You Are My Princess

You Are My Princess
•Menjauh



Callista melotot, "Ga usah deketin gue lagi!"


Setelah mengeluarkan emosi Callista pergi meninggalkan Daffin di koridor sepi tersebut. Daffin sendiri pun terbengong di sana selama beberapa menit.


Kringg


Bel pun berbunyi, Daffin bertanya tanya dalam hati, setelah sadar Callista tidak ada di depannya ia segera mencari Callista meminta penjelasan.


*********


Sementara Callista berada di kelas menikmati pelajaran yang sedang berlangsung. Berusaha menipis pikiran pikiran aneh.


"Anak anak ibu akan membagikan kelompok untuk tugas IPA hari ini, sesuai nomor absen ya, untuk tugasnya paling lambat minggu depan kalau mengumpulnya telat, ibu tidak akan menerima alasan yang keluar dari mulut kalian, mengerti!?" Tegas Bu Guru Asih.


"Mengerti Bu!!" Balas semua murid kelas dengan kompak.


"Baik, pertemuan untuk minggu depan akan ibu isi dengan ulangan siap tidak siap kalian harus ikuti ulangan tersebut, yang tidak mengikuti ibu berikan nilai nol" Ucap Bu Guru Asih sambil menatap seluruh murid kelas.


Seketika murid murid yang ada di kelas merinding, "Baik Bu!!"


"Oke ibu akhiri pelajaran hari ini, Selamat mengikuti pelajaran selanjutnya dengan baik!" Setelah itu Bu Guru Asih keluar dari kelas.


Callista melirik bangku yang di duduki Daffin. Tidak ada Daffin di sana. Sudahlah ngapain ia mengurus orang itu, lebih baik ia urus tugas yang di beri Bu Guru Asih. Ia berpikir siapa yang mau kerja kelompok dengannya.


"Callista!" Panggil seseorang.


Callista pun tersadar, "Gue kelompok sama lo"


Callista melihat sosok yang tegap, tinggi, dan rambut acak-acakan. Sepertinya ia kelompok sama orang yang salah.


"Kenalin gue Alvin, minta nomor lo biar kita bisa rencanakan kapan kita buat tugasnya Bu Asih" Ucap Alvin duduk di samping Callista.


Callista pun memberi nomornya pada Alvin. "Oke nanti gue hubungin lo, kalau gue udah atur jadwal kerja kelompok kita"


"Oke" Balas Callista.


Biarlah Alvin saja yang mengurus kerja kelompoknya, sepertinya ia telah salah sangka padanya. Callista kira Alvin tidak bisa di andalkan.


Kringg


"Hei" Sapa Alvin.


Callista berdehem, "Hm?"


Alvin duduk di bangku depan Callista, "Kok sendiri aja? Biasanya sama Daffin"


Callista menatap Alvin, "Ga tau"


Alvin pun tidak bertanya lebih lanjut, "Oh iya gimana pulang sekolah kita kerja kelompok?" Tanya Alvin sambil menopang dagunya.


"Terserah" Jawab Callista mengaduk aduk minumannya.


Alvin tersenyum, "Oke sudah kita tentukan pulang sekolah jam 3"


Callista mengangguk singkat. Entah apa yang Alvin pikirkan, tangan Alvin berada di kepala Callista. Seketika kantin hening, Callista menepis tangan Alvin.


Nindya yang sedang mengawasi gerak gerik Callista pun tersenyum sinis dan menuju tempat Callista dan Alvin.


Nindya melipat tangannya di dada sambil tersenyum sinis, "Liat cewek ga tau diri ini udah deketin Daffin sekarang mau deketin Alvin? Ga tau malu deh lo jadi cewek!!" Teriak Nindya.


Seluruh murid yang ada di kantin pun berbisik bisik, Callista yang tidak mau mencari masalah diam menatap Nindya dengan tatapan datar. Nindya tersenyum sinis menarik tangan Callista, mencengkram pundak Callista hingga kuku tajam Nindya menancap di pundak Callista.


Nindya memajukan wajahnya, "Lo mending jangan cari gara gara sama gue, yang kemarin baru permulaan oke? Kalau lo tetap ga nurutin perkataan gue, lo akan tau akibatnya!" Bisik Nindya sambil menyeringai.


Callista menatap tajam Nindya. Nindya yang merasa tertantang pun menjambak rambut Callista kasar. Callista meringis kesakitan, Alvin melihat itu pun berdiri dan menarik tangan Nindya.


Alvin menatap dingin Nindya, "Lo jadi cewek punya harga diri dikit kek, mau lo apa sih!? Emangnya gue pacar lo? Sadar diri lo bukan siapa siapa gue, jadi jangan sok atur gue mau deket sama siapa aja!" Ucap Alvin datar.


Nindya berdecih, "Sepertinya lo banyak cowok ya gue akan urus lo nanti!" Balas Nindya, Nindya pun pergi dengan anak buahnya.


Sementara seluruh murid membicarakan Calista. Alvin segera menarik Callista pergi dari kantin. Daffin menatap Callista pergi dengan Alvin. Ada perasaan aneh di hati Daffin, sepertinya ia akan mencari tahu diam diam tentang kenapa Callista menjauhinya.


 


Selesai~