WOY

WOY
Uang



Pada saat hari libur nur main ke rumah aan. Ia main sendiri, tanpa mengajak teh iyos dan tati. Mereka sibuk.


Tujuan ia ulin adalah boring serta ada tugas Akuntansi yang membuat nur pusing. Karena berdiskusi dengan aan nyambung walaupun konyol, tapi tugas akan cepat selesai jika dikerjakan bersama-sama.


Rumah aan dan rumah nur terbilang cukup jauh. Mereka berbeda kecamatan. Dan harus menggunakan sepeda motor agar cepat sampai.


Terlihat nur yang sedang duduk bersila di teras depan rumah sederhana milik aan.


Aan memiliki dua rumah. Ia tidur di rumah yang satu bersama kedua orangtuanya, juga kedua keponakan laki-lakinya. Rumah ini letaknya di depan dan cukup hidup jika dipandang. Sedangkan rumah yang satu lagi, dibiarkan kosong tapi selalu bersih. Rumornya dirumah itu ada sesuatu, nyatanya tidak ada sama sekali. Dan letaknya dibelakang rumah yang satunya. Rumah ini berwarna biru dan bagian belakang rumah terdapat banyak pohon kelapa dan mangga, kolam ikan Mas, dan terdapat irigasi lebar yang lumayan jernih.


Nah rumah yang nur duduki ini adalah rumah yang dipakai. Artinya rumah yang di depan.


Saat ini ia tengah melamun karena pemilik rumah sedang mengambil cemilan. Orangtua aan tidak di rumah, mereka sedang bekerja dan belum pulang.


Tidak lama kemudian aan datang membawa air minum dan cemilan yaitu molen. Yang orang Indonesia pasti tahu molen tu apa.


Apa coba molen teh?? Yang tahu komen.


Nur tersenyum gaje saat aan meletakkan makanan dan air putih itu.


"Ongkoh-ongkoh weh jij. " ucap aan.


"Anggap saja seperti rumah sendiri. " ucapnya lagi.


"Aku kedalam dulu. "


Ia pun masuk ke dalam rumah lagi. Kemudian kembali lagi membawa sepiring penuh buah jambu air yang sudah di iris. Tak lupa di sana juga terdapat mangkuk kecil yang isinya sambal gaes. Ngarujak inimah.


"Minum jij. " aan menuangkan air ke dalam gelas dan ia sendiri meminumnya. Nur mengangguk.


"Di makan jij molen na. " dengan santai aan memakan lahap molen nya. Nur mengangguk lagi.


"Rujak jij. " nur tersenyum canggung. Aan tersenyum karena dari tadi yang makan dirinya.


"Jangan shy shy cat jij. " ia memakan jambu air yang sudah di cocol dengan sambal.


Tiba-tiba aan culangak celinguk (?) aku lupa bahasa Indonesianya culak cileuk. Ada yang tahu? Komen.


Membulak balik tas milik nur, memindahkan barang yang ada disana. Dia mencari sesuatu. dia terlihat sasah. Ia berdiri dan sedikit mengibarkan rok panjang bermotif bunga itu. Ia pun meraba-raba bajunya terus Ia juga sedikit menyibakkan kerudung Kakhy nya.


"Nangtung coba jij. " nur pun berdiri dengan segera setelah mendengar perintah aan dan menghampiri aan.


"Nyari apa'an an? " kepo nur melihat kegelisahan aan.


"Nyari duit jij ilang. " nada frustasi terdengar jelas disana. Ia masih heboh.


oh pantas aan memang selalu sasah dan rusuh jika panik.


"Baraha? "


"20.000 jij. " aan loncat-loncat seperti anak kecil yang kehilangan balon. Ia terlihat akan menangis.


"Dimana hilangnya an? " nur juga ikutan khawatir.


"Di kamar. "


"Kunaon nyari di dieu? " Nur merasa sedikit janggal.


"Dikamar gelap. " dengan polos dan tanpa merasa ada yang salah aan menjawab.


"Astagfirullahaladzim. " ternyata kejanggalannya teh itu.


"An sehat? " tambah nur mengelus dada bersabar.


Bersumbang....


Hore gaje...