
Su jintian remaja yang baru berumur 19 tahun masih berkuliah di sebuah universitas terkenal di negara F dia bukan termasuk jenius tetapi nilainya sedikit lebih tinggi dari rata rata murid di sana. Dia tinggal di asrama kampus dengan 3 orang teman sekamar, Su jintian tidak memiliki ibu karena ibunya meninggal saat dia kecil dan ayahnya menikah lagi tetapi dia di besarkan oleh neneknya di desa C dan saat ia berumur 13 tahun neneknya meninggal dunia akhirnya dia di bawa kembali oleh ayahnya ke keluarga barunya. Tapi ibu tirinya tidak pernah menganggapnya ada sedang ayahnya juga tidak peduli sehingga Su jintian di masukkan sekolah berasrama sejak sekolah menengah. Dia memiliki 2 orang saudara tiri tetapi mereka tidak pernah ingin melihatnya, dia pun tidak peduli karena dia telah lama enggan dengan keluarga baru ayahnya.
Su jintian termasuk pria tampan dan manis tingginya 1,73m dengan kulit yang putih dan kurus dia terlihat imut, karena itu banyak surat cinta yang dia dapat dari gadis gadis dan juga banyak pemuda tapi dia enggan menanggapi baginya cinta dari mereka itu palsu. Kepopulerannya hanya dalam wajah soal akademis dia cukup dikenal dia tidak mampu saat di bidang atletis karena fisiknya yang kurus tidak memiliki banyak kekuatan tapi masih saja banyak yang mengidolakannya.
Pagi itu di asrama Su jintian dikeluarkan oleh suara alarm milik Jin you teman sekamarnya padahal hari ini adalah hari libur yang membuat semua di asrama enggan bangun pagi dan alarm yang berisik itu mengganggu para penghuni kamar.
" ah jin matikan alarm itu ini masih pagi! "
seru Jintian
"ah jin itu sangat berisik! "
kata Xiao ming sambil melemparkan gulingnya ke arah Ah jin
"maaf semua saya lupa menyetel alarm hari libur "
kata Ah jin dengan sedikit rasa bersalah
Tapi di antara ketiga temannya hanya si gendut Lin dong yang tidak terganggu dia masih tidur nyenyak karena memang sudah terbiasa bangun kesiangan dan masuk kelas terlambat tetapi Lin dong adalah teman paling setia dan baik bagi Jintian. Saat jam menunjukkan pukul 8 Jintian bangun dan mencuci di kamar mandi setelah itu Xiao ming dan Lin dong juga bangun dan yang terakhir Ah jin setelah itu mereka turun ke bawah dan menuju kafetaria untuk sarapan.
" apa yang kita makan pagi ini? "
tanya Lin dong dengan antusias
" kurasa aku ingin makan semangkuk bubur dan sayur asin "
kata Xiao ming
" aku juga " kata Ah jin
kata Lin dong mereka menoleh Jintian secara bersamaan karena hanya dia yang belum menentukan apa yang akan dimakannya, pada saat itu Jintian tidak memperhatikan percakapan teman temannya karena dia sedang membaca berita di handphonenya tentang tanah longsor di dekat desa C dan di bawah tebing itu adalah sekolah tempatnya bersekolah saat sekolah dasar. Merasa di awasi Jintian mengangkat kepalanya dan melihat ke tiga teman sekamarnya memandang dia
" ada apa? " tanya Jintian bodoh
" sudah ayo sarapan dulu menu kita hari ini bubur putih dan sayur " ucap Xiao ming mereka pun pergi ke kafetaria bersama.
Selesai makan Jintian pergi ke perpustakaan bersama Ah jin sedang Lin dong pergi berbelanja dan Xiao ming pergi berlatih bola basket. Xiao ming adalah pemain bola basket utama di universitasnya meski bukan yang paling menonjol tetapi dia cukup mahir dalam hal ini. Ah jin merupakan siswa paling rajin dan pintar di kampus pria berkacamata dengan rambut sedikit keriting, untuk Lin dong selain gemuk malas dia juga suka makan sudah pasti suka berbelanja makanan ringan tapi dia agak bodoh keluarganya adalah yang paling mampu di antara teman sekamarnya.
Siang itu Ah jin di panggil oleh guru pembimbingnya untuk meneruskan penelitian dengan guru pembimbingnya sehingga meninggalkan Jintian sendiri untuk makan siang Lin dong di jemput keluarganya nanti malam baru akan kembali sedang Xiao ming sudah pasti dengan club bola basketnya untuk makan siang.
Hati Jintian sedih rasanya kesepian, dia hanya makan semangkuk mie dan kembali ke asrama. Saat dia masuk asrama itu masih sepi mereka belum ada yang kembali, dengan enggan Jintian merebahkan dirinya di atas kasur bersiap untuk tidur siang.
jangan lupa ya
VOTE
LIKE
KOMEN
Amei tunggu