
Namaku Ravella Penina?Seorang penulis amatur.Bukan nama sebenar ku.Tapi cuma nama penaku.Mengapa aku memilih menggunakan nama Ravella?Itu kerana aku menyukai nama itu.Dan Penina?Bermaksud mutiara yang bersinar dalam bahasa Greek kuno.Harapan ku agar semua karya yang aku hasilkan turut bersinar seperti mutiara yang ada di lautan.
Tidak banyak hal yang aku ceritakan tentang diriku.Hanya seorang siswa yang baru saja menamatkan kuliah di sebuah universitas bergengsi di kota Z ini.
Aku dilahirkan dalam keluarga sederhana jauh dari kota.Tinggal disebuah pendesaan yang begitu asri.Dikelilingi gunung-gunung yang tinggi dan sungai yang jernih dan cantek.
Kebanyakan keluarga yang tinggal di pendesaan menjalani pekerjaan sebagai petani dan penternak binatang seperti sapi,ayam dan bebek untuk tunjangan hidup.Termasuk keluarga besarku.
Biasalah,pekerjaan kampungan.Hidup yang sukar serta keras sejak kecil menjadikan aku serta adik-adikku sudah mandiri sadari dari kecil lagi.Jauh dari hidup yang bercukupan.Dalam umurku yang masih sembilan tahun,aku sudah bisa menguruskan dua orang adikku yang berumur tujuh tahun dan empat tahun.Bahkan aku sudah terbiasa bangun pagi-pagi seawal empat pagi menguruskan segala pekerjaan rumah termasuk memasak.
Mengapa bangun terlalu pagi?Apa yang dilakukan oleh orang tuaku?Mengapa mereka harus bersikap seperti itu meskipun umurku masih kecil.Dengar yah.Jangan sesekali mengeluh atau meratapi kesedihan yang menimpa nasib kurang baik jika kamu terlahir dari keluarga yang susah.Bahkan aku merasa bersyukur kerana dapat menikmati proses kesukaran dan kekerasan hidup untuk membuatkan aku menjadi seorang gadis yang kita dan matang dalam melakukan sesuatu perkara.
Oh,ya.Aku belum menghabiskan ceritaku mengapa aku bangun pagi-pagi sekali.Saat jam empat pagi,aku mulai bangun dan masak yang seadanya untuk bekal dibawa ke sekolah.Bukan untuk aku seorang saja,tapi untuk adikku yang bersekolah juga.Dulu untuk memasak di kampung harus menggunakan kayu bakar dan buka kompor seperti sekarang.Bayangkan gimana rasanya memasak dengan kayu bakar.Belum pergi ke sekolah, pakaian seragam sekolah sudah berbau asap.
Seawal enam pagi aku dengan adikku,bahkan teman-teman seangkatan dengan ku akan berjalan kaki ke sekolah kira-kira satu jam lamanya.Jauhnya aku sendiri tidak tau,kerana aku lemah dalam algebra.Adik ku yang kecil akan ikut dengan ahli keluarga ku yang lain ke sawah.Disana ada pondok kecil,ada kelengkapan dapur untuk memasak.
Wah,memang hebat bukan? Keluarga ku bukanlah terlahir dari keluarga yang memiliki banyak uang.Ada kalanya dapat makan enak dan ada kalanya harus menahan keinginan apa yang kita perlukan.Saat aku berumur sepuluh tahun,ayahku merantau ke luar negri untuk memperbaiki hidup kami sekeluarga.
Umurku?Gak usah ditanyakan.Cukuplah sekadar aku terlahir dalam tahun yang mengikuti arus permodenan dunia.Pernah menggunakan surat untuk bertanya kabar.Pernah menggunakan pondok telefon yang pakei koin serta kartu.Kemudian beralih kepada selular yang entah apa namanya.Besar dan berat jika dibawa kemana-mana.Sehinggalah beralih kepada ponsel dengan pelbagai marek serta jenisnya.Setiap perubahan akan mengambil masa sedekad untuk melihat setiap kemajuan dunia moden.
Waktu yang benar-benar panjang sehingga aku mencari apa yang aku suka selain bersukan.
Jika berkaitan dengan cerita horor.Aku lebih suka nonton cerita horor daripada baca.Biar ada fellnya.Rasanya seperti aku juga terseret sama di dalam ceritanya.Meskipun berteriak hesteris,mataku tetap fokus pada layar televisi.Hanya orang yang memiliki keberanian saja mau nonton cerita kaya gitu.
Nah,begitulah sedikit sebanyak tentang diriku yang bisa aku kongsikan sama pembaca.
Jadi jangan lupa dukungan dari kalian untuk support karya author.Baik yang masih ongoing ataupun yang sudah tamat.
❤️Pertama-Jangan sungkan masukkan karya author ke rak buku.
❤️2)klik tombol like-👍
❤️3) Vote
❤️4) Komentar
❤️❤️❤️❤️ Ditunggu dukungan kalian.Dadaaa...