'Antaqil Fisabilillah

'Antaqil Fisabilillah
Part 4 ~ Bertemu Dia?



"Alhubbu awwaluhu dzikrun wa aakhiruhu fikrun."


(Permulaan cinta adalah menyebut, dan kesudahannya adalah memikirkan.)


°°°


" Okee.." jawab semuanya kompak patuh.


***


Di parkiran sekolah..


" Zahra, Farah, kita balik duluan ya..dahh.." pamit Hana pada kedua temennya itu dengan tangan yg sudah melambai-lambai sebagai tanda perpisahan mereka.


" Ehh iya,, kita balik duluan ya..gapapa kan?.. Oke, bye..see you later bebeb's~kuhh..jangan rindu ma gue yah..besok kita ketemu lagi kok. Jangan sedih ya " pamit Vira juga tapi dengan raut wajah yang lebay~ mungkin. Dengan sedikit bumbu linangan air mata.


" Pffttt...iya iya..aku ga bakalan rindu deh, SELAMANYA, hehe. Canda ko.. canda. See you too, Vira " Zahra tertawa geli dengan kalimat pamitan Vira.


" Lebay amat sih lo, Vir. Jijik gue..Disini ada tempat buat muntah umum kaga. Suer kaga tahan nih" cibir Hana dengan mulut yang sudah ditutup seperti orang yang sedang menahan muntah.


" Wleee.. Bilang aja sirik lo apa susahnya"


" Haha..perut gue ko sakit banget yahh.. Hahaha...Duuhh ada obat ga ya?.. Akur dikit napa? Gitu- gitu juga temen lo, Han..Ehh, ralat deh bukan temen tapi SAHABAT. Iya kann?.." Tawa Farah terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya. Hana pun mengangguk pasrah. Namanya juga temen.


" Udah dulu ya, dahh..bus nya mau jalan..."


"Ehh iya nih. Bye bebeb's~kuhh..,"


" Iya..bye juga.. "


" Ati- ati di jalan " Hana dan Vira mengangguk.


Setelah menatap bus yang perlahan menghilang, kini tinggal mereka berdua yang belum. Zahra dan Farah.


" Emm..kamu dijemput, Ra? Atau pulang sendiri? " tanya Farah memecah keheningan diantara mereka.


" Sendiri, Farah. Abang akunya masih ada jam sekolah. "


" Ooh.. Eh Ra, kamu bareng aku aja gimana? Naik mobil aku gitu, tenang gratis ko, dijamin deh. Ga tega aku kalau kamu pulang sendiri, sekarang kan banyak tuh berita- berita yang buruk kalau pulang sendiri. " Tawar Farah pada Zahra.


" Emm..gimana ya? Tapi kan kita beda arah, kasian kamu nya nanti capek."


" Eitss..ga ada kata capek ya dalam kamus kehidupan aku kalau masalah bantu orang lain apalagi sahabat sendiri. Udah ga usah mikirr,, kelamaan..ayoo cepett" tanpa persetujuan Zahra, Farah seenaknya menarik lengan mungil sahabatnya untuk masuk ke mobilnya.


" Eehh..iya oke." ucap Zahra pasrah


Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil dengan Farah sebagai supirnya. Memasang sabuk pengaman tak lupa berdo'a juga. Mobil hitam Farah pun sudah melaju dengan kecepatan sedang.


" Ra.." panggil Farah tanpa menoleh padanya dengan alasan fokus menyetir.


" Hmm"


" kamu kenapa? Ko mukanya kusut gitu?!"


" Emang aku baju yang baru dijait dari jemuran ya, Far? Kusut gitu.."


" Iya..Bisa jadi tuh,, tinggal disetrika aja kan belum,"


" Tapii..aku ga punya setrika nya?"


" Siapa?.. "


" Ya aku lah.."


" Yang nanya."


" Ihhh..FARAHH!!"


" Iya ada apa, nona Zahra? Farah yang cantikk ini siap membantu."


" Tau ahh..-_"


" Hha..bercanda doang Zahra jangan marah ya, pliss. Ya udah jawab dulu tuh pertannyaannya.. Kamu kenapa? Lagi mikir apa, hayoo? Udah curhat aja yaa, jangan dipendem gitu lagi. "


" Ga ada apa-apa ko.."


" Ohh ya udah deh kalau ga mau, ga maksa ko. Tapi bener kan gapapa.. Aku aja yang curhatnya yaa.. Udah iyain aja"


" Jadi gini,, kemaren tau nggak? Ya enggak lah, kan belum ngasih tau, huhh bodohnya aku~..efek belum minum susu tadi pagi. "


" Alhamdulillah, ngaku juga akhirnya dia itu bodoh..hehe." bisik Zahra pada kaca mobil di sebelahnya. Tampak wajah Zahra sangat bersyukur


" Telinga aku masih fungsi, Ra..masih kedengeran kamu ngomong apa"


" Ohh masih ngungsi telinganya."


" FUNGSII.. Ya Allah Zahra.."


" Ehh..udah ganti namanya ya? Kapan? "


" Udehh..sejak jaman penjajahan malah.."


