Yes It'S Me! (BL/Boys Love)

Yes It'S Me! (BL/Boys Love)
eps 4



Saat dia membuka mata cahaya menyilaukan mengenai matanya dia ingin menghalangi matanya dengan tangan tetapi tangannya sulit di gerakan akhirnya dia hanya menyakitkan matanya dan menoleh kearah tangannya. Tidak ada apapun yang menghalangi tangannya tapi entah kenapa ini sangat aneh berat dan tubuhnya pun terasa tidak punya tenaga. Tapi kemudian yang lebih membuatnya bingung ruangan ini bukan rumah sakit atau kamar asramanya tetapi ini, dinding kayu langit langit kayu tunggu di mana dia? Perasaan bingung tertekan dan sakit membuatnya semakin ingin bangun tiba tiba pintu kayu itu terbuka dan berderit masuk seorang pria berpakaian tradisional ala ala kaum raya kerajaan yang di film biasa dia tonton.


" syukurlah kamu sudah bangun " kata pria itu sambil tersenyum


"apakah masih ada yang tidaknyaman?" tanyanya


Pria itu mendekati tempat tidur dan duduk di sisi Jintian tidur, dia mengulurkan tangan dan memeriksa denyut nadi Jintian sedang Jintian hanya memandangnya dengan bingung, siapa dia? dimana aku? pertanyaan itu mengiang ngiang di kepala Jintian. Melihat kebingungan Jintian pria itu tersenyum


" shizun menemukanmu di tepi jurang dua minggu yang lalu, ya kamu tertidur lama. minum!" kata pria itu sambil memberi minum Jintian


Jintian meminum dengan patuh karena tenggorokannya memang terasa kering, setelah minum tenggorokannya pun terasa lembab dan lega.


"ah ah..... " dia bingung tak bisa bicara


" lukamu cukup parah mungkin untuk sementara tidak bisa berbicara tapi jangan khawatir itu tidak berlangsung selamanya sekarang istirahat dulu shizun akan memasakkan obat untukmu "


Setelah itu pria yang memanggil dirinya shizun itu keluar dari ruangan itu. Jintian yang bingung dan baru saja bangun tidak ingin tidur lagi tetapi dia tidak bisa bangun atau dia lumpuh sekarang? bagaimana dia ada di sini? tunggu tadi pria itu bilang dia menemukan dirinya sendiri di bawah jurang bagaimana mungkin bukankah dia sedang di kota belanja kenapa bisa?


Sungguh ini sulit baginya untuk berpikurbahaimana bisa dia berada di tempat yangtidak dia kenal atau mungkin dia di culik lalu di buang. Tak lama pintu berderit lagi pria itu masuk membawa nampan mangkuk yang mengepul ada aroma obat cina di situ membuat Jintian mengerutkan kening, pria itu duduk disampingnya menaruh obat itu di meja dekat tempat tidur lalu membengkak dan memeluk Jintian di lengannya mengangkatnya sedikit.


" sekarang kamu hanya bisa minum obat belum bisa makan hal lain! "


katanya sambil mengambil sesendok obat meniupnya dan menyuapi Jintian, tapi Jintian enggan minum itu pahit dia dulu pernah di paksa minum obat tradisional oleh sang nenek itu pahit sekali. Jintian berusaha keras menolak minum, menggelengkan kepalanya dan menutup mulutnya erat erat saat pria itu menyuapinya. Karena penolakan Jintian pria itu tersenyum


" jika anda menolak minum obat anda akan lumpuh dan mati, apa anda ingin tetap di tempat tidur? Tenang setelah minum obat ada madu yang manis untuk anda! " bujuk pria itu


Akhirnya dengan enggan Jintian mau meminum obat itu sesuap demi sesuap meski dengan mengerutkan kening itu pahit tapi tidak terlalu pahit dan saat mangkuk itu habis pria itu mengambil botol porselen di meja membuka tutupnya menuangnya lalu menyuapinya itu manis rasa pahit itu hilang seketika tika. Pria itu mengambil handuk basah di nampan untuk menyeka mulut Jintian ia tersenyum puas menuturkan Jintian tapi masih memeluknya.


" anda akan beristirahat lagi setelah minum obat, shizun akan menemani "


entah mengapa tiba tiba Jintian merasa mengantuk dan langsung jatuh tertidur saat mendengar nafas yang teratur pria itu bangkit dan membersihkan meja lalu keluar dari kamar Jintian. Saat dia berjalan dari arah depan seorang murid pintu berlari menemuinya


" shifu ada bangsawan mencari anda "


"hmmn bawa dia masuk dan tunggu "


Setelah pria itu membawa nampan ke dapur dan menyerahkan kepada salah satu muridnya disana di berjalan elegan ke aula depan.


Di aula depan yang sederhana tetapi cukup besar ada epat pria duduk di sana dan satu di antaranya terlihat masih muda pakaiannya bagus itu menandakan mereka seorang bangsawan. Pria itu masuk semua orang berdiri dan membungkuk menyambutnya. Pria itu tersenyum dan melambai tangan


" maaf guru kami mengganggu ketenangan guru " kata salah satu pria yang lebih tua


" apa yang membuat yang mulia datang kegubuk penjahat yang kecil ini? "


" kami hanya ingin guru menerima cucu dari orang rendah ini menjadi murid tangan guru sendiri! "


" tapi yang mulia tahu banyak sekolah yang lebih bagus dan mewah kenapa datang kepada sekolah kecil di tengah hutan ini, ini boleh saya bertanya "


" guru orang rendah ini tidak ingin memandang tempat lain untuk semua hanya tempat guru yang cocok untuk cucu "


Pria itu hanya tersenyum tidak menanggapi sementara hanya melirik salah satu murid yang berdiri di dekatnya dan murid itu tahu lalu pergi keluar. Ya tempat ini adalah sekte teratai putih yang tidak banyak orang bisa masuk karena tempat yang terpencil di sebuah gunung dan di tengah hutan lebat atau mungkin tempat ini di sembunyikan dengan baik. Tidak banyak orang yang bisa masuk untuk menjadi murid hanya mereka yang tulus tapi terkadang ada orang kaya atau pejabat yang bisa masuk melalui koneksi istana atau mengikuti murid yang sedang turun gunung. Tak lama seorang pria baya masuk membungkuk


" tertua memanggil! "


" ini ada murid kecil datang kemari " kata pria itu


" guru ini adalah?" tanya pria tua itu


"ujian" katanya singkat


Senyum di wajah pria tua itu dan segera meminta pria muda itu untuk bersujud berterimakasih pada guru besar


" terimakasih guru terimakasih " saat guru besar melambai tangan mereka berdiri


mereka pun pergi mengikuti pria baya itu keluar dari aula utama menuju lorong panjang di samping.



LIKE


KOMEN


AND SHARE


ya amei tunggu ~~~~~~