Your Smile

Your Smile
Episode 3 Nutrisi Otak



Silvia hanya duduk melihat asya membakar jagung. karena sasya melarang dia untuk membantunya. fino datang menghampiri mereka.


"udah belum sya?"tanya fino.


"sedikit lagi fin."jawab asya.


"sudah, biar gue aj sya. lo sama silvia gabung sama yang lain saja."ucap fino.


"beneran fin?"tanya asya.


"iya sya."jawab fino.


asya dan silvia pergi meninggalkan fino. mereka menghampiri teman teman yang lain. mereka berkenalan satu sama yang lain. mereka asyik bercanda. fino yang sudah selesai membakar jagungpun ikut gabung. mereka bersuka ria dan menikmati makanan yang sudah siap santap.


"________"


setelah 3 jam berlalu, silvia dan asya pulang. mereka pulang menggunakan taksi. karena fino masih asyik ngobrol sama teman yang lain. acaranya memang belum berakhir. tetapi asya sudah janji dengan silvia. mereka hanya 3 jam saja mengikuti acara tersebut. karena silvia masih harus menyelesaikan tugas kuliahnya. sampai di kos, silvia masuk ke kamarnya dan mengerjakan tugasnya. saat silvia mengerjakan tugasnya, tiba tiba ponselnya berdering. silvia menjawab panggilan masuk.


"hallo, ada apa put?"tanya silvia.


"hallo sil, kamu sudah belum ngerjain tugas besok?"tanya putri kembali.


"ini lagi ngerjain put, kenapa?"tanya silvia.


"nggak papa, cuman mau ngingetin aja. takutnya kamu lupa. dan hari esok akan berakhir dikantin lagi. hahahha." ledek putri.


"jahat baget kamu put. kamu nelpon aku cuman mau ngeledekin doang. sungguh teman lucknat."ucap silvia kesal.


"hahaha, sabar sil. aku cuman mau kasih info. besok akan ada dokter muda yang ganteng."ucap putri.


"heleh, palingan juga udah tua."ucap silvia.


"heh, kamu nggak percaya sil. besok itu ada pertemuan alumni dokter di aula kampus. mereka akan berbagi pengalaman pertama turun ke lapangan. makanya itu besok banyak dokter muda yang datang."ucap putri.


"kita lihat saja besok put. aku sih nggak percaya."ucap silvia.


"baiklah. pokoknya kerjakan tugasmu. biar besok kita bisa lihat acara itu."ucap putri.


"iya bawel, bye."ucap silvia mematikan ponselnya.


silvia melanjutkan tugasnya. sebenanrnya dia pusing mengerjakan tugas tersebut. tapi dia tetap berusaha agar tidak mengecewakan orang tuanya. silvia mengerjakan tugasnya hingga pukul 02.00 wib. setelah selesai, silvia langsung tepar dan tidur dengan lelapnya.


"_________"


sekarang jam sudah menunjukkan pukul 07.30 wib, sebentar lagi mata kuliah akan dimulai. sementara silvia belum datang juga. itu membuat putri khawatir. jika silvia terlambat, sudah dipastikan dia akan mengulang mata kuliah ini. karena silvia sudah 2 kali bermasalah dengan dosen ini. putri terus menghubungi nomor ponsel silvia. namun silvia tak kunjung menjawab panggilannya.


"Kemana sih ni anak. ditelpon dari tadi nggak diangkat. apa dia mau ngulang mata kuliah ini." gumam putri di dalam hati.


tidak lama kemudian, silvia timbul di depan pintu kelas. dengan nafas tidak beraturan. karena dia harus lari dari parkiran hingga sampai kelasnya.


"SILVIA!!!!."teriak putri.


"kamu kenapa teriak teriak sih put, lihat mereka pada ngelihatin kita."ucap silvia yang langsung membekap mulut putri.


"kamu sih, bikin aku jantungan saja. kalau kamu telat, kamu pasti akan mengulang mata kuliah ini tahun depan."ucap putri setelah mulutnya tidak dibekap silvia.