" Ohh penjajahan tapi di buku ips ko ga ada ya?..Emm..ya udah lanjutin gih mau curhat apa,, ana siap mendengarkannya"


" FARAH!! AWASSS!!"


Citttt......


" Hufftt..untung aja sempet ngerem tadi. Alhamdulillah.."


" Iya, hampir aja. Untung jantung aku belum copot, Astaghfirullahalazim.. Kamu gapapa kan, Ra? Sorry tadi rem dadakan."


" Alhamdulillah, aku gapapa ko kan pake sabuk. Emm..Far, aku keluar dulu ya mau ngecek."


" Eh iya, aku nanti nyusul. Hehe, Masih kaget."


" Oke.. Kamu tenangin aja dulu ya"


Zahra keluar, tampak seorang pemuda seumuran nya sedang menepikan motornya. Memeriksa keadaan motor nya barangkali ada yang lecet atau rusak. Nabrak sih hampir, ga kena, ada mungkin 2 atau 3 m. Tapi, motor itu jatuh entah kenapa, ada angin mungkin, atau kaget. Entahlah..


" Permisi, kamu gapapa kan? Maaf ya tadi hampir nabrak."


" Astaghfirullah..ehh iya,, ana gapapa ko." kaget laki-laki itu menoleh sedikit dan sebentar ke arah Zahra.


Deg.


" Kyaa..ganteng bangett,.. Alisnya tebel, mukanya putih bule, hidung mancung, bibirnya..yah ga keliatan pelit amat sih pak. Emm..keliatannya sih dia sholeh, pake kopeah, gamis pakistan, apa dia keturunan arab ya.. Cara bicaranya juga sopan. Wahh..pasti nih..pasti calon suami idaman..kyaa.. Tapi, sayangnya.... " batin Zahra pintar mendeskripsi..


" Heii..kamu kenapa?" tanya laki-laki disampingnya itu, merasa aneh dengan sikap dan tatapan Zahra padanya.


" Ada yang Ganteng" ceplos Zahra


" Eh siapa yang ganteng? " tanya laki-laki itu lagi dengan celingak-celinguk kesana kemari mencari orang ganteng yang dimaksud Zahra


" Duhh..jujur banget sih ni mulut biasanya juga kaga. Nah kan, dia jadi nanya, harus jawab apa aku. Arghh..dasar mulut." batin Zahra merutuki kesalahannya..


" Ukhtii.." panggil laki-laki itu lagi.


" Ehh iya maksud a-aku yang ganteng itu a-anime. Nah iya, betul anime. Karakter yang aku suka ganteng, hehe."


" Duhh.. Semoga aja percaya dia." batin Zahra lagi..


" Ohh..anime ya."


Zahra mengangguk yakin.


" Maaf ya, yang tadi.. Beneran ga sengaja. " Zahra mengalihkan pembicaraan.


" Iya gapapa ko.." jawab laki-laki itu masih dengan menatap motornya tanpa menoleh pada Zahra.


" Itu motor nya gapapa kan? Atau ada yang lecet? Rusak? Kalau ada bilang aja sama aku, oke.. Biar semua biaya aku tanggungin, ga enak soalnya. Ehh kamu juga deh tapi bawanya ke rumah sakit aja, kata orang-orang yang habis jatuh dari motor pasti sakit tuh, biru-biru badannya, pegel-pegel ya kan..yaa pliss" panjang kali lebar Zahra memohon untuk membantunya dengan posisi sedikit membungkuk.


" harus berapa kali ukhti ana bilang, udah ga usah.. Ana sama motor bener gapapa ko. Bentar lagi juga hidup motor nya, ga usah ke bengkel juga, ribet." tolak lagi dengan halus.


Brmm..brmmm..brmm..


" Alhamdulillah, nah tuh hidup juga kan motornya. Jadi, maaf ana menolak kebaikannya ukhti. Syukron katsiron." ucap laki" itu menolak dengan lembut.


Bersambung...


.


.


.


.


***Catatan:


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!


Disini aku mau mengucapkan, Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, bagi umat islam🎉🎉🤗❤


Semoga kita semua dapat Hijrah menuju kehidupan dan amal yang lebih baik.


Maafin aku ya kalau ada salah🙏😭..maaf juga kalau ceritanya berantakan, ga seru, dll maklum masih pemula🙏..jadi, mohon bantuannya, kritik juga gapapa ko asal yang sopan aja, hehe.. Maafin juga kalau telat up yaa (tugas daring numpuk🙏)..sekali lagi mohon maaf lahir& bathin ya🙏🙏😊..


Bahasa jawanya garam itu adalah uyah


Niat hati kepasar membeli sayuran dapatnya akik


Selamat tahun baru Islam 1442 Hijriah


Semoga kita semua dpt hijrah ke kehidupan yang lebih baik


Bulan sabit tiba membelah awan


Bintang-bintang pun tersenyum tuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam


Semoga tahun ini kita dipenuhi kebaikan dan keberkahan, aamiin.


Selamat datang Muharramm🤗❤..


Happy Muharam Islamic New Year..🎉🎉***