Young Couple

Young Couple
Sah



"Saya terima nikah dan kawinnya Kirana Aurelia Zalvanna binti Andi Yusuf dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


(Maaf kalau ada yang kurang, authornya belum nikah, jadi wajar kalau masih ada yg salah atau ad yg kurang)


"Bagaimana para saksi?" Pak penghulu memandangi semua wajah keluarga Kirana.


"Sah." Jawab semaunya serempak.


Memang acaranya benar-benar sederhana. Bahkan yang diundang hanya keluarga saja. Tidak ada kerabat kerja atau apapun. Pernikahan ini benar-benar dirahasiakan. Berbeda dengan pernikahan Salsha. Waktu itu, masih ada beberapa rekan kerja Andi yang datang. Tapi sekarang, mengingat anaknya yang masih sekolah, Andi hanya mendatangkan keluarga saja. Kalau dia mengundang rekan kerjanya atau temannya yang lain, bisa-bisa dikira anaknya MBA.


Ada yang tau MBA? ( Married by accident )


Back to topic


Semuanya mengucapkan Alhamdulillah Begitu Diucapkan kata 'Sah'


Karena melihat anaknya yang hanya diam. Intan mengambil tangan Rafka dan tangan Kirana. "Cium tangan Rafka." Pintanya sambil tersenyum pada Kirana.


Kirana menatap memelas wajah Intan. Sedangkan Rafka, tidak tau harus mengatakan apa. Cowok itu sudah gugup setengah mati. Namun berbeda dengan Kirana yang memasang wajah memelasnya. Rafka justru memasang wajah datarnya saja.


Yana ikut maju saat melihat Kirana yang hanya diam. Dengan senyuman hangatnya, ia memandang wajah Kirana. "Ayo sayang, cium tangan Rafka." Ucapnya dengan lembut.


Sumpah serapah dalam hati. Kirana benar-benar tidak bisa menolak. Ini masalahnya mertua yang suruh. Kirana mengembuskan nafasnya kasar. Mengambil dengan cepat tangan Rafka. Lalu dikecupnya tangan tersebut.


Intan dan Yana saling pandang dengan senyuman mereka. Melihat tingkah Kirana yang menggemaskan menurut keduanya.


Rafka terdiam begitu Kirana mengecup tangannya. Ini first time bagi Rafka. Cowok itu terdiam menatap gadis yang tengah menunduk meremas gaunnya saat ini.


Mengembuskan nafasnya perlahan. Rafka memberanikan diri memegang kepala Kirana, lalu dikecupnya kening gadis itu. Dapat Rafka lihat bibir mungil Kirana yang bergetar.


Maaf


Sekali lagi, Rafka hanya bisa membatin.


Kirana tidak dapat menahan air matanya. Jika bukan dihadapan banyak orang, Kirana pasti akan menjambak rambut Rafka. Karena cowok itu telah berani mengecup keningnya. Padahal itu memang seharusnya kan.


Kirana hanya tidak terbiasa.


...•••••••••••••••••••...


...Acara sudah selesai beberapa jam yang lalu. Para keluarga sedang berkumpul di ruang tamu. Termasuk Ibu dan Ayahnya Rafka....


Kirana saat ini berada dikamarnya dengan pakaian yang sudah diganti. Saa ini kak Salsha tengah menenangkan adiknya itu. Dari tadi Kirana tidak berhenti mengeluarkan air matanya.


Salsha mengelus kepala adiknya yang berbalut jilbab tersebut. Posisinya sekarang Kirana berbaring dengan paha Salsha sebagai bantalnya.


Jika ditanya dimana Rafka sekarang. Maka jawabannya adalah bersama Farel-suaminya Salsha. Entah dimana kedua manusia itu ngobrol.


Salsha melirik wajah Kirana. Ternyata adiknya itu sudah tertidur. Salsha memperbaiki posisi tidur Kirana. Menaruh kepala adiknya itu dibantal dengan perlahan.


Salsha duduk di samping Kirana yang tertidur. Ia mengusap sayang kepala adiknya itu. "Semuanya gara-gara kakak. Kalau kakak nggak ngalamin ini, pasti kamu nggak bakal kayak gini sekarang." Ucapnya lirih.


Salsha hanya bisa berdo'a. Semoga Kirana tidak dihadapkan dengan masalah rumah tangga yang rumit. Bahkan belum mampu dijalaninya.


Salsha keluar dari kamar Kirana. Baru saja dirinya menutup pintu, Rafka sudah datang bersama Farel. Kebetulan kamar Kirana dan Salsha hanya saling berhadapan.


"Dari mana?" Tanya Salsha.


"Taman belakang." Jawab Farel yang dibalas anggukan oleh Salsha.


Salsha melirik pada Rafka. "Masuk gih. Ana lagi tidur." Ucapnya.


Setelah itu Salsha dan Farel segera meninggalkan Rafka yang terdiam ditempatnya. Mereka berjalan menuju ruang tamu. Keluarganya masih berkumpul sejak tadi. Entah apa yang diceritannya sampai tidak selesai-selesai.


Rafka menghembuskan nafasnya sebelum membuka pintu kamar kirana. Begitu dirinya masuk, hal yang pertama ia lihat adalah Kirana yang sedang tidur dengan posisi meringkuk.


Rafka berjalan mendekat, kemudian duduk ditepi ranjang. Ia memandangi wajah gadis yang tengah terlelap didepannya itu.


Menegakkan kepalanya, Rafka memandang lurus ke depan. Banyak hal terlintas di pikiran cowok itu. Bagaimana nanti kedepannya. Bagaimana ia harus menghadapi gadis keras kepala itu.


Pusing memikirkan segalanya, Rafka mengusap wajahnya kasar. Diliriknya jam pada ponselnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 00:12. Memang acaranya diadakan malam. Ini permintaan Kirana. Katanya kalau pagi dia sekolah. Padahal sudah dibilang akan dikasih izin kalau misalnya mereka tidak bersekolah.


Tapi gadis keras kepala itu menolak. Dia tidak suka ada libur segala.


Rafka bergegas membersihkan diri. Ia harus segera tidur. Bisa terlambat mereka sekolahnya, kalau tidurnya juga lambat.


Ibu dan Ayahnya mungkin sudah pulang atau bagaimana. Rafka tidak tau. Mereka bahkan belum berpamitan padanya.


Bersambung.. ..


Akhirnya, sah juga mereka.


Maaf kalau ada yang kurang dipart ini. Kalau soal begini author kurang paham. Jadi maap keun kalau ada kata yang salah atau ada yang kurang.


Silahkan kasih saran atau kritik dikomen. Biar author bisa perbaiki.


Sampai situ dulu. Terima kasih buat yang selalu kasih support buat liza. Semoga kebaikan kalian dibalas dengan yang lebih.


...Aamiin....


Jangan lupa, like, komen dan share cerita ini ke teman literasi kalian.


Thanks 💚


...Lopyu 💞💞...


...bye bye 👋👋...


...see you at the next part 👉🏿...