
Aku merebahkan tubuhku diatas kasurku yang empuk dan nyaman.Pikiranku berkelana jauh entah kemana.Dalam usia ku yang sudah menjangkau duapuluh satu tahun ini,tidak ada banyak hal yang aku lakukan.Kerja,kerja dan kerja.Sampai kapan aku harus bekerja?
Aku wanita yang lajang.Bersendirian setiap kali hujung pekan amat membosankan.Housemateku,Diana sudah pergi berkencan dengan pacarnya.Lalu aku?
Hishhh!!
Bahkan entah sudah sekian kali aku mengeluh meratapi nasibku yang malang ini.Benar-benar menyedihkan.
Drtt!drtt!drtt!
Ponselku bergetar kerana ada panggilan yang masuk.Aku sengaja membuatkan ponselku dalam mode silent kerana tidak mau ketenangan di hujung pekanku diusik oleh sesiapa.
"Bunda?"gumanku.Panggilan dari ibuku ku angkat.
"Ada apa bun?"Tanyaku singkat.
"........"
"Harus sekarang bun?Tapi Vell lagi males mau keluar dari rumah."Rengekku menolak tawaran ibuku.
"......."
"Iya deh.Nanti Vell pergi."Jawabku dengan nada yang suara lemah.Panggilan dimatikan oleh ibuku secara sepihak.Belum sempat aku menanyakan apa yang dia lakukan,ibuku mematikan panggilan terlebih dulu.
"Dasar!Bila perlu baru dicari.Jika tidak,anaknya yang satu ini dilupain."Omelku sendirian.
Aku bergegas masuk ke kamar mandi untuk mempersiapkan diri.Hari ini Ibu ku memberikan titah untuk pergi kerumah paman kedua dari ibuku sendiri.Katanya anak perempuannya keseleo dan perlu diurut.
Ini pengetahuan aku yang utama.Dan yang selalu aku lakukan disaat ada kerabat yang memerlukan ku terutamanya jika soal pijatan.Aku mempelajari cara pijatan ini dari nenek sebelah ayahku.
Sore sudah hampir tergantikan malam.Setelah selesai makan malam,aku pamit untuk pulang.Namun seperempat perjalanan menuju rumahku,mobilku mogok.Dan sialnya bensen mobilku sudah kahabisan dan aku lupa untuk mengisinya semula.
Mujurlah mobil ku mogok tidak jauh dari sebuah taman awam.Aku keluar dari mobilku untuk mencari stesen pam bensen untuk membeli bensen.
Namun saat aku berjalan sendirian mencari teksi, tiba-tiba bulu roma ku berdiri.Serasa rambut di kepalaku meremang hebat sehingga seperti ditarik-tarik oleh seseorang.
Ekor mataku menangkap sosok hitam di balik pohon rindang.Sontak itu kepalaku berpusing duaratus enam puluh derjat kearah pohon itu untuk memastikan bayangan apa yang aku lihat sebentar tadi.
"Ah,apakah mataku sudah rabun?"Ocehku sendirian.
"Tapi kenapa aku merasakan seakan-akan diekori?"Gumanku lagi.
Perasaan seperti ini begitu familiar seperti bertahun-tahun yang lalu disaat masih dibangku kuliah.
Iyanya kisah teman sekamar ku di asrama yang pernah melihat kelibat orang tua tidak jauh dari loker miliknya.
*******
Jam menunjukkan tepat jam setengah pukul empat pagi.Saat itu aku baru saja membuka mataku daripada tidur.Aku rasa kebelet pipis.Ku toleh ke kiri dan ke kanan.Suasana masih lagi sepi.Ada satu atau dua orang penghuni asrama yang sudah bangun awal agar tidak bersesak di kamar mandi asrama.
Hatiku menghela nafas lega.Setidak-tidaknya aku tidak keseorangan di kamar mandi.
Ku buka penghadang baja pintu utama asrama kami.Dengan mudah iyanya terbuka dengan meninggalkan bunyi hentakan baja yang kuat.
Jantungku berdegup kencang.Jika bukan orang,lalu siapa?Aku bergegas keluar dari toilet setelah merasakan bulu tengkukku meremang hebat.Ku usap tengkuk ku berkali-kali untuk mengusir rasa yang luar biasa itu.Aku ketakutan.
