'Antaqil Fisabilillah

'Antaqil Fisabilillah
Part 6 ~ Murid Baru#1



***


Matahari sudah mulai terbit dari arah timur. Ayam-ayam tetangga sudah mulai berkokok, burung-burung pun mulai berkicauan riang kesana-kemari, serta kupu-kupu yang lucu imut cantik nan indah berterbangan menghiasi kota hingga mereka hinggap di antara bunga-bunga mekar. Angin sejuk khas pagi sudah mulai berhembus tenang.


Semuanya seakan menyambut pagi hari ini dengan ceria. Kecuali..., yap gadis ini. Gadis itu masih betah dikasur king- size nya yang empuk. Dibaluti selimut bergambar doraemon, membuatnya menambah malas untuk bangun.


Kringg...kringg....kringg...


(Ada sepeda..sepedaku roda tiga..~)


[Author: Canda.., hehe.. Itu bukan suara sepeda ya, melainkan suara alarm. Maaf๐Ÿ™๐Ÿ™. Oke, lanjutt..]


Benda bulat berwarna kuning dengan bentuk himawari(bunga matahari) bergetar berdering nyaring membangunkan sang majikan manja yang tidak juga mau keluar dari alam mimpinya.


" hoamm..5 menit lagi yaa momy jam~ masih ngantukk nihh.." suara berat orang ngantuk keluar dari mulutnya itu.


Momy jam. Yah itu adalah nama panggilan dari Zahra untuk alarm nya.


Namun, jam itu tidak mau mendengarkannya. Terus saja bergetar. Setelah bergetar, Zahra mematikannya lagi, kemudian kembali tidur. Terus saja begitu. Dan, jangan kaget, ini sudah yang ke-25 kali lho... Setiap hari nya slalu seperti ini~ bahkan pernah sampai 45 kali. Good job! (Jangan ditiru yaa..)


" Astaghfirullah... Susah amat sih dibanguninnya!? Ayo..pikir..pikirr..gimana caranya??!.." katanya dengan sedikit kesal mondar-mandir memikirkan caranya dengan sedikit serius.


" Aha!! Mama punya ide.. Ha..ha..ha. Siap-siap kau nak!!" ucap mamanya Zahra tertawa jahat (dengan pelan) terlintas sebuah ide di benaknya. Salah satu caranya..


" Maafin mama ya nak.." kata terakhir


" Aaaa...ada tikuss.. Help me!! Dikasur anakku ada ituu!! Aaaa...tolongg!! Ihh..apa itu?? What? Kecoa juga..Euww...jijikk..banyak nya!!!" Teriak Mama panik! Benar benar panikk!! Dengan ekspresi& gerakannya seolah olah 100% kenyataan. Dan itu hanya.....ACTING!


" Semoga.." batin mama berharap, dengan sesekali matanya melirik pada Zahra.


Mendengar mamanya teriak-teriak ada hewan jijik di kasurnya, sontak Zahra membuka matanya dan lompat dari kasurnya.


" Huwaaa..mana mah..mana tikus ma kecoanya?? Gigit aku gaa mah!? Ihh..jijiknya.." teriak Zahra kaget alias panik yang sudah dibanjiri keringat.


" Hahhaa.." tawa pelan mama.


Sadar mamanya ketawa, dia terdiam. Beribu pertanyaan dibenaknya karena merasa aneh.


" Mahh??!!"


" Hmm.."


" Mama kenapa ketawa?"


" Ga kenapa-napa ko. Hahha.."


" Ihh..mama ketawa diatas penderitaan orang lain. Atau jangan jangan.......... "


" Bohong?! Iya memang mama bohong, kenapa ada masalah, hmm?"


" Ihhh...tuh kann..mama jahat!!! Tau anaknya takut ma tuh hewan!! "


" Ralat Zah, niat mama baik ko..noh liat aja tuh, jam berapa sekarang?"


" Palingan juga masih jam 5 lebih mah.."


" Liat dulu makannya.."


" Apa sihh....." meskipun Zahra enggan melihat, tetap saja ia juga penasaran. Melihat ke arah jam dinding.


[06.30]


" Apa!!??? U...udah jam segitu lagiii..." Matanya terbelalak kaget, saat melihat angka jam antik itu.


