'Antaqil Fisabilillah

'Antaqil Fisabilillah
Part 3 ~ Arti dari Sahabat



" Ehh..tungguin gue. Jahat banget kalian.." ucap Vira teriak dan sedikit berlari mengejar temannya yang telah tega meninggalkannya.


*****


Di kantin..


" Kalian mau mesen apa biar gue yang mesen sekalian? Mumpung gue lagi baik nih" tanya Farah


" Lo yang traktir ya"


" No. Mami gue belum gajian. So, gue lagi ngirit uang jajan guys."


" Yaelah, katanya baik. Boong ini mah"


" Hilihh.. Ga boong ya, maksud gue baik tuh udah nawarin kalian mesen apa ntar jg gue yang bawain kok."


" Tetep aja boong ya kan Han?" tanya Vira berbisik agar tidak kedengeran oleh Farah


" Gue masih denger ya Vir!" ledek Farah memutar bola matanya jengah.


" Ihh..udah kalian jangan tengkar mulu. Pusing aku ngedengernya, lebih baik jawab pertanyaan Farah kalian mau pesen apa?" ucap Zahra menengahi sekaligus mengakhiri.


" Iya..iya.."


" Siap komandan!"


" Emm..apa yaa?? Baso aja deh sama es teh." pesen Vira.


"Ooh, oke. Yang lain?" Jawab Farah mulai mencatat dalam otaknya, takut lupa.


" Apa yaa? Lo mau pesen apa Far?" Hana tanya balik pada yang nanya


" Gue sih pengen mie ayam sama es jeruk."


" Ooh ya udah, gue sama kaya lu. Biar ga ribet."


" Aku sama kaya Vira aja." ~ Zahra


" Oke, gue pesen dulu ya.."


" Aku bantuin ya Far." dijawab dengan anggukannya Farah.


*Skipp..


Saat sedang Makann*..


" Ehh..Ra, kamu belum jawab tuh pertannyaan gue. Apa sih penyebabnya kamu ngelamunnya lama banget, sampe tuh buku dikacangin mulu daritadi, kasian gue?" tanya Farah memecah keheningan ditengah-tengah mereka yang sedang khusyu makan berjamaah.


" Kamu inget lagi sama sahabat kecil kamu, Ra?" kini Hana yang tanya .


" Ya..begitulah."


" Haikal kan namanya? Ada yang aneh deh menurut aku? Pengen nanya nih Ra, dia itu kan laki-laki terus dari kecil ninggalin kamu ampe ga ada jejaknya, apa sih yang bikin kamu ga lupa sedikitpun tentang dia? Aku aja kalau punya temen kaya gitu pasti dah di lupain, enak aja main tinggal-tinggalan" tanya Farah


" Iya dia namanya Haikal. Jangan suuzon dlu bisa ga, Far?! Dia itu temen sekaligus sahabat aku yang pertama. Tinggalnya sih aga jauh, cuma beda satu komplek aja. Dia tuh selalu jagain aku dari kita masih umur 1 tahun bahkan. Dia jauh lebih dewasa meskipun umurnya masih kecil. Kita cuma beda 2 bulan. Kalau dirumah ga ada siapa-siapa aku suka ke rumahnya, pernah nginep juga disana. Aku udah ngerasa dia jadi kaka aku yang ke 2. Jagain aku, belain aku, semua sering dilakuin sama dia bahkan itu adalah hobinya sendiri kata dia. Dia ikhlas bangett bantuin aku, keliatan banget orang yang tulus sama yang kaga, padahal pas kecil aku anaknya aga nakal asal kalian tau. Kalau ada yang berani nakal sama aku, dia langsung balas lagi, lebih- lebih malah, dia yang pertama muncul nolongin aku. Pas hari dimana dia ngomong hal itu untuk terakhir kalinya, aku kaget sama ya pasti nangislah meskipun masih ga ngerti maksudnya apa. P-pas besoknya...dia...dia..u-udah ga ada. Dia udah benci sama aku kayanya, ga peduliin aku lagi" Jelas Zahra panjang nan lebar. Bulir" air mata bening Zahra pun keluar deras.


" Tenang Ra, jangan nangis, oke. Sabar, pasti ada alasannya ko haikal ninggalin kamu kita nya aja yang ga tau. Duhh..Ra, jangan nangis aku jadi sedih nih, suer Ra." Vira menenangkan Zahra yang duduk disampingnya dengan tangannya merangkul tubuh Zahra sembari mengusap punggungnya (Zahra).


" Maaf Ra, aku dah bikin kamu nangis maaf ya. Plis Ra,, jangan nangis ya. Ternyata dia beda sama yang aku kira, maafin aku ya udah suuzon.."


" Iya Ra, aku ehh kita maksudnya jadi ngerasa gagal jadi sahabat kamu kalau kamu sedih."


