
Aan 20 tahun.
Nuy 18 tahun.
Dua orang gadis cantik berpakaian hitam putih, rok panjang hitam, baju kemeja putih, dan kerudung segi empat hitam. Sedang menaiki motor matic. Mereka akan mencari lowongan kerja. Dan tujuan mereka adalah ke yayasan.
Aan yang tumpak, nuy yang bawa motor.
Sudah 1 tahun mereka mencari kerja. Melamar di berbagai Pt, BKK, konveksi, toko, pasar, cafe, restoran dsb. Belum ada panggilan sama sekali. Mungkin Allah belum mengizinkaan kami bekerja dan kami percaya pasti DIA sedang membuat rencana yang indah untuk kami. Aamiin. Semoga kami cepat dapat kerjaan walaupun pekerjaan kecil. Bantu Aamiin kan dong. Hehe.
"Launan Nuy. Kemarin di depan SDN XX ada yang kecelakaan, meninggal satu yang satunya lagi masuk rumah sakit. " ucap Aan.
"Iya. InsyaAllah tidak akan terjadi apa-apa. Bismillah weh Bismillah. "
Didepan mereka terdapat perapatan yang cukup macet. Dari kejauhan ada 2 lelaki tampan yang tampannya masyaAllah sedang berhenti di tengah jalan, dia akan lewat dengan laki-laki yang duduk dibelakang sembari melambaikan tangan tanda kasih sein. Yang nyupiran lelaki berambut panjang dengan kuncir rendah, sedang yang kasih sein tadi si abang ganteng tak tau siapa nama. namanya juga amprok saliwat.
Tiba-tiba.
PLAKK..
"Astaghfirullah ada apa? " tanya Nuy panik setelah mendengar suara itu. Motornya juga hampir oleng.
Ia menengok kaca spion. Disana terdapat laki-laki tampan yang kasih sein tadi menatap tajam kearah mereka atau Aan? Entahlah. Untunglah mereka memakai helm yang kacanya warna hitam, jadi tak nampak wajah mereka. Yeayy.
'Ada apa dengan cogan itu? ' tanyanya dalam hati.
"Tadi aku TOS. "
"Tos? "
"Iya. Cogan tadi ngajak TOS kan? "
"Astaghfir Aan. Dia itu ngasih sein pake tangan sayang~. Mau mentas dia. Nyebrang. "
Hening seketika.
"Iya kah? Kupikir dia ngajak TOS. "
"Pantes dia tadi liatin nya tajam banget. "
"Yaudah deh nanti minta maaf nya dalam do'a. Sekalian semoga dia jodohku. Azeekkk. Aamiin nin dong. "
"Aamiin. " ucap nuy ikutan gaje.
"Tikung dia di sepertiga malam. " tambahnya.
"Siap!! " aan berposisi hormat.
Perjalanan pun kembali lancar.
...
Sesampainya mereka di yayasan.
"Untung ya tadi tidak ada polisi di depan gunung-- eh gunung cnah. GEDUNG! " ucap nuy sembari membuka helm warna ungu nya. Janda gaes.
"iya untung tadi tak ada polisi di lampu merah. " timpal aan berdiri di samping nuy.
"Alhamdulillah. " ucap mereka barengan.
Mereka pun berjalan ke pintu masuk yayasan.
"Permisi teh mau tanya. " tanya aan ke seorang perempuan cantik yang baru ke luar dari dalam.
"Iya silahkan. "
"Ini test bukan? "
"Bukan daftar doang kok. "
"Beneran teh? "
"Beneran. Nanti di liat lamarannya, terus didata. Enggak bayar kok. "
"Teteh udah? "
"Udah kemarin. "
nuy hanya molohok melihat interaksi mereka. Dia bingung soalnya mau tanya tapi kurang ahli bahasa indonesia.
"Ieu asup teh? " tanya nuy dengan hati-hati takut si teteh hnteu ngarti.
"Hu'um asup weh. " mendengar jawaban itu nuy tercengang lucu.
bisa disimpulkan. tanya sunda jawab sunda. hehe**.
"Langsung masuk teh? "
"Iya langsung masuk aja, nanti di dalam ada kursi kosong. Duduk aja. "
nuy berekspresi lucu lagi. Pasalnya ia kaget karena dengan si aan si teteh bicaranya bahasa indonesia, sedangkan dengan dirinya menggunakan sunda.
Mereka saling tatap
"Hayuk. " aan.
"Nuhun ya teh. Terimakasih. " ucap nuy dan dibalas anggukan serta senyuman dari si teteh.
....
nuy selesai menuliskan data dirinya. Ia keluar dari ruangan administrasi kemudian duduk di depan tempat alas kaki.
Cklak
Tek tek
Sebuah motor gigi berhenti tepat di sampingnya. Masih ada jarak sih.
'Duh anjay segala parkir di depan aku.. '
'An gera datang dung. '
Krieett
"Alhamdulillah. " gumamnya tanpa sadar.
pucuk dicinta uang pun tiba. Eh kumaha apah.
"Balik? "
"Iya pulang kamu mau nginep disini juga boleh. " jawab aan sambil memakai sepatu talinya.
Nuy berdiri menunggu.
"Ikut pulang aja. "
"Permisi teh. " suara cempreng menghentikan percakapan mereka.
Degh..
'Anjay ' batin nuy.
"Ini SMA XX bukan? " laki-laki yang bertanya tadi mulai bertanya. Oke dia tampan bingit gaes.
"Naon ceunah? " tanya nuy. Dia salah denge (dengar) ditambah ada suara bising.
Aan menggeleng lambat.
"Hah? " nuy.
"Ini yayasan Cinta sementara bukan? " ooh. Tanyanya lagi.
"Bukan. Ini yayasan Cinta abadi. "
"ANJAY. " ucap si penulis.
"Ohh cinta abadi ya. "
"Ada loker gak teh? "
"Enggak ada. " santai.
"Langsung test teh? "
"Enggak cuma ngasih lamaran doang. " masih santai karena tidak melenceng.
"Bayar enggak teh? "
"Enggak. " masih santai.
"Langsung ke dalam teh? "
"Iyah. " mulai bosan.
"Lamarannya lengkap teh. "
"Asal ada SKCK." Bosan + kesal.
"Ngelamar teteh boleh enggak. " minta dijitak ini anak.
"Kalau mau yang lebih jelas, masuk aja. " sudah sangat kesal.
"Hehe iya teh. "
"Masuk ke hati teteh maksudnya kan?. " nuy mulai panas. Sepanas hatimu. Hehe.
Allauakbar!!
Dengan gerak cepat aan membawa nuy menjauh.
"Astaghfirullah. Ngajak gelut dia. Tong di tahan. " aan yang notabene nya baru memakai sepatu sebelah, dengan terpaksa menjinjing sepatu yang sebelahnya lagii.
"Modus bukan sih? " jengahnya.
"Tau. " Aan duduk di tanah dan memakai kembali sepatunya.
haha gaje....