Your Smile

Your Smile
Episode 2 Nama Peliharaan



Silvia sudah rapi dengan OOTD nya. Dia berjalan ke kamar asya. silvia mencoba mengetuk pintu kamar asya.


"Asya.."panggil Silvia.


"masuk saja sil, nggak dikunci."sahut Asya dari dalam kamar.


"Sya, kita pergi naik motor aku saja ya."ucap Silvia yang sudah duduk di tepi tempat tidur asya.


"nggak usah sil, kita pergi sama teman aku saja. nanti dia jemput kita disini."ucap asya.


"hmm, baiklah."ucap Silvia.


setelah menunggu selama 10 menit. teman asya sudah berada didepan kos mereka. silvia dan asya berjalan menuju mobil yang terparkir tepat didepan kos mereka. silvia sedikit terkejut ternyata teman asya yang menjemput adalah laki laki. nama laki laki itu Fino, teman satu kelas asya dikampus.


"hai sya."ucap fino.


"hai fin."ucap asya.


"ini siapa sya?"tanya fino melirik silvia.


"oh ini, kenalin fin. dia silvia teman kos aku. dia juga satu kampus sama kita."jawab asya.


"oh begitu, hai silvia. namaku fino."ucap fino.


"oh hai fino. senang berkenalan denganmu."ucap silvia tersenyum ramah.


setelah berkenalan mereka masuk kedalam mobil. fino duduk di kursi kemudi. sedangkan asya dan silvia duduk dibelakang. fino melajukan mobilnya meninggalkan kos silvia dan asya.


" fin kita langsung ke tempat acara kan?"tanya asya.


"hmm, kita jemput teman aku dulu ya."jawab fino.


"teman kamu yang mana?"tanya asya.


"teman SMA aku dulu sya, katanya dia mau ikut. soalnya dia stres kerja terus."jawab fino.


Dalam perjalanan mereka hanya mengobrol untuk menghilangkan kesunyian. Fino melajukan mobilnya dengan kecepatan standar. 15 menit berlalu, mereka sampai dirumah teman SMA fino. seorang laki laki yang terlihat 2 tahun lebih tua dari mereka. sebenarnya fino juga lebih tua dari asya dan silvia. asya tetap memanggilnya nama saja karena mereka satu kelas saat dikampus. fino turun dari mobilnya dan menghampiri orang tersebut.


"Hai Juno." ucap fino.


"lama bener sih lo fin. katanya 10 menit, ini apa gue udah nunggu hampir 1 jam."ucap Juno kesal.


"hahaha, santai bro. gue jemput teman gue dulu."ucap fino.


"dasar loe ya, kalau cewek aj. loe duluanin jemputnya."ucap juno yang melirik ke arah kaca mobil fino terlihat ada wanita disana.


"ya udah, ayo masuk. kita berangakt."ucap fino.


Juno masuk kedalam mobil fino. dia duduk disamping fino. juno tidak melihat ke arah belakang, dia hanya menatap lurus kedepan. dia tidak perduli wanita yang ada dibelakang. menurutnya itu teman fino bukan temannya. fino mulai mengemudikan mobilnya ke tempat tujuan. tiba tiba di dalam mobil terasa sunyi. fino membuka pembicaraan.


"Jun, kenalin itu teman gue. namanya asya, yang disamping asya itu teman kos dia. namanya silvia."ucap fino.


"hmm."ucap juno tetap lurus kedepan.


"sya, sil kenalin ini teman aku. namanya juno."ucap fino.


"oh, hai juno."ucap asya ramah.


juno tidak membalas sapaan dari asya. asya menjadi sedikit malu karena tidak direspon. silvia yang melihat temannya di cuekin merasa emosi. silvia dengan sekuat tenaga menahan emosinya. karena dia tidak mau diturunkan di tepi jalan. jika dia ribut di dalam mobil itu. otomatis sang pemilik mobil akan membela temannya sendiri. alhasil dia yang akan diusir. silvia hanya bisa mengumpat didalam hati.


