
Silvia sekarang sudah siap siap untuk pergi. dia ingin pergi mencari kado adikknya dan sekalian bertemu dengan Juno. sebelum pergi silvia pamit sama mama wiwik.
"Ma, Silvia pergi sebentar ya."ucap Silvia.
"Kamu nyetir sendiri sil?"tanya mama wiwik.
"Iya ma, mama nggak usah khawatir. Silvia akan hati hati kok."jawab silvia.
"Ya sudah, Jangan Pulang terlambat. nanti adik kamu ngambek."ucap mama wiwik.
"iya ma, Silvia akan pulang sebelum acaranya dimulai."ucap silvia.
Setelah Berpamitan, Silvia Mengendarai mobilnya. dengan kecepatan stabil Silvia melintasi jalanan. Silvia pergi ketoko boneka terlebih dahulu. Dia membeli sebuah boneka beruang besar. Silvia tahu bahwa Cika suka dengan boneka beruang. makanya Silvia akan memberikan kado ini. setelah membeli boneka tersebut. Silvia melajukan mobilnya ke cafe Y. Sebelum masuk kedalam cafe, Silvia menelepon Juno terlebih dulu.
"Hallo."ucap Juno di seberang telepon.
"Hallo, Gue udah di cafe Y. Loe dimana?"tanya Silvia ketus.
"Anda bisa bicara yang sopan."jawab Juno.
"Nggak usah banyak basa basi deh. Loe dimana sekarang?"tanya silvia kembali.
"kalau anda tidak sopan, saya tidak akan kesana."jawab Juno.
"Ya Tuhan, baiklah. Saya tunggu kamu di parkiran."ucap Silvia.
"Anda mau jadi tukang parkir?"tanya Juno.
"Iya, buruan kemari."jawab Silvia.
"Saya sudah ada di dalam cafe. Silahkan kamu yang kemari."ucap Juno mengakhiri panggilan.
"Sialan ni orang. aku jadi kayak manusia nggak ada ahlak ketemu ni orang. Sabar silvia cantik, kamu nggak salah kok. orang seperti iti nggak perlu di baikin.."gumam silvia dalam hati.
Silvia segera turun dari mobilnya. dia berjalan ke dalam cafe. mata silvia mengedarkan penglihatannya keseluruh penjuru cafe. ya dia dapat melihat Juno sedang duduk bersama seorang wanita disana. siapa lagi kalau bukan dokter safira. Silvia berjalan menuju meja itu.
"Permisi, maaf mengganggu dokter safira. saya hanya ingin meminta kartu turun lapangan saya kepada saudara Juno."ucap silvia ramah.
"Duduk dulu sil."ucap dokter safira.
"Maaf dokter safira, saya tidak bisa lama lama. karena saya harus buru buru pulang."ucap Silvia.
"Memang kamu mau buru buru kemana?"tanya Juno.
"Bukan urasan anda saudara Juno. sekarang mana kartu turun lapangan saya."ucap silvia mengadahkan tangannya.
"Baiklah, saya akan ikut sama kamu. safira aku pergi dulu. bye."ucap Juno berdiri dan menggenggam tangan silvia.
"Lepasin.... loe apaan sih."ucap Silvia berontak.
"Katanya kamu buru buru. ya udah ayok."ucap Juno tetap berjalan dan menarik tangan silvia.
"Kamu naik apa kesini?"tanya Juno saat tiba di parkiran.
"Naik Becak."jawab Silvia ketus.
"Ya sudah kita naik mobil saya saja."ucap Juno.
"Woy.. lepasin gue. gue bawa mobil sendiri. gue mau pulang."ucap Silvia masih berontak minta lepasin tangannya.
"Kalau kamu berontak terus, nggak bakal saya lepasin. kamu mau pakai mobil saya atau mobil kamu?"tanya Juno.
"Loe mau ngapain ikut gue. Balikin saja kartu turun lapangan gue."jawab silvia ketus.
"saya mau bilang sama orang tua kamu. kalau anaknya tidak sopan sama orang. kalau kamu mau kartu itu. kita pergi kerumah kamu sekarang."ucap Juno.
"Gila loe ya. gue cuman kayak gini sama loe doang. karena loe nggak pantas dapat perlakuan sopan."ucap Silvia.
"Kamu masih mau berdebat disini. waktu terus berjalan. bawa sini kunci mobil kamu."ucap Juno memaksa.
"Gue mau pulang sendiri saja."ucap silvia.
"kamu benar benar perlu ke THT. pendengaran kamu sudah tidak berfungsi. bawa kemari kuncinya."ucap Juno merampas kunci mobil silvia.
"Ayo, cepat masuk."ucap Juno setelah membukakan pintu mobil.
