
***Flashback on
"aya.." ucap bocah laki-laki berumur sekitar 5 tahunan itu, memanggil gadis kecil yang sekarang tengah duduk berdua ditaman hamparan bunga matahari.
" hmm..ada apa? kenapa ical anggil-anggil aya?" jawab gadis kecil dengan sedikit cadel sambil terus menatap lurus ke depan melihat hamparan bunga-bunga tanpa menoleh pada yang nanya.
"kamu cancik(cantik) aya.." ucap bocah itu lagi sambil tersenyum dari yang tadi menatap hamparan bunga, menjadi menoleh ke kanan menatap wajah cantik nan imut gadis itu.
" hmm..icall...ical...udah puluhan tali (kali) kamu bicala itu" kata gadis itu mendengus kesal dengan kedua tangan mungilnya yang melipat di depan dada. Dan lagi, tanpa menatap sahabat kecilnya itu.
" haha...kamu polos banget aya"
" kenapa ketawa, hah? Lucu? enggak."
" emang lucu ko. Emm.. ical takut kalau suatu ketika ada yang bilang kamu cantik, terus akhirnya kamu jatuh cinta sama dia. Makannya, ical mau menjadi orang pertama bilang kamu cantik. Ical ga mau aya jatuh cinta ama olang lain dan jadi milik olang lain" ucap bocah itu dengan menitikkan bulir-bulir air mata kecil yang memaksa keluar. Cepat ia mengusap takut ketahuan kalau ia sedang menangis.
" ical bicala apa cih..aya ga ngelti cinta.. lagian ga mungkin kan ada yang bicala itu ke aya, kan ada ical yang jagain aya telus. Aya cuma mau deket ama ical, ga mau yang lain." kata gadis itu tidak mengerti apa maksud sahabatnya berkata seperti itu. Yang akhirnya dia pun menoleh pada bocah lelaki itu.
Ical tersenyum getir, tidak tau harus bicara apa kepada gadis itu. Sebenarnya ia pun tidak mau menerima kenyataan yang menurutnya pahit itu. Tapi, jikalau ini takdir, ia tidak tau harus berbuat apa. Ikhlas dan menerima adalah pilihannya saat ini yang terbaik menurut dia.
" ical ga bisa jagain terus aya, maaf.."
Mendengar itu sontak aya kaget.
" hah..apa?! kenapa ical ga mau jagain aya? Ical benci ya hiks..sama aya sa-sampai ga mau jagain aya lagi? Hiks..hiks..kenapa??..kenapa??.." gadis kecil itupun menangis sejadi-jadinya kaget apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu. Sebuah kata yang ia tidak mau mendengar sekarang terjadi, ia mendengar nya detik ini juga.
Tanpa disadari aya, ical pun juga menangis. Andai bisa memilih, ia pun lebih memilih terus bersama aya daripada dengan takdir. Ical pun mengusap air matanya dan memberanikan diri melanjutkan kata-kata pahit berikutnya.
" ical mau pergi..hiks.. dari Aya.."
" pelgi dali aya!?.. ical hiks... mau pergi kemana emang..aya takut kalau..hiks..ga ada ical yang jagain aya?? Hiks.. Hiks.. "
" ical mau pelgi ke suatu tempat.. yang mungkin ical ga beltemu aya lagi..hikss.. Maaf aya"
Flashback off***
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Assalamualaikum👋😊..
Maaf spam yang diatas itu biar lulus aja (anggaptidakada)🙏..
Ini karya pertamaku,, bisa disebut masih pemula..... jadi masih butuh saran dan bimbingannya..maaf apabila ada salah kata,,dll
.
.
.
.
Syukron katsiron🙏