" Nah, kamu ngerti kan sekarang.." Mama tersenyum menang


" Mandi. Iya mandi, ehh atau ga usah aja? Dah lah, mandi aja biar wangi. Terus ganti baju pake batik rok hitam. Sarapan? Sarapan engga, sarapan iya, dahlah gimana nanti. Yang penting mandi dulu." Susun rencana Zahra fokus &serius tanpa mempedulikan lagi mamanya.


Niat ingin buka pintu kamar mandi, tidak jadi, melihat mamanya masih disini. Mundur...mundur~.


" Ehh, mama masih disini ya"


" Menurut kamu? Dah yah mama mau turun dulu. Jangan lama-lama mandinya, cepet pake baju, setelahnya baru turun, sarapan. Bye~"


" Oke mama~ bye juga "


" pasti ngambek.. Dah lah, entar juga baik lagi~" batin Zahra..


*****


[Skip]


At School.


Zahra POV


Hari ini, menit ini, detik ini juga aku duduk di tengah-tengah makhluk yang berisiknya tingkat atas. Berisik. Yah, sangat berisik. Setiap hari selalu saja begini. Padahal, kelasku ini dekat dengan ruang guru dan kepala sekolah lho! Kepala sekolah nya juga killer pake bangett. Guru-gurunya juga kebanyakan ketularan killernya Pa Kepsek. Berpuluh, beratus, beribu, berjuta kali kelas kami di ceramahi, tetap saja kami, eh ralat, mereka teman sekelasku ga kapok juga.


Andai ada keajaiban~


Aku nyanyi ya, hehe. Memang aku kurang suka dengan kelas yang berisik. Inginnya tuh, kelas yang damai, tentram, tenang, eh sama aja lah ya, ya intinya jangan berisik, kecuali saat istirahat.


Dari potongan lirik tadi, berharap aku ga masuk kelas itu. Tidak! Tidak!


Tapi, aku tarik kata-kata ku barusan. Ingin pindah? No, jangan, gamau. Oke, sekarang aku berubah pikiran. Yah meskipun juara umum pertama kelas ribut, tapi kelasku ini beda sama yang lain. Beda banget. Tanya nya nanti lagi ya, kenapa aku berubah pikiran.


" STOP!!" Itu aku dengan tangan yang saling menepuk satu sama lain. Artinya,, curhat tentang kelasku itu END.


" Kenapa sih Ra, pake nepuk tangan segala?"


" Kepo.." ketusku


O iya aku mau curhat lagi tentang di kelas 'ku ini.


Detik menit diriku bernapas~


Iya memang aku lagi..nafas, tapi bukan itu yang aku mau bilang. Aku lagi duduk manis sambil tersenyum. Biarkanlah temen-temenku itu ribut, yang penting aku engga, aku itu anak baik ga kaya mereka. Aku duduk di kursi kayu, dari jaman aku tk sampai sekarang SMA, tetep aja duduknya kursi kayu terus. Bosen? Ga enak? Iya memang, hiks. Tapi aku tetap tersenyum meskipun dalam lubuk hatiku yang dalem banget aku sedih. Soalnya, kursi nya ga empuk. Huwaaa...aku kangen sama kursi di rumah..yang empuk banget. Sabar Zahra.. Sabar.


Oh iya, aku lupa bilang, kalau aku tadi ga kesiangan. Alhamdulillah....


Aku duduk berarti nunggu seseorang. Shit! Positif thingking ya, aku bukan lagi nunggu itu (dia/jodoh). Aku tuh lagi nunggu guru dateng ke kelas kita. Bu Aisyah. Itu nama guru pelajaran matematika yang kita tunggu. Bukan pelajaran nya yang ditunggu, melainkan orang nya. Guru idaman. Udah cantik, baik, ya..pokonya idaman gitu. Satu lagi, dia walikelas kami lho!


Tap..tap..tap..


Suara langkah sepatu itu mengarah pada kelas kami. Suaranya membuat seketika kelas kami hening kaya ga ada penghuninya. Aku mulai tenang. Siapa lagi kalau bukan Bu Ais. Tapi, anehnya kenapa suaranya kaya ada 2 orang ya?


Kriettt.....


Suara pintu kelas kami terbuka. Yang lagi-lagi pintu kayu. Bersamaan dengan itu, suara salam keluar dari mulutnya. Dan kami mendengar itu semua.


" Assalamualaikum.. " sapa guru berkhimar cantik itu.


.


.


.


.


.


Bersambung.....