"Loe memang benar benar gila."ucap Silvia masuk ke dalam mobilnya.
"Tunjukin arah rumah loe."ucap Juno yang sudah duduk di kursi kemudi.
"Loe cari saja sendiri."ucap Silvia cuek.
"Baiklah, kita akan berlama lama disini."ucap Juno.
"Ya sudah, tunjukin arah rumahnya."ucap Juno.
Akhirnya silvia membuka google map, dan memberitahukan Juno arah rumahnya. selama perjalanan hanya ada perdebatan saja di antara mereka. setelah 20 menit perjalanan silvia dan juno tiba di rumah silvia. disana sudah banyak anak kecil berusia 6 tahun sudah berkumpul. ya itu memang teman teman Cika yang menghadiri pesta ulang tahunnya. Silvia membawa Boneka yang dia beli tadi dan memberikannya kepada cika.
"Ini kado untuk kamu."ucap Silvia memeluk adiknya.
"Terima kasih kak. Cika sayang kak silvia."ucap Cika mencium pipi silvia.
"Kakak juga sayang sama cika."ucap silvia mencium pipi Cika.
"Sil, kamu bawa siapa ini?"tanya mama wiwik.
"Kenalin ma, ini teman silvia."jawab silvia ramah dan lembut.
"Juno tante."ucap Juno menyalami tangan mama wiwik.
"oh Juno namanya. ayo silahkan duduk nak juno. silahkan dinikmati hidangan yang ada."ucap mama wiwik.
"iya tante, terima kasih."ucap Juno.
"Silvia ajak juno mencicipi hidangan disini."ucap mama wiwik.
"iya ma, ma papa mana ma?"tanya silvia.
"itu, papa kamu baru datang. nak juno tante tinggal dulu ya."jawab mama wiwik.
"iya nggak papa tan."ucap juno ramah.
mama wiwik pergi menghampiri papa angga. silvia membawakan juno beberapa makanan. juno heran dengan sikap silvia yang sangat ramah dan lembut saat dirumahnya.
"Kamu kenapa baik sekali?"tanya Juno.
"Nggak usah GR, ini karena gue menghormati tamu. disini ada orang tua gue. loe jangan cerita yang aneh aneh sama orang tua gue."ucap Silvia.
"ohh, jadi kamu hanya pura pura baik saja di depan orang tua kamu. aku bakal kasih tahu sikap kamu yang sebenarnya sama orang tua kamu."ucap juno.
"awas aj kalau loe berani. loe bakal nyesel nanti."ucap silvia.
"kenapa saya harus menyesal?"tanya juno.
"karena gue bakal santet loe."jawab silvia ketus.
"hahaha, zaman sudah modern. kamu masih saja percaya sama hal yang begituan."ucap juno tertawa.
"Sudah, jangan banyak bicara. sekarang kembalikan kartu turun lapangan ku."ucap silvia.
"kalau aku nggak mau gimana."ucap juno.
"Juno, loe jangan ingkar ya. loe udah janji bakal kasih kartu itu ke gue. gue udah bawa loe sampai ke rumah gue. bahkan teman kampus gue saja nggak pernah gue bawa kemari."ucap silvia.
"benar kah? saya orang pertama yang kamu bawa."tanya juno tidak percaya dengan ucapan silvia.
"iya, gue malas bawa teman kerumah."jawab silvia.
"pacar kamu tidak pernah kemari?"tanya juno kembali.
"gue nggak pernah pacaran. bikin pusing saja."jawab silvia.
"hahaaha, pantas saja. mana ada orang yang mau sama kamu yang nggak sopan gini."ledek juno.
"ehh, jangan loe kira nggak ada yang suka sama gue. banyak tahu, gue saja yang nolak mereka."ucap silvia.
"saya tidak percaya kalau tidak ada buktinya."ucap Juno.
"oke, gue bakal buktiin ke loe. tunggu saja."ucap silvia.
"saya tunggu silvia. ini kartu kamu saya kembalikan."ucap juno memberikan kartu turun lapangan ke silvia.
"yey, akhirnya gue bisa turun lapangan minggu depan."ucap silvia kegirangan.
"Ya sudah, saya mau balik dulu."ucap Juno.
"Loh, kamu belum makan. terus kamu mau balik pakek apa?"tanya Silvia.
"Apa? kamu manggil saya apa tadi?"tanya juno.
"eh, loe maksud gue. loe mau pulang pakek apa?"tanya silvia.
"naik taksi saja. saya juga sudah makan tadi sama dokter safira. jadi kamu tidak usah khawatir."ucap juno tersenyum.
"siapa yang khawatir. ya udah ayok. gue anterin sampai depan."ucap silvia.