
Setelah berpisah dengan Ravell,Erni pergi ke arah rak buku yang kurang dikunjungi oleh pelajar-pelajar disini.Satu tempat yang selalu dihindari oleh pelajar disaat mereka mencari beberapa materi disini.Jika ada,mereka tidak akan pergi seorang mahupun pergi berdua.Paling tidak akan pergi bertiga.
Alasannya,tempat itu boleh dikatakan tempat yang angker bagi sebilangan orang terutamanya memiliki semangat yang lemah.
Namun sore itu,entah dari mana Erni mendapatkan keberanian pergi seorang diri.Setelah sepuluh menit berada ditempat itu, tiba-tiba suhu ditempat mendadak turun menjadi dingin.Setelah dia amati,tiada ac mahupun kipas yang terpasang ditempat itu.Lalu apa yang menyebabkan kawasan itu mendadak dingin.
Bulu tengkuk Erni mendadak merinding.Bukan cuma tengkuknya merasa dingin,bahkan seluruh tubuhnya bergetaran.Erni merasakan ada sesuatu yang sedang memerhatikan dirinya.Dia celingak-celiguk mencari sosok yang dia sendiri tidak pasti siapa orangnya.
Tiba-tiba jantung Erni berdetak dengan sangat laju.Dia merasakan ketakutan yang teramat-amat sangat.Dia mau pergi dari tempat itu,tapi malah kakinya dia bisa bergerak.Dia menjadi cemas.Di sudut rak buku sana dia menangkap sesuatu seperti bayang-bayang sesorang.Tidak begitu jelas tapi bisa membuat hatinya begitu tidak nyaman.
Detak jantungnya yang tidak beraturan.Tubuhnya berkeringat dingin.Kepalanya terasa pusing.Tenggorokknya mendadak kering.
"Apa semua ini?"Monolognya di dalam hati.
"Vell! Vell!"Teriaknya sekuat mungkin.
Namun suaranya tidak kedengaran.Seakan-akan ada sesuatu yang menghalang nada suaranya untuk dikeluarkan.
"Vell,tolong.Mana kamu!Vell!"Dia sedaya-upaya untuk berteriak lagi.Namun nihil.Yang ada,dirinya dilanda rasa takut dan cemas bersamaan.
Merasa dirinya seakan-akan berada di dimensi lain,Erni mencoba untuk merapal beberapa potongan doa sebanyak mungkin.
"Arghhhhh!!"
Dia berteriak keras setelah ada sesuatu yang menyentuh tangannya.Dia tidak pasti itu apa.Namun secara sekilas dia dapat melihat satu tangan yang berbulu dan terasa begitu dingin menyentuh kulit lengannya.
Akhirnya dia bisa bersuara.Dia terduduk di lantai marmer perpustakaan yang dingin dengan wajah yang pucat pasi.Kejadian yang sebentar tadi benar-benar diluar nalar pengetahuan umum.Bahkan dia juga tidak tau itu apa.
Tidak berselang lama,dia melihat Ravella berlari mendekatinya dengan raut wajah yang cemas.Begitu juga dengan beberapa orang pelajar lainnya.Tetapi mereka tidak langsung masuk ke kawasan itu.Mereka hanya berdiri di depan lorong rak buku itu.
Erni dan Ravella lalu pergi dari situ setelah Ravella menyadari ada sesuatu yang tidak kesat mata ada disitu.
"Katakan kepadaku Erni,apa yang kau lihat disana,"Desakku.Namun Erni masih dengan mode diamnya.Mungkin dia masih lagi shock dengan apa yang dia alami tadi.
"Erni!"Sentakku dengan suara sedikit tinggi sehingga dia kaget mendengar suaraku yang sudah naik dua oktaf.
"Maaf,bukan aku memaksa kamu untuk menceritakannya.Tapi aku mau tau apa yang mengganggu kamu saat kamu ada disana."Ujarku memberi penjelasan kepadanya.
"Tadi aku..aku.."Dia terlihat sedikit bingung untuk menceritakan apa yang terjadi.
"Tidak apa-apa.Kau ceritakan saja kepadaku."Kataku lagi sambil menggenggam tangannya.
"Aku tidak tau aku lihat apa tadi disana.Tapi saat aku masuk ke lorong itu tadi,tiba-tiba aku dilanda rasa takut yang teramat sangat.Aku mau pergi dari situ, tetapi kakiku seperti dilem.Aku mau berteriak,namun suaraku tersendat ditenggorokkan.Aku rapal entah berapa banyak potongan doa, sehinggalah ada sesuatu yang menyentuh tangan ku.Barulah aku bisa berteriak."Katanya memberi pencerahan.
"ohh,ternyata seperti itu.Sepertinya bukan kamu saja yang terkena gangguan.Tadi aku juga sama."Ucapku lagi.
"A..apa?"Pekik Erni.
"Tidak separah kamu.Benda itu cuma mengangguku dengan menjatuhkan buku dihadapan ku.Aku sudah pastikan tiada siapa disitu.Kerna itu aku pasti bukan manusiawi yang ngelakuinya,melainkan sesuatu yang tidak kesat mata ngelakuinnya.
Meskipun ada orang yang tidak percaya dengan apa yang kau ceritakan,tapi setiap pengalaman itu pasti akan menjadi bahan bualan.Yang pasti menjadi bualan kepada sesiapa yang pernah mengalami kisah misterius seperti ini.Ada hal seperti ini meskipun jaman sudah berubah,haruslah ingat bukan cuma kita saja yang hidup di dunia ini.Bahkan ada orang yang kita tidak tau.Hanya saja masa yang merubah menjadi kebetulan untuk kita mengalami pengalaman seperti ini.
♥️♥️♥️♥️Bersambung
♥️♥️♥️Jangan lupa kasi
♥️👍like
♥️Vote
♥️ komentar