Your Smile

Your Smile
Episode 4 Di usir



Silvia dan Putri akhirnya berhasil melewati kakak tingkatnya. mereka berdua duduk di barisan belakang. sebenarnya mereka berdua tidak berminat mengikuti kegiatan tersebut. ini karena dosen yang memaksa mereka wajib hadir. setelah beberapa menit menunggu, akhirnya acaranya dimulai. semua berteriak ketika melihat beberapa dokter muda tampan dan cantik.


"sil, benar kan yang aku bilang. mereka muda semua."ucap putri semangat.


"iya muda put, kamu nggak usah menghayal. mereka pasti sudah punya pasangan."ucap silvia.


"yee, biarin saja. hitung hitung cuci mata. kan gratis nggak bayar."ucap putri.


"terserah kamu deh put. aku nggak ikutan."ucap silvia.


semua dokter muda tampan dan cantik memperkenalkan diri mereka. satu per satu memberikan masukan atas pengalaman kerja lapangan. tiba lah saatnya sesi tanya jawab. silvia yang memang sedari awal tidak tertarik dengan acara tersebut. dia hanya diam dan memperhatikan ke arah depan saja. posisi dia yang duduk di kursi belakang. membuat silvia tidak terlalu jelas melihat orang yang berbicara di depan. silvia reflek mengangkat tangannya karena tersenggol oleh teman sebelahnya.


"iya, kamu yang dibarisan belakang. mau bertanya apa?"tanya dokter safira. salah satu dokter muda cantik yang mengisi acara.


"hmm, saya ....."ucap silvia gugup. dia tidak tahu harus bertanya apa.


"kamu silahkan maju kedepan."ucap dokter safira.


mau tidak mau silvia harus maju kedepan. semua mata tertuju padanya. jantung silvia berdegup begitu cepat. mau pindah kontrakan rasanya.


"tidak usah takut, santai saja. perkenalkan dirimu."ucap dokter safira.


"hmm, nama saya silvia."ucap silvia


"baiklah silvia. kamu ingin bertanya apa?"tanya dokter safira.


"Bagaimana cara menggambar anatomi tubuh manusi?"tanya silvia dengan polosnya. karena menggambar adalah salah satu kelemahannya.


"hahahha."semua tertawa mendengar pertanyaan silvia.


"kenapa kamu bertanya begitu?"tanya dokter safira tersenyum.


"apa pertanyaan saya salah?"tanya silvia kebingungan.


"kamu tidak salah. tapi sekarang kita membahas bagaimana turun kelapangan."jawab dokter safira.


"maaf kak, saya tidak tahu harus bertanya apa."ucap silvia menundukkan kepalanya.


"jika tidak tahu, kenapa kamu tunjuk tangan?tanya seorang dokter muda tampan.


"hmmm, tadi tangan saya disenggol sama teman sebelah saya. jadi saya reflek angkat tangan."ucap silvia masih menundukkan kepalanya.


"kamu silahkan keluar dari ruangan ini."ucap dokter tampan.


"maksudnya?"tanya silvia mengangkat kepalanya dan melihat dokter tampan tersebut.


"apa kamu perlu ke dokter THT?"tanya dokter tampan.


"itu tidak perlu. baiklah saya akan keluar."jawab silvia.


silvia mengambil tas nya. dia berjalan keluar dari pintu aula tersebut. silvia memang sangat berani. menurutnya jika seseorang sudah mengusir. berarti orang itu tidak ingin melihatnya berada disana. itu lah kenapa marsya selalu keluar ruangan dengan santai. prinsip itu sudah tertanam di otaknya.


"________"


menit demi menit berlalu, semua orang di aula sudah bubar. sekarang waktunya kelas silvia masuk kedalam laboratorium. silvia dengan santainya berjalan ke arah laboratorium. dia masuk ke dalam ruangan dan bertemu putri kembali.


"sil, kamu kenapa keluar tadi?"tanya putri.


"orang aku diusir put."jawab silvia santai.


"setidaknya kamu memohon sil."ucap putri.


"kenapa aku harus memohon sama hewan peliharaan tersebut."ucap silvia polos.


