
Saat memikirkan bagaimana aku harus menarik minat para pembacaku mengenai kisah horror atau beberapa bagian cerita horror ini,aku sedikit kesulitan.Apa harus aku menceritakan beberapa pengalaman misterius beberapa tahun yang lalu.
Hufff!!
Ku hembus nafas kasar.Ini benar-benar membuatku sakit kepala.Kemudian aku teringat akan sekilas pengalaman masa lalu.Pengalaman yang ada kaitannya dengan peristiwa yang aku dan temanku Erni alami setelah pulang dari perpustakaan.
"Vell,kamu gak pergi kerja sore nih?"Tanya Flora,housemate ku.Saat ini aku masih lagi mencari-cari ide buat karya ku seterusnya berkaitan dengan kisah horror.Tanganku terhenti di kekunci laptop milikku.
"Gak!Aku punya shif awal pagi besok."Jawabku tanpa melirik kearahnya.
Setelah Flora pergi aku mulai mengetik sesuatu di kekunci laptop milikku dan memulai kan tugasku sebagai seorang penulis.
******
Malam itu cuaca serasa panas seperti biasa.Asrama yang menjadi tempat tinggal kita tidak memiliki kipas tetapi memiliki banyak jendelanya sehingga disaat kepanasan saat tidur,anda bisa membuka jendelanya.Membiarkan angin masuk dengan sendiri tanpa halangan.
Namun malam ini aku merasakan sedikit gelisah.Perasaanku menjadi tidak enak.Bahkan dadaku selalu berdebar-debar tanpa alasan.
Kemudian aku mendengar beberapa kegaduhan tidak jauh dari ranjang ku.Bunyinya begitu berisik sekali dan di sela-sela terdengar bunyi pekikkan yang nyaring dan lantang dari beberapa penghuni asrama.
"Cepatan,kasi tau pengawas asrama.Erni pingsan."Kata teman satu asrama yang aku kenali suaranya.Ku lihat beberapa orang pelajar berlari ke bilik pengawas asrama untuk melaporkan apa yang berlaku.
"Siapa yang pingsan?"Tanyaku setelah aku mandekati kerumunan teman-teman seasrama denganku.
"Erni pingsan."Jawab seseorang.
"Apa tubuhnya panas?Apa dia lagi demam?"Tanyaku lagi.Ku lihat teman satu ranjang di tingkat atas menyentuh dahinya.
"Tidak panas.Tapi tubuhnya terasa dingin."Ujar temannya itu tanpa mengalihkan tangannya pada dahi Erni.
Plakkk!
Kyaaaa!
Pekik temannya yang bernama Lily dengan tiba-tiba.Mana tidaknya dia menjerit.Erni yang pingsan secara tiba-tiba,bisa menggenggam tangan dengan sekali sentapan.Bahkan beberapa orang yang menggerumuni tempat itu turut kaget mendengar suara pekikan Lily.
"Erni,kau sudah sadar?"Tanyanya dengan wajah yang cerah.Namun wajahnya yang cerah tadi berubah seperti menahan sakit.
"Ouchh!Erni,lepasin tangan ku.Ini benar-benar sakit sekali."Rigis Lily sambil menarik paksa tangannya.
Namun tidak dipedulikan oleh Erni.Malah Erni menatapnya dengan tatapan yang amat mengerikan sehingga kedengaran giginya gemeletuk keras.
"Tolong!Erni,tolong lepasin."isak Lily yang ketakutan setelah melihat riak wajah Erni yang berubah tiba-tiba.
Setelah tiga menit bergelut,Lily berjaya diselamatkan dengan wajah yang benar-benar pucat pasi.Lily pingsan ditempat setelah berjaya diselamatkan dari tangan Erni.
"Grrrrmm,grmmmm!Kalian tidak berguna.Gerrrrr.."Eram Erni dengan nada suara yang kedengaran benar-benar menyeramkan.Apa lagi tatapan mata yang merah menyala itu menambahkan lagi keseramannya.
"Cepatan,panggil ustaz Azhar."Pekik warden asrama setelah menyadari ada yang tidak biasa dari sikap Erni.
Dalam sekejap mata,Erni dipindahkan ke ruangan yang lebih luas untuk ditangani.
"Sepertinya Erni terkena rasuk makhluk halus.Semoga ustaz Azhar bisa menanganinya."Ujar Bu Diana selaku warden asrama.
Untuk gangguan makhluk halus ini, kejadian seperti ini amat biasa terjadi di asrama tempat hunian kita.Pernah sekali terjadi hesteris yang beramai-ramai kerana ada pelajar yang banyak lemah semangat.
"Vell,tolong aku.."Kedengaran suara Erni meminta tolong dariku.
Aku yang mendengar suaranya sontak terlonjak kaget.Aku diam mematung.Tidak mendekatinya.Bukan kerana aku takut.Tapi aku ragu jika yang memanggil aku itu benar-benar Erni yang asli atau makhluk yang sudah merasuki tubuhnya.
"Erni,"Panggilku pelan.
"Hahaha!!!Kau tidak bisa mendapatkan temanmu.Dia milik ku.Pergi!jangan mendekat!"Ucap Erni dengan kasar sambil menatapku dengan tatapan yang tajam.
"Hahhhhahahhaha"Tawanya menggema lagi.
Aku bukannya tidak mau membantu Erni.Malah aku bisa menolongnya mengusir makhluk itu.Yang menahanku adalah kata-kata dari kakekku.Aku tidak seharusnya menampilkan keahlianku jika berhadapan dengan ramai orang,jika tidak orang akan salah paham akan kemampuan ku.Aku tidak mau gegabah.Biarlah hal ini diuruskan oleh orang yang ahli dalam mengurus hal mistik seperti ini.
Jujur saja,aku pernah mempelajari pengobatan alternatif dari leluhur ku.Hanya yang terpilih saja bisa meneruskan ilmu ini dan mempelajarinya.Mungkin saat kecil aku pernah sakit keras dan hampir mati,kerana itu tubuhku lebih sensitif jika berhadapan dengan makhluk seperti ini.Jadi kakek menurunkan ilmunya untuk aku melindungi diri sendiri dari gangguan makhluk tak kesat mata ini.
Sepuluh menit kemudian,Ustaz Azhar pun tiba.Sebaik saja ustaz Azhar tiba,apa yang harus dilakukan pun dilakukan olehnya.Tidak lama setelah itu,aku dan para penghuni asrama melihat Erni lunglai ditempatnya.Kini masalah sudah bisa diuruskan.Akhirnya Erni tidak sadarkan diri setelah berhempas pulas beradu tenaga dengan ustaz Azhar.
"Syukurlah.Semuanya sudah baik-baik saja."Kata Ustaz Azhar.
Semuanya bubar setelah Erni dihantar ke tempat tidurnya sendiri.
"Vell,apa yang terjadi sama Erni?"Tanya ustaz Azhar setelah semua para huni asrama kembali ke ranjang masing-masing.
Aku pun menceritakan apa yang telah terjadi pada Erni dan aku di perpustakaan siang tadi kepada Bi Diana dan ustaz Azhar.
"Mujurlah semangat kamu kuat."Ucap Ustaz Azhar kepadaku.
Setelah itu keadaan pun aman seperti biasa.Meskipun ada rasa ketakutan yang menghurung penghuni asrama,mereka tetap berdiam diranjang masing-masing sehingga pagi menjemput siang tiba.
♥️♥️♥️♥️♥️ Bersambung...