
Pukul 10:30
"Woy ka kelas yuk?", tanya teh iyos.
"Yuk", jawab mereka.
***
Di kelas
Di depan kelas XII Ips 4 mereka melihat golongan si mi'eng di depan kelas XII Ips 5. Nur sudah menyadari bahwa pasti di dalam kelas sedang tidak beres.
Nur saat melihat tati, teh iyos dan aan masuk ke kelas dia memutuskan untuk tidak ikut masuk ke dalam kelas. Dan memilih untuk berdiam diri di dekat pintu.
Tidak sampai 10 detik Nur berdiri, ia melihat teh iyos dkk keluar kelas. Dengan wajah juteknya.
"Kenapa teh? " tanya Nur lucu.
"Ck. loba laki-laki", decak teh iyos dengan nada tidak suka.
"Mnding ai di tukangmah, ieu mah kan di depan", tambah tati.
"Ka tatangkalan weh yu? Apa kumaha?", tanya aan.
"Hayu wae, tapi panas", Nur menjawab. Semuanya terdiam, "antar ke wc yuk?", tambah Nur dan mereka mengangguk lalu pergi.
***
Setelah ke wc mereka ke depan kelas XI mipa 4, kemudian duduk di keramik bagian luar (?).
Di wc mereka tidak melakukan apapun. Cuman jadi penjaga wc. Berdiri menghalangi jalan orang lain yang akan masuk.
Dan dengan watadosnya mereka ongkoh-ongkoh weh.
"An coba nyanyi anu saya akan menyanyikan lagu -", ucapan Nur dipotong aan.
"Saya akan menyanyikan lagu abdullah? ", dengan watadosnya aan berkata.
"Lain anu saya akan menyanyikan lagu sedih tea"
"Oh anu Aaa~ Aaa~ Aaa~ Aaa~ ahahahahahaha", aan nyanyi dengan wajah lucu kemudian tertawa dan membuat tati, nur, dan teh iyos ikut tertawa.
"Iya gitu, nyanyinya begitu? ", tanya teh iyos.
"Heu'eum teh", jawab Nur karena aan tidak berhenti tertawa.
"Nyanyi nateh bari kieu teh", aan mencontohkan bentuk bibirnya. Mereka semua tertawa lagi.
"Bibirna meuni rintik teh. Terus ngagitar nateh make raket nyamuk tea, terus bari ngagesekn kertas apa naon mrn. " jelas aan tak henti-hentinya tertawa.
"Jadi suaranateh mirip kos guitar teh. " tambah nur.
"Pernah piral da", tati menambahkan. Sedangkan aan dia masih setia memperagakan bibirnya.
"Eta kirim hayu videona di grup Wa", teh iyos.
"Udin da tadi", jawab Nur sambil tak henti-hentinya menatap tingkah kocak aan.
"Oh iya kitu, iyos ningali ge nu dance 4 an tea" mereka semua terdiam dengan pikiran masing-masing.
"Emang kitu jij? " tanya aan.
"Udah ada, tapi aku tak ada kuota jadi nggak buka Watsapp. " setelah mendengar perkataan tati mereka tertawa kembali. Bahkan mereka lupa jika sedang berada di depan kelas yang tengah KBM.
Tati bilang videonya sudah ada, tapi dia nggak buka Wa karena tidak ada Kuota? Gimana sih ongkoh aya tapi nggak buka Wa gk ada kuota lagi.
"Jigana iyos mangkat sakola manten" teh iyos ingin menyudahi percakapan.
"Iya mungkin. " hening.
"Tapi teu terang videonya ka kirim apa hnt" tiba-tiba jijah mengeluarkan suara. Dan alhasil mereka tertawa lagi.
"Cape dah Ya Allah seserian wae. "
"Astaghfirullah. Punya sahabat kok gini gini amat. "
"Sssttttttt. " tiba-tiba saja para siswa kelas sebelah memperingatkan.
Seketika wajah mereka pias dan saling pandang.
Hening
"Eh h.h jij urang hayang dance 4 an tea siah", aan memulai percakapan kembali setelah hening melanda.
"Dih iya siah, yang tengah meni ulet, lincah teh", teh iyos menanggapi.
"Tah nu tengah teh iyos cnah tadi di Wa ngomong", aan.
"Iya gitu? "
"Iya"
"Terus aan nu di perutna anu aya tali simpul silang tea", ucap Nur.
"Dih jore sexy bngt, jiga kos yang tidak pake celana. " tolak aan dengan heboh.
"Pantes aan jadi eta, dance nateh nyengir wae", ucap teh iyos dan di tertawakan oleh Nur dan aan.
"Urang nu pake topi", ucap Nur. Dia mah milih sendiri.
"Heu'euh nu ngabaeud wae, jiga jalma nu teu bogaen dwit. " mereka tertawa kembali. Dan parahnya nur ikut tertawa.
"Tati nu tukang", ucap teh iyos.
"Eh tati nyaho hnt? ", tanya Nur sambil mencolok lengan atas tati.
Tati menatap mereka satu per satu dengan serius. "Hnt ka unduh" ucapnya dengan nada sedih terus menutup wajahnya menggunakan kerudung. Kemudian menenggelamkan wajahnya di paha nur. Ocon tea.
Semua tertawa dan mengabaikan bahwa kelas XI mipa 4 sedang belajar dan mengabaikan peringatan dari kelas sebelah tadi. Mereka bahkan tidak memperdulikan suara mereka yang menggelegar.
"Yuk dance eta yuk", Ajak aan.
"Kiki celeng ge encan", jawab Nur dan mereka tertawa semua sampai suara mereka serak.
"Eta urang hayang dance na di publik tea supaya loba nu nempokn, okos dance Aisyah dua jari tea", ucap aan lagi.
"Na die hela wh wani nte?", aan nyengir.
"Ulah maka nu 4 an, oh nanana weh hela"
Kemudian ribut dengan penuh kata oh nanana sambil menggerak-gerakkan kakinya. Sampai mereka lelah baru berhenti.
"Anu Tura tea, anu Tura Tura Tura Tura Tura nana", tati berdance aneh dengan menyanyikan lagu Dura tapi tidak hapal.
Hening... Sebab semuanya menatap tati aneh.
"Adah era. "Ucapnya dan nyumput lagi di paha nur.
Tiba-tiba guru MTK dari arah koridor kelas 12. Akhirnya mereka ber 4 lari kocar-kacir.
Bersumbang..... dengan gajenya..