"sombong bener ni orang. namanya aja udah kayak nama hewan peliharaan."umpat silvia dalam hati.


"oh iya sya, kamu bawa tisu nggak?"tanya silvia.


"untuk menutup hidung, agar tidak satu oksigen dengan dogy."jawab silvia.


"maksud kamu sil?"tanya asya tidak mengerti dengan ucapan asya.


"hehe, sudah jangan banyak tanya. bawa kemari tisu mu."jawab silvia.


"ya udah, ini."ucap asya menyodorkan tisu ke silvia.


Setelah 20 menit perjalanan mereka sampai ketempat acara. disana sudah banyak teman teman asya dan fino. ya ini adalah acara teman sekelas mereka dikampus. acara tersebut boleh membawa teman atau pasangan. mereka semua bersuka ria. saling berkenalan satu sama lain. semuanya disibukkan dengan kegiatan bakar bakar. ada yang bakar jagung, kentang dan daging sapi.


silvia dan asya mendapat bagian membantu bakar jagung.


"sya, kelas kamu sering ngadakan acara begini?"tanya silvia.


" setiap 3 bukan sekali sil, sebelumnya acara makan di restoran saja. kalau acara bakar bakar dan ngundang orang luar. baru kali ini diadakan sil."jawab asya.


"seru juga kelas kamu."ucap silvia.


"emang kelas kamu nggak ada ngadain acara gitu sil?"tanya asya.


"boro boro sya. semuanya pada sibuk nugas. aku saja sudah pusing belajar mulu. apalagi disuruh menggambar, angkat tangan deh aku sya."jawab silvia.


"hahhaha, kalau begitu. kenapa kamu ambil jurusan itu sil?"tanya asya.


"papa dan mama aku yang pengen aku ambil jurusan ini sya. aku nggak tega nolak permintaan orang tua aku. selama ini orang tua aku tidak pernah menuntut apapub dari ku."jawab silvia.


"ya sudah, nikmati saja sil."ucap asya.


"ya aku sih nikmatin sya. makanya aku keluar sekarang ikut sama kamu. heheh."ucap silvia tertawa.


saat silvia tertawa, dia tidak sadar tangannya terkena bara yang digunakan untuk membakar jagung bakar. seketika silvia berteriak karena merasa panas dan perih. asya panik melihat kejadian tersebut. asya bingung apa yang harus dia lakukan. tiba tiba juno datang menghampiri silvia. dia langsung membasuh tangan silvia dengan air. setelahnya juno mengeringkan tangan silvia dengan tisu.


"aduh, sakit. pelan pelan dong."ucap silvia saat tangannya dipegang oleh juno.


"makanya kalau kerja itu hati hati."ucap juno sambil mengoles salf yang diambil dari kotak P3K di mobil fino.


"orang hati hati kok."bantah silvia.


"kalau hati hati, tidak seperti ini jadinya."ucap juno kesal.


"ini namanya lagi sial aj."ucap silvia.


"loe terlalu banyak bicara. jangan sampai salfnya kena air."ucap juno pergi meninggalkan silvia.


"gimana sil, masih sakit?"tanya asya.


"lumayan sya, tapi sedikit hilang perihnya."jawab silvia.


"udah sil, kamu duduk aja ya. biar aku saja uang bakar jagungnya."ucap asya.


"udah, santai aja sya. nggak papa kok. ini luka bakar ringan."ucap silvia menenangkan asya yang sedikit cemas dengan keadaan tangan silvia.


"sil, aku minta maaf ya. coba aja kalau aku nggak ngajak kamu ngobrol. pasti nggak bakal begini jadinya."ucap asya.


"sya, ini bukan salah kamu. ini takdir namanya."ucap silvia.


"aku tidak mau kamu terluka lagi. kamu duduk saja disini. tidak ada penolakan sil."ancam asya.


"hmm, baiklah sya."ucap silvia sambil menganggukan kepalanya.