
"Callista!!" Teriak Mama Raya.
Callista mengerjapkan matanya perlahan-lahan seraya mengumpulkan kesadarannya.
"Ck, Cal bangun! Nanti kamu kesiangan loh" Kesal Mama Callista.
"Iya Mah"
Callista bangkit dari tempat tidur kesayangannya menuju kamar mandi. Mama Callista pun pergi menuju ruang makan.
30 menit pun berlalu.
Callista pun sudah siap dengan pakaian sekolahnya. Callista menutup pintu kamarnya dan berjalan menuruni tangga. Setelah sampai di ruang makan, Callista pun duduk di sebelah kakak laki lakinya.
"Cal!" Panggil kakak laki lakinya sambil mencolek dagu Callista.
Callista berdecak tapi tetap tidak menghiraukan kelakuan kakak laki lakinya yang setiap pagi membuat masalah dengannya.
"Yaelah Cal, dingin amat sama abang lo" Sahut kakak laki lakinya Callista yang bernama, Arya Saputra.
Mama Callista pun datang, "Cal! Kamu jangan nakal-nakal di sekolah, belajar yang rajin jangan bolos kamu!" Omel Mama Callista, Ella Putri.
Callista hanya membalas dengan deheman saja. Setelah selesai makan, Callista pun meninggalkan ruang makan.
"Pak Beni, tolong anterin saya ke sekolah baru saya" Ucap Callista datar.
Pak Beni pun memasuki mobilnya, "Siap non!"
**********
Setelah menempuh perjalanan yang panjang, Callista pun sampai di sekolah barunya. Callista berjalan dengan santai tanpa senyum di wajah. Callista melirik kelas-kelas yang sedang memulai pelajarannya, siswa siswi pun tidak bisa mengalihkan pandangannya pada Callista. Callista berhenti di depan pintu yang bertuliskan 'Ruang kepala sekolah' sebelum memasuki ruang kepala sekolah, ia mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Masuk!" Sahut kepala sekolah, Pak Hendri
"Permisi pak, saya Callista Fransiska Putri" Ucap Callista dengan senyum sopan di wajahnya.
"Baik, nanti silahkan ikuti wali kelasmu" Ucap Pak Hendri.
Callista mengucapkan terima kasih lalu mengikuti wali kelasnya. Callista keluar dari ruang kepala sekolah, menuju di mana wali kelasnya berada.
"Mari Callista saya antarkan kamu ke kelas baru kamu" Ucap Bu guru Maya, wali kelas Callista.
"Oke, Callista sudah sampai di kelas barumu"
Callista menghela napas dan tersenyum. Ia pun memasuki kelasnya dengan senyuman di wajah yang membuatnya tambah cantik.
"Selamat pagi anak-anak!!" Teriak Bu guru Maya.
"Selamat pagi Bu guru cantik!!!" Balas murid-murid.
Semua murid yang ada di kelas pun semakin heboh melihat kedatangan siswi cantik. Callista hanya tersenyum.
"Bu guru siapa siswi cantik itu??"
"Dari mana datangnya wahai bidadari cantik ini?"
"Sok cantik!"
"Sudah-sudah kalian ini! Jangan begitu!" Sela Bu guru Maya.
Bu guru Maya menghela napas, "Silahkan perkenalkan dirimu, Callista"
Callista pun maju selangkah, "Halo, namaku Callisra Fransiska Putri semoga kita berteman dengan baik ya"
Callista mengakhiri ucapannya dengan tersenyum. "Oke Callista silahkan kamu duduk di bangku kamu sendiri"
"Makasih buk"
Callista berjalan menuju tempat duduknya sendiri. Callista duduk di bangkunya. Seketika ekspresi Callista pun berubah dalam sekejap. Semua murid pun melongo, ada yang berbisik-bisik dengan sikap Callista.
"Selamat pagi anak-anak!!!"
Teman sekelas Callista pun mengalihkan pandangannya dan menjawab sapaan Bu guru. Saat itulah ekspresi Callista berubah lagi menjadi sedih. Callista menghela napasnya perlahan.
"Callista jangan sedih kamu harus kuat!" Ucap dalam hati Callista dengan tekad.
Hanya satu laki-laki saja yang memperhatikan Callista sedari tadi. Laki-laki itu mengernyit. Ada perasaan penasaran saat laki-laki itu melihat ekspresi Callista. Laki-laki itu selanjutnya tersenyum.
" Callista Fransiska Putri, nama yang bagus. Gue ga akan lepasin lo!" Ucap laki-laki itu dalam hati.
Selesai~