WRITER HORROR STORIES

WRITER HORROR STORIES
BAB 1-TIGA KETOKKAN



Tok!


Tok!


Tok!


Beberapa saat kemudian.


Tok!


Tok!


Tok!


Ketokkan pada loker pakaian itu kedengaran lagi setelah berselang beberapa saat.Aku yang sudah berbaring diatas ranjang ku sendiri sedang berkeringat dingin dibawah selimut kerana diselubungi rasa takut yang teramat sangat.Mungkin hanya bukan aku seorang saja.Malah sesiapa saja yang berada di posisi aku kini akan merasai pengalaman yang sama.


Takut,gemetaran,berkeringat dingin,hampir sesak napas kerna harus menahan napas sendiri,detak jantung berpacu tiga kali lipat dari degupan jantung normal dan mungkin saja akan hesteris jika tidak memiliki kekuatan spiritual yang kuat.


Tok!


Tok!


Tok!


Ketokkan itu semakin hampir dengan loker pakaian ku.Aku yang menggigil ketakutan semakin gemetaran tidak karuan.Malah napasku semakin tercekat ditenggorokkan ku.Benar-benar sesak sehingga nyawaku hampir terpisah dari badan.


Tok!


Ketokkan itu akhirnya terhenti di loker pakaian milikku.Aku yang sudah dibawah selimut tidak bisa menggerakkan badanku untuk meringkuk kerana ketakutan.Tubuhku mendadak kaku.Aku tidak berani menggerakkan tubuhku sedikit pun saking ketakutan yang keras itu menyelubungi diriku.Hanya sekadar untuk bernapas juga aku tidak memiliki kekuatan.


Setelah beberapa menit kemudian,ketokkan itu beralih lagi ke tempat lain.Bunyinya semakin samar-samar tertangkap di indera pendengaran ku dan menyebabkan ku bisa bernapas lega.Aku yang ketakutan tadi sedaya upaya menetralkan detak jantung ku yang tadi sempat aku tahan beberapa saat tadi.


Inhale!


Exhale!


Itulah yang aku lakukan sebentar tadi untuk meredakan tekanan pada diriku sendiri setiap kali terlepas dari rasa takutku.


Bayangkan,satu tahun!Siapa yang memiliki kekuatan mental sekuat itu jika sepanjang tahun ketakutan disaat bunyi itu mendatangi kamu setiap malam namun tidak bisa melihat kelibat apa-apapun.Pasti hanya orang bodoh saja yang mau ngelakuin hal itu.


Namun itulah kenyataannya.Aku bahkan teman-teman ku yang lain juga harus tinggal ditempat itu kerana hanya satu sekolah menegah saja di tempat itu untuk menjadi tempat menimba ilmu dari pelbagai desa.


Aku tinggal di asrama sekolah sejak umur aku dua belas tahun.Saat umurku dua belas tahun itu,kami dibenarkan pulang setiap petang untuk mengambil makanan dirumah masing-masing kerana pihak sekolah tidak menyediakan makan malam.


Bukan masalah apa.Ini kerana sekolahku yang amat menyedihkan dan banyak yang kekurangnya.Apa lagi sekolah yang dibangunkan di kawasan pendesaan yang jauh dari kota yang tidak memiliki fasilitas yang lengkap.


Saat umurku menginjak tigabelas tahun,aku bersekolah di desa yang lebih baik dan menjanjikan.Fasilitasnya boleh dikatakan berkecukupan namun harus tinggal di asrama kerna tempat asalku jauh dari sekolah menengah.Kami hanya dibenarkan pulang dua minggu satu kali dalam setiap bulan.Dan iyanya berterusan sehingga umurku sembilan belas tahun.


Fuhhh!Ternyata mencari ilmu ditempat asing itu tidak mudah.Banyak yang harus anda korbankan termasuk lah berjauhan dari keluarga tercinta dimana umur kita masih dini.


Pertama kali aku masuk asrama di sekolah menengah,aku benar-benar gembira.Punya teman sekamar yang berbeda agama dan juga rasnya.Datang dari pelusuk desa yang tidak kira mereka kaya, sederhana ataupun miskin,semua berteman tanpa memilih bulu.


Namun disaat malam menjelang,kesemua kegembiraan, keseronokan dan kesenangan itu akan terenggut paksa dari jiwa.


Mengapa?


Semuanya bermula dengan tiga kali ketokkan di pintu loker pakaian anda.Yang bunyinya akan berselang beberapa saat sebelum iyanya berbunyi lagi dan lagi sehingga berteriak ketakutan juga kamu tidak bisa.Ketokkan yang sama akan menghantui setiap malam anda meskipun jarak antara anda dengan teman anda cuma sekaki jauhnya,namun kamu tidak bisa memeluknya.


Begitu malam mulai tiba,siap-siaplah berhadapan dengan ketakutan yang luar biasa hebatnya sehingga mau ke toilet juga kamu tidak bisa turun dari ranjang.Begitulah kisah singkat ketokkan yang menakutkan selama setahun aku mendiami asrama itu.


Yah,nanti kita sambung lagi oke.Pasal author sendiri juga harus menarik napas dalem-dalem saking fokusnya pada cerita ini.


Jangan lupa dukungan buat karya author yah.Senang aja kok.Cuma pecet..


❤️❤️ masukkan karya author ke rak buku


❤️❤️Like👍


❤️❤️ Vote


❤️❤️ Komentar


❤️❤️❤️Jumpa lagi.