
Li dong merasa hanya dia yang tidak populer di kamar itu dia terkadang iri dengan teman temannya tetapi dia akan lupa jika mereka membagi makanan yang mereka dapat dari penggemarnya. Meski merasa hidup tidak adil tapi lebih tidak adil lagi hidup Jintian, keluarga Li saling menyayangi dan menghargai hidup secara harmonis sedang Jintian tidak pernah merasakan kasih sayang keluarga. Keluarga Li hidup berlebih, keluarga Xiao ming berkedudukan meski hanya memiliki kakak perempuan dan ayah tetapi mereka masih saling menyayangi, keluarga Ah jin adalah orang berpendidikan tinggi ayahnya adalah kepala sekolah menengah sedang ibunya dokter, kakak laki lakinya seorang arkeolog sedang adiknya selalu mendapat peringkat pertama dan sekarang sedang mendapat beasiswa di luar negeri tapi keluarga mereka masih saling menyayangi.
Hanya Jintian yang merasa hidup tidak adil tidak punya ibu, di asuh nenek sejak kecil tetapi saat beranjak remaja neneknya meninggal di desa dia hidup serba pas pasan, lalu ayahnya tidak peduli, tidak ada yang dia rasakan dari kasih sayang keluarga maka dari itu sering dia tidak akan pulang saat liburan dia memilih bekerja paruh waktu jika liburan panjang hanya sesekali ke desa untuk menengok makam neneknya tetapi dia tidak ada tempat menginap, rumah sang nenek sudah lama di jual oleh paman dan bibinya.
Hidup Jintian berbeda dari temannya tapi hanya karena wajah dan otaknya dia jadi populer tentang uang sebenarnya tidak kekurangan meski tidak peduli ayahnya masih akan membiayai sekolah dan uang sakunya untuk cinta tidak, Jintian harus mencari sendiri dari teman teman sekamarnya. Terkadang saat liburan orang tua Li dong akan mengundang Jintian ke rumah atau keluarga Xiao ming untuk keluarga Ah jin jarang mereka berkumpul tetapi saat Jintian ingin dia bisa datang kapan saja ke rumah Ah jin.
Keluarga teman temannya begitu baik tapi Jintian kadang enggan menyusahkan orang lain jadi dia kalu tidak terpaksa pasti tidak akan pergi ke rumah salah satu temannya. Kebahagiaan bersama teman temannya adalah hal yang paling indah yang dia rasakan sejak lama tidak ada yang peduli padanya hanya sejak kuliah dan masuk asrama ini hidupnya berubah.
Malam itu Jintian sedang menimbang untuk menerima cinta salah satu gadis siang tadi hanya saja dia bingung siapa yang akan dia pilih karena tidak ada yang berkesan di hatinya, kadang dia bingung belum ada seorangpun yang bisa menggetarkan hatinya hanya dulu ada seorang gadis cantik di sekolah menengah pertama yang dia suka tapi dia malu untuk mengungkapkan isi hatinya karena gadis itu anak seorang pejabat kota, dia hanya bisa memandang gadis itu dari jauh jika dekat dia akan berpura-pura acuh tak acuh. Sekarang gadis itu sekolah ke luar negri yang dia dengar gadis itu sudah bertunangan dengan pemuda dari kalangan atas.
Ke esokkan harinya dia bangun dan menyiapkan diri untuk menerima cinta gadis pengirim surat kemarin pertimbangan dia semalam adalah gadis itu sederhana dan dari keluarga biasa jadi tidak buruk untuk uang sakunya. Dengan pikiran bulat dia menyiapkan kata kata layaknya menyiapkan bahan pidato sekolah, dia juga sudah melihat di internet apa yang di sukai para gadis saat pria menyatakan cinta dia keluar di awal pagi untuk membeli coklat dan bunga.
Saat berjalan kembali ke sekolah dia melewati deretan toko dia melihat boneka beruang yang di pasang di etalase depan toko mainan dia berhenti sesaat dan tiba tiba dia merasa seekor gajah menginjak kepalanya lalu semua gelap.
KOMEN
DAN SHARE
tunggu kelanjutannya ya!!!!!!! ~~~~~~