu adalah.. Virendra, Yusuf, Farhan, dan Daniyal..
Beberapa menit yang lalu...
Deg..
" I-ini..nyata kan? Ga mimpi? Orang yang kemaren hampir ditabrak sama Farah and me, ada di depan akuu.." batin Zahra kaget tidak percaya, seseorang yang ia temui kemaren sekarang ada di depannya.
" Euy Zahra, napa sih liatin dia gitu amat. Hayoo, atau jangan- jangan kamuu...naksir sama dia yaa" Tanya Farah sambil mencolek dagu Zahra guna menggodanya.
" Ehh... Astaghfirullah.. Ya engga lah Farah, dia itu.." Sadar Zahra dari lamunannya.
" Dia apa? Dia Alfarezi kan? Murid baru kan?"
" Iya tau kalau itu mah. Makannya dengerin dulu kalau aku ngomong, belum selesai tau. Maksud aku dia itu orang yang hampir kita tabrak kemaren. " Jelas Zahra
" Oh dia ya.. Hah, apa!!!? Di-dia yang hampir aku tabrak.." Farah kagett..
" Iya" Zahra singkat
" Duhh..kabur jangan, kabur jangan.." Bingung Farah siap-siap kabur dengan sikapnya yang tidak menentu. Berdiri duduk, berdiri duduk, berdiri duduk... Terus saja begitu..
" Oyy..ngapain kabur, udah diem aja sama aku disini" Zahra menarik lengan Farah yang ingin beranjak dari kursinya mengajak kembali untuk duduk lagi.
" Masalahnya aku malu tau, Ra. Orang ganteng kaya dia aku tabrak ntar kalau dia jauhin aku gimana? Marah atau minta tanggung jawab gimana? Aku...hehe, suka ma dia soalnya.."
" Tenang Far...tenangg, oke. Kan dia gatau kamu, ga liat muka kamu, kenal juga kan baru. Kalian kan ga ketemuan kemaren, aku aja. Ya kan.."
" Eh.. iya juga sih..hehe. Alhamdulillah..."
" Kasian aku ma dia, dikasih banyak pertanyaan sama cewe-cewe kelas kita apalagi pertanyaannya kaya gitu" ~ Zahra
" Iya juga yahh...dijamin pusing deh 7 keliling.."
Zahra hanya mengangguk kecil menahan tawa..
Sementara itu,..
" Astaghfirullah..pertanyaan macam apa ini..bener apa kata abi bilang, kalau sekolah disini ujiannya berat.." batin Alfarezi
" Alfarezi, apa kamu mau menjawabnya? Ga juga gapapa ko, emang murid-murid disini kaya gitu, maklumlah" tanya Bu Ais lembut membuyarkan lamunan Alfarezi.
" Ehh..gapapa ko bu, saya mau menjawabnya"
" Yakin??" tanya lagi Bu Ais meyakinkan.
" In Sya Allah bu, Al yakin. Jawabnya juga ga semuanya ko"
" Yasudah kalau begitu. "
Alfarezi hanya tersenyum mengangguk.
Prokk...prokk...prokk...
Ibu Ais tepuk tangan. Guna mencari perhatian dari kelasnya itu.
Mendengar tepukan itu, seketika kelas mereka diam. Tidak ada yang bicara. Menghentikan semua perdebatan unfaedah itu, merubah posisi duduk mereka dengan sikap yang benar dan seharusnya.
" Oke, semua sudah diam. Ibu mohon perhatiannya sebentar, Alfarezi mau menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian itu, jadi tolong hargai.." Terlihat tatapan binar tampak pada para cewek itu, ketika mendengar Alfarezi akan menjawabnya. Ucapan syukur dan gembira pun terdengar sangat begitu jelas di telinga Alfarezi bahkan sekelas..
" Silahkan Alfarezi.." lanjut Bu Ais mempersilahkan Al untuk menjawab. Al mengangguk.
" Bismilahirrahmannirrahimm....." gumam Al mengucap basmalah sebelum memulai.
" Ana akan menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian, ukhti, In Sya Allah. Tapi sebelumnya ana mohon maaf, ada pertanyaan yang tidak akan dijawab."
" Oke, ana mulai. Ijin menjawab. Pertanyaan yang ke-1, umur. Umur ana 17 tahun. Pertanyaan ke-2, alamat rumah. Alamat rumah ana ada di jalan Maryam, No. 99. Untuk pertanyaan seterusnya ana ga bisa jawab. Tapi, ada satu lagi untuk akhi-akhi. Ana ga di operasi plastik, ini asli. Ana keturunan Arab sama Indonesia. Sekian, terima kasih." Mengulas senyum tipis dan kembali menunduk. Menghindari dari yang namanya zina.
Kecewa. Yah, perasaan kecewa yang kini dirasakan oleh cewek- cewek di kelas ini detik ini juga, kecuali Zahra. Yang terjawab beriang gembira, meskipun cuma 2 orang. Sementara itu, laki-laki ada yang tersindir karna ucapannya.
" Baik, terima kasih Alfarezi. Oke, silahkan kamu boleh duduk disebelah ikhsan dan dipinggirnya deket Zahra. Ikhsan, Zahra angkat tangan kalian."
" Ehh.. I..iya bu.." gugup Zahra kemudian mengangkat tangannya.
Al mengedarkan pandangannya dan terhenti pada perempuan itu yang sedang angkat tangan. Yap, Zahra. Sosok perempuan cantik yang mampu membuatnya ber-istighfar berkali-kali, dipertemukan lagi dengan dia. Dengan cepat Al menunduk lagi.
" Disini Al~" panggil Ikhsan. Al tersenyum mengangguk. Berjalan menuju tempat duduknya, dengan menunduk lagi.
" Haishh..kenapa sih Alfarezi pake nunduk segala daritadi, ada apa memangnya? Lantainya bagus? Atau dia lagi ngeliat sepatu dia yang baru itu? Atau malu gara-gara kejadian kemaren? Kan yang malu harusnya aku ma Farah. Kenapa ya dia?" batin Zahra berpikir.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
****Allah Ta'ala berfirman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara ***********. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.'" (QS. An-Nur [24] : 30).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه ، وأن يغضوا أبصارهم عن المحارم
"Ini adalah perintah dari Allah Ta'ala kepada hamba-hambaNya yang beriman untuk menjaga (menahan) pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan atas mereka. Maka janganlah memandang kecuali memandang kepada hal-hal yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan." (Tafsir Ibnu Katsir, 6/41).