Namun setelah aku melewati kamar mandi,ada beberapa orang penghuni sedang melakukan aktifitas mandi mereka.
Hey,tadi kalian ada masuk ke dalam toilet gak."Tanyaku hati-hati.
"Enggak!"Jawab mereka kompak.
Fix,aku merasakan ada yang tidak beres disini.Jika mereka tidak pergi ke toilet,lalu siapa yang ada disana tadi.Aku bungkam.Mau meluahkan rasa yang janggal,aku tidak bisa.Penghuni asrama yang aku kenal ini rata-rata mereka itu orangnya penakut dengan cerita seperti ini.Akhirnya aku memilih untuk berdiam diri dan memendamkan rasa janggal itu sendirian dan ikut bergabung dengan mereka mandi di kamar mandi itu.
Dua puluh menit kemudian aku selesai dengan ritual mandi ku.Aku bergegas masuk ke dalam asrama kerana merasa dingin kerana mandi air dingin diwaktu subuh seperti ini.Aku bersiap-siap mengenakan pakaian seragam ku.
Namun disaat aku kembali duduk diatas kasurku,Salbiah teman sekamarku melompat keatas ranjang ku secara tiba-tiba.
"Sal,elo kenapa!Ngagetin gue aja."Pekik ku terperanjat.
"Vell,gue takut."Gumannya dengan suara bergetar.
"Takut kenapa?"Aku cemberut.
"Di loker seberang sana."Tudingnya kearah loker seorang temanku yang tidak begitu lama meninggal dunia kerana lemas di danau di kampung halamannya sendiri.
Aku melihat ke arah tuju tangannya.Aku tidak melihat apa-apa disitu.Kosong.Sepi.Ranjang yang tidak berpenghuni.Lalu apa yang dia lihat disana.Aku menerka-nerka sendiri.
"Ah,sudahlah.Elo,mandi sono.Sekarang udah subuh.Sebentar lagi juga mau masuk adzan subuh.Ngegas gih."Usirku tanpa memperdulikan apa yang Salbiah katakan sebentar tadi.
Hari sudah pun beranjak pagi.Saatnya untuk pergi kuliah.Dalam perjalanan aku bertanya lagi pada Salbiah tentang apa yang dia katakan subuh tadi.
"Sal,subuh lagi elo sebenarnya mau bilang apa?Tadi aku gak dengarin apa yang elo bilang."Tanyaku.
Sontak itu aku melihat wajah Salbiah menjadi pucat.Dia secara otomatis dia menggenggam erat tangan kiriku.
"Ada apa."Tanyaku sedikit kaget melihat reaksinya yang menurutku dia sedang ketakutan.
"Pagi tadi aku mau bilang sama elo,kalo aku ngelihat ada sosok orang tua,berambut putih panjang sepinggang serta berjubah putih berdiri membelakangi loker arwah Ellena."Bisiknya.
Aku yang mendengar kata-katanya turut melebarkan mataku tidak percaya.
"Yang benar aja elo."Bisikku mencoba untuk tidak berteriak kaget dengan apa yang aku tau sekarang.
"Ya,benar Vell.Saat aku bangun subuh tadi aku melihat kelibat orang tua berjubah putih itu dengan begitu jelas dari bahagian punggungnya.Namun aku tidak bisa ngelihat wajahnya kayak apa.Tempat itu sedikit temaram.Saat gue melompat keatas kasur elo,sosok itu menghilang.Vell,kau tau itu apa?"Tanyanya takut-takut.
"Mungkin dia cuma lewat aja.Udahlah,gak usah mikirin hal itu lagi."Elakku secara halus.
Dalam diam,aku juga mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Salbiah.Bagiku,sebagai makhluk Tuhan ada banyak ciptaannya di bumi yang luas ini.Itu termasuklah apa yang kita tidak bisa pikir dengan akal sehat kita.Setiap kejadian itu memiliki misterinya tersendiri.
Yang penting,berusahalah untuk hidup damai dengan yang lain tanpa sebarang hambatan atau kendala.
♥️♥️♥️♥️Bersambung.