'Antaqil Fisabilillah

'Antaqil Fisabilillah
Part 5 ~ Masalah



“Mencintai Allah adalah setinggi-tingginya cinta. Sempurnakan cintamu pada Allah sebelum engkau melabuhkan cintamu pada makhluk-Nya.”


°°°°


" nah tuh hidup juga kan motornya. Jadi, maaf ana menolak kebaikannya ukhti. Syukron katsiron." ucap laki" itu menolak dengan lembut.


****


" Ya tapi kan..aku udah buat kamu jatuh.."


Laki-laki itu hanya tersenyum.


" Ya udah, gini aja.. Kalau boleh tau nama kamu siapa? Tinggal dimana? Biar aku tau, bisa aja kapan-kapan kamu butuh aku, jadi ya aku juga tau kamu gitu entar insya Allah aku bantu ko. Aku ngerasa masih ada utang sama kamu, jadi yaa..plis jangan nolak lagi. Eh bentar kenapa ga daritadi sih~ diambilnya..bentar yaa" kekeh Zahra ingin bantu. Merogoh tasnya mengambil sesuatu.


Laki-laki itu sebenarnya tidak ingin menjadi penghalang pahala gadis itu, cuma ia gamau menyusahkan orang lain, apalagi dia ini masih sehat ko.


Tanpa disadari Zahra, laki-laki itu sudah pergi dengan motor kesayangannya. Bukannya Zahra tidak mendengar, dia kira suara motor itu adalah suara motor lain yang lewat.


" Ini, kartu nama a... What?? Kemana orangnya? Astaghfirullah...ngilangnya cepet bener..itu orang bukan sihh?.." kaget Zahra. Liat kesana kemari mancari laki-laki itu


Tak lama kemudian, ambulance dan lainnya datang.


" Oyy..Zahra.. Hoshh..hosh.." Seseorang dari kejauhan berlari ke arahnya dan berteriak memanggil.


" Akhirnya datang juga ni anak...habis darimana sih, Far?!..lama bener sekarang baru dateng.."


" Hehe.. Sorry, tadi langsung nelpon tuh mereka..saking kagetnya, lagian takut kenapa-napa laki-laki yang tadi jatuh.. Mana sekarang orangnya?"


" Thanks, arigato, syukron, makasih..atas kepedulian, kekhawatiran anda kepada laki-laki itu. Tapi, maaf anda terlambat." santai Zahra dengan tangan menepuk pundak Farah.


" Hah,!!?..Terlambat? Terlambat apanya??" tanya Farah tidak mengerti.


" Hadeuh.. Dia udah pergi maksudnya"


" Ooh..dah pergi ya.."


" Ehh, Far? Itu ko ada pemadam kebakaran ya? Emang ada yang kebakaran? Polisi juga? Kenapa? Kecelakaan gini aja emang harus diselidiki ampe nurunin polisi segala? Harusnya kan ambulance aja, itu juga ga jadi kan orangnya daah pergi..?"


" Ooh itu..hehe"


" Kenapa, Farah? Harus jujur ga ada yang bohong.."


" Sumuhun neng.. Maaf aku telat tadi...hp nya mati jadi aku charger dulu..sekitar 5%, aku nelpon..ehh ternyata salah nomer malah nelpon polisi...pas dicoba lagi, hehe salah lagi nelpon pemadam kebakaran..yg terakhir baru bener.. Ya jadi, semuanya kesini..hehe"


" Astaghfirullah, Farah.. Farah.. Terus itu gimana jadinya, apalagi polisi, ya Allah.. Entar dituntut gara-gara bikin laporan palsu, gimana coba?.."


" Ya maap..tapi ga dikasih tau ko nama aku, cuma ngasih alamat ma laporannya aja. "


" Samimawon neng..sami.., mau kamu dipenjara?"


" Ya gamau lah..jangan do'ain ihh Ara, bukannya bantuin kek. Jangan nakut-nakutin napa, padahal mukanya ga serem gitu, pasang mukanya b aja kali ra, selowww"


" Astaghfirullah.., ni anak.. Sabar Zahra.. Sabar..inget kata ortu, orang sabar disayang Allah. Ya Allah ampuni sahabat Zahra, berilah dia hidayah, Aamiinn.. "


" Ihh Ara mah gitu:( "


" Selamat sore. Mohon maaf adek-adek, kami dari kepolisian mendapat laporan bahwa disini ada kecelakaan, apa benar?" Tanya seseorang dari arah belakang mereka.