" Udah ya meweknya.. kalau kamu nangis nanti muka kamu jadi ga cantik lagi, jadi jelek hehe. Tuh kan cantiknya jatuh..ihh ga bisa di-pause apa, curang aku kan belum nyiapin wadahnya." Vira dengan wajah membuat siapa saja yang menatap dia jadi iba.


Bughh.


" Aww...isshh, kau ni Han! Sakit tau"


" Siapa juga yang nawarin ke lo, ga ada ya. Tadi tuh cuma bercanda doang emang, tapi sekaligus buat ngehibur Zahra yang lagi sedih." cibir Vira pada Hana. Membuat Hana hanya memutar bola matanya jengah.


Ga akan kelar nih masalah kalau lawannya sama tuh anak. Ngalah aja deh~ daripada tensi gue naek. Huhh!! Bikin gue pengen beli es-mosi. Batin Hana.


" Ehh Ra, aku boleh ngasih nasehat ga?" Tanya Hana. Kini beralih pada Zahra. Daripada sama Vira mulu adu mulut ga akan berhenti sampe taun depan juga.


" Tafadhol."


" Ngejawab pke bahasa arab tapi ga di hijab. Aneh gue."


" Lo kalau mau ngoment ngaca dulu bisa ga?"


" Lo juga kan? Kita berempat bahkan."


" Iyain aja deh~ umur ga akan ada yang tau soalnya "


" Hmm..Jadi apa nasehatnya, Han?"


" Emm.. Gini Ra. Persahabatan yang kuat itu gak butuh percakapan sehari-hari atau kebersamaan setiap waktu, Ra. Selama persahabatan itu ada di hati, sahabat sejati tak akan pernah terpisah. Kamu yakin itu kan? Haikal orangnya baik kan kata kamu? Jadi positif thingking aja. ” Jiwa bijak Hana keluar.


" Iya, gue setuju bangett tuh sama Hana. Sahabat itu seperti bintang, dia memang tidak selalu terlihat. Tapi dia selalu ada untuk kamu, Ra” tambah Vira.


" Kamu ga sendiri Zahra, ada kita sahabat kamu yang bakal saling lindungi satu sama lain. Inget Ra, ada kita disamping kamu." ~ Farah


Zahra terharu mendengar dari para sahabatnya itu. Dia sangat bersyukur mempunyai 3 sahabat yang sangat baik padanya. Perlahan-lahan rasa sedihnya itu mulai memudar. Dia kembali tersenyum hangat dan bahagia. Semoga saja mereka baik padanya bukan hanya yang terlihat olehnya saja, tetapi saat tidak terlihat pun sama baiknya.


" Makasih semuanya. Hiks..aku terharu.. Aku janji ga akan pernah lupain kalian dan selalu ingat melekat pada otakku. Sekali lagi makasih. Huaaa.." ucap Zahra sambil sesekali mengusap air mata dengan kedua tangannya secara bergantian.


" Sama- sama, Ra. Ihh..tuh kan masih nangis udah dong nangisnya, oke."


" Iya iya,, nih udah ga nangis lagi ko" ucap Zahra dengan cengiran manis khasnya.


" Aaa.. You are my best friend.." kata Vira dengan sok inggrisnya. Semua berdiri dari kursinya saling memeluk sahabat" nya berempat.


Masih dalam pelukan. " sok inggris lo, Vir!" ledek Hana. " Hehe.. Gapapa kali, Han. Yang penting so sweet kan. Sekali-kali deh, bosen pake indo mulu. Atau jangan-jangan lo sirik ya, Han?" suuzon Vira keluar.


" Siapa yang sirik, lo mungkin yang sirik?!. Ulangan basa inggris aja lo kan bawah kkm mulu. Atas kkm tuh lo nyontek dari gue kan." sindir Hana tertawa menang (dengan suara pelan). "Tau ah.." ucap Vira menyerah.


" Kalian..kaliann..lagi pelukan gini malah tengkar. Dasar ngerusak suasana" ~ Zahra


" Iya tuh bener.. Ehh,, btw kita diliatin mulu nih, pelukan gini ga kelewatan kan atau lebay gitu engga kan? Ko, jadi malu yah."


" Heh,, iya kita diliatin.. Huusshh sana-sana jangan pelukan lagi lain kali aja ya." usir Vira. Semuanya pun lepas pelukan.


" Lo yang ngajak juga."


" Ihh..udah deh..mendingan kita abisin dlu nih makanan.."


" Okee." jawab semuanya kompak.


.


.


.


.


.


Bersambung...


“Kemuliaan persahabatan bukanlah uluran tangan, bukan senyuman ramah, maupun sukacita persahabatan, itu adalah inspirasi spiritual yang datang ketika kamu menemukan orang lain yang percaya padamu dan bersedia untuk mempercayaimu dalam persahabatan.”