"lah kenapa lama sekali. perasaan aku kamu tidak terlalu oon deh sil."ucap putri.


"aku memang nggak oon. tapi aku baru mulai ngerjainnya jam 22.00 wib."ucap silvia.


"ngapain aja kamu dari sore ?"tanya putri.


"aku pergi diajak teman kos ku. teman kelasnya ngadain acara bakar bakar gitu. ya aku ikut lah."jawab silvia dengan santainya.


"kamu benar benar gila ya sil. kamu tahu resiko jika kamu sering begadang ngerjain tugas. kamu bakal cepar tua."ucap putri.


"makanya itu aku mencari hiburan sebentar put. kamu tahu kan aku tidak terlalu tertarik dengan jurusan ini."ucap silvia.


"iya sil, tapi lain kali. kamu cari hiburannya jangan samapi keluar malam begitu."ucap putri.


"siap bos, tidak akan diulangi."ucap silvia.


setelah mereka selesai mengobrol. dosen mata kuliah mereka pun masuk. mereka mengikuti perkuliahan dengan serius. karena dosen ini terkenal kejam. saat mahasiswa tidak serius mengikuti kuliahnya. sudah dipastikan bakal diusir. setelah 2 jam mereka mengikuti kuliah tersebut. silvia dan putri berjalan keluar dari kelas untuk menghirup udara segar. kuliah tadi sungguh sangat melelahkan.


"put, ayo kita ke kantin. otak aku butuh nutrisi. mata kuliah tadi membuat otakku bekerja terlalu keras. sekarang mari kita memanjakannya."ucap silvia menarik tangan putri menuju ke kantin.


"kamu sil sil. makan saja ya ada di otak mu itu."ucap putri.


"kalau kita tidak makan. otak kita tidak akan bekerja put."ucap silvia.


putri enggan menanggapi ucapan silvia. dia pasti kalah debat dengan anak itu. mereka berdua sampai dikantin. silvia memesan 2 porsi nasi goreng. mereka duduk sambil menunggu pesanan mereka datang. kantin terlihat sepi, biasanya rame. itu membuat silvia keheranan.


"put, kenapa ni kantin sepi kali ya?"tanya silvia.


"ya sepi lah, semua orang pada di aula. disana kan banyak dokter muda yang ganteng."jawab putri.


"ya ampun, mereka semua pasti sudah kena prank."ucap silvia.


"orang itu benar adanya sil. bukan prank. kalau kamu nggak percaya. habis makan ini kita lihat kesana."ucap putri.


"malas ah kesana. pusing aku harus dengerin ceramah."ucap silvia.


"kita harus kesana sil. kalau tidak kita tidak akan bisa masuk labor nanti."ucap putri.


"apa hubungannya dengan masuk labor?"tanya silvia keheranan.


"kamu kan kemarin di kantin. jadi tidak tahu kan infonya. dosen kita bilang, kita wajib ikut acara tersebut. jika tidak hadir, maka kita tidak bisa ikut masuk labor."jawab putri.


"ya ampun, sungguh gila. kenapa semua dosen suka sekali mengancam sih."ucap silvia.


"kamu mau jadi seperti mereka?"tanya putri.


"ogah, cepat tua aku nanti. lagian aku si anak manis dan ramah ini. mana bisa galak kaya dosen."jawab silvia nyengir.


"ngomong sama kamu sil, nggak ada ujungnya. sudah, ayo kita habiskan nasi goreng ini. biar kita nggak telat."ucap putri.


mereka berdua menyantap nasi goreng tersebut. setelahnya mereka berjalan menuju aula. disana sudah ramai sekali anak fakultas kedokteran. mulai dari tingkat bawah hingga tingkat akhir. putri dan silvia merasa takut berjalan masuk kedalam aula. karena mereka harus berjalan melewati kakak tingkat mereka. di fakultas mereka sangat terkenal senioritas. itu yang membuat mereka berdua gugup. takut jika mereka salah dan di anggap tidak sopan. bisa bisa mereka bakal kena omel nantinya.