"iya put, orang yang ngusir aku tadi. namanya juno, namanya seperti hewan peliharaan kan."jawab silvia.


"kamu kenal sil?"tanya putri.


"aku nggak terlalu kenal put. aku pernah bertemu dia di acara teman si asya kemarin malam."jawab silvia.


"oow begitu."ucap putri.


"iya, dia memang sombong orangnya."ucap silvia.


tiba tiba dosen masuk ke dalam laboratorium. silvia dan putri menghentikan obrolan mereka.


"silvia, silahkan tinggalkan laboratorium ini."ucap dosen.


"kenapa buk? salah saya apa buk?"tanya marsya kebingungan.


"kamu tadi tidak mengikuti acara di aula."jawab dosen.


"saya mengikuti acara itu buk. tapi ditengah acara saya diusir buk."ucap silvia.


"sikap kamu tidak sopan silvia. meninggalkan acara di saat acara masih berlangsung. kamu juga tidak mendapatkan kartu turun kelapangan yang dibagikan di akhir acara tersebut. sekarang kamu juga tidak boleh masuk laboratorium ini. kemarin saya sudah peringatkan. apa konsekuensi jika tidak ikut acara di aula tersebut. sekarang silahkan keluar. kamu harus cari kartu turun lapangan. karena 3 minggu lagi kalian akan turun kelapangan."ucap dosen.


"baiklah buk, jika ibu tidak mengizinkan saya masuk laboratorium ini. saya akan pergi."ucap silvia.


"kartu turun lapangan kamu ada sama dokter juno. silahkan kamu cari dia. minta maaf padanya."ucap dosen.


silvia hanya mengangguk dan pergi meninggalkan laboratorium. dia tidak tahu harus mencari juno dimana. karena semua dokter tadi sudah pergi meninggalkan kampus tersebut. dia mencoba menghubungi asya minta nomor ponsel fino. setelah silvia mendapatkan nomor ponsel fino. silvia menghubungi nomor ponsel tersebut.


"hallo fin. ini aku silvia."ucap silvia.


"hallo, kamu silvia temannya asya?"tanya fino diseberang telepon.


"iya fin, aku mau tanya sesuatu sama kamu."ucap silvia.


"tanya apa sil?"tanya fino.


"juno teman kamu itu tinggal dimana?"tanya silvia.


"dia tinggal di jakarta sil."jawab fino.


"lah, terus rumah yang kita jemput dia kemarin itu rumah siapa?"tanya silvia.


"itu rumah neneknya sil. dia menetap dijakarta. kenapa kamu nanyain dia. kamu suka sama dia?"tanya fino.


"sembarangan kalau bicara. aku ada perlu sama dia. dia tadi ke kampus untuk menghadiri acara anak fakultas kedokteran."jawab silvia.


"iya sil, alasan juno datang kemari memang mau menghadiri acara tersebut. tapi dia udah berangkat ke jakarta sil. soalnya tadi dia mengirimkan aku pesan."ucap fino.


"aku minta nomor ponselnya fin."ucap silvia.


"oke, nantia aku kirim."ucap fino.


silvia dan fino mengakhiri panggilan. silvia membuka pesan dari fino. akhirnya silvia mendapatkan nomor ponsel juno. silvia mencoba menghubungi nomor ponsel juno. tapi silvia tak mendapat jawaban. mungkin juno masih di pesawat. akhirnya silvia mengirimkan pesan ke juno.


Juno


Hai dokter Juno, saya silvia mahasiswi kedokteran yang kamu usir saat acara di aula. saya ingin meminta kartu turun lapangan saya. soalnya 3 minggu lagi saya akan turun ke lapangan. jika kamu tidak keberatan, kamu bisa kirim lewat jasa pengiriman saja. atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.


"Semoga dia membaca pesanku."gumam silvia dalam hati.


silvia sekarang hanya duduk di taman kampus. disana dia hanya mendengar musik dan menunggu balasan pesan dari juno. sebenarnya silvia takut, jika juno tidak memberikan dia kartu turun lapangan tersebut. dia pun berfikir positif dan menenangkan dirinya dengan cara mendengarkan musik.