Zahra dan Farah memperhatikan mereka dari atas sampai bawah. Yah 'mereka', bukan hanya satu tapi banyak dibelakangnya dengan seragam yang sama. Dari topinya, logonya, atribut, seragam, sepatu dan lainnya, ini sih fix........POLISI. Zahra dan Farah mulai bercucur keringat, terutama sih...siapa lagi kalau bukan dia, FARAH..


" Sore Pak.." jawab kompak seadanya Zahra dan Farah.


" Tuh kan pak polisi nanya? Yang jawab kamu ya..tanggung jawab!" bisik Zahra pada sahabatnya sedikit mendekat agar tidak kedengaran oleh polisi tersebut.


" Apa?! Gi..gimana dong? Bilang apa aku nya?" kaget Farah, seakan-akan cuaca mulai mendung banyak petir. Itu hanya halusinasinya saja, padahal dalam kenyataan cuaca sangat cerah.


" Terserah, bukan urusanku"


" Ehh.. Iya pak, halo, hehe.. " Gugup Farah.


" Hmm..iya halo. Saya ulangi, kami dari kepolisian mendapat laporan bahwa disini terjadi kecelakaan, apa benar?" Tanya ulang polisi tersebut


" Siapa yang lapor pak, atas nama siapa!? " tanya Farah pura-pura tidak tau.


" Mohon maaf dek, kami juga kurang tau siapa yang lapor, hanya saja dia seorang remaja perempuan, sepertinya. Beliau hanya menyampaikan jika di daerah sini ada kecelakaan, sudah itu saja. Tidak menyebutkan nama, setelah itu langsung dimatikan begitu saja. Oleh karena itu, kami ingin memastikan kesini apa yang disampaikannya itu benar atau tidak." Terang polisi itu, panjang kali lebar kaya rumus matematika.


" Jujur aja lah, Far.." saran Zahra


" Iya..iya.. Bismillah.."


" Iya pak, mohon maaf sebelumnya. Saya yang melaporkan kejadian tersebut, dan memang benar disini terjadinya. Tapi,.." ~Farah


" Tapi orangnya udah keburu pergi " lanjut Farah dengan lirih


" Ko bisa? "


" Ya bisalah pak, dia kan hidup jadi bisa pergi kemana-mana" celetuk Farah tanpa berpikir dulu.


" Bukan waktunya bercanda, Farah" Zahra geleng-geleng kepala karna kelakuan temennya.


" Jelaskan kronologi kejadian dari awal sampai dia pergi" Final polisi itu minta penjelasan.


Akhirnya Zahra dan Farah mulai menjelaskan alias bercerita tentang kejadian tadi hingga tuntas tidak ada yang ditutup-tutupi. Selesai masalah dengan polisi, tinggal masalah selanjutnya. Pemadam kebakaran dan Ambulance.


****


Seseorang kini tengah berdiri di balkon kamarnya. Menikmati sejuk dan dinginnya malam ditemani dengan segelas susu coklat hangat kesukaannya. Sesekali melirik ke atas guna untuk melihat bintang kelap kelip bertaburan dimana-mana yang indah, tak lupa juga melihat bulan purnama yang bulat ditengah-tengah taburan bintang. Angin berhembus pelan menyapu wajah cantik gadis itu dan rambutnya sedikit ikut terkibas. Memejamkan mata, menghirup udara, rilex adalah hal kecil yang dilakukan saat ini.


Slurpp...


Gadis itu menyeruput susu coklat hangatnya.


" Fyuhh..akhirnya kelar juga masalah tadi. Capek bener hari ini. " kata gadis itu bersyukur.


" Tapi ada obatnya sih, ya langit ini..Indahnya~"


" Ehh iya, laki-laki itu gimana ya kabarnya? Baik kah? Masalah nya kan belum selesai soal itu? Pengen jenguk, tapi gatau rumahnya dimana? Bentar-bentar tapi ko aku ga pernah liat ya tuh laki, kaya baru liat, apa dia orang baru disini? Atau rumahnya aja yang jauh jadi ga pernah ketemu? Tau ah pepes bodo soal rumahnya yang penting aku tau keadaannya sama ngasih uang, kelar deh~"


Hoaammm...


" Duh..ngantuk aku,, dah lah mau bocan dulu Zahra cantiknya. Bye malam yang indah~." akhir gadis itu menguap. Yah gadis itu adalah dia Zahra.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Note (terjemahan) :


~ Sumuhun \= iya


~ Samimawon, sami \= sama aja, sama