World Revolving

World Revolving
Lautan biru di Eropa



"Waktu bukanlah hal yang bisa dipermainkan,semakin banyak kau merubah sesuatu di masa lalu maka itu akan membawakan masalah kedepannya,dan masalah itu mungkin dapat menghancurkan dirimu sendiri atau orang di sekitarmu".


Shuutaro terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berada di sebuah perahu kecil,dia mengalami mimpi buruk yang membisikkan hal yang akan terjadi padanya jika terus bermain-main dengan waktu,Shuutaro pun beranjak dari tidurnya dan melihat keadaan disekeliling nya.


"Kou dimana kau?" Teriak Shuutaro memanggil Kou.


Menyadari Kou tidak menyahut panggilannya Shuutaro pun keluar dari perahu kecil itu menuju sebuah kapal panjang dengan hiasan kepala naga pada bagian depannya.


"Wahh dekorasinya tradisional sekali,kurasa aku berada di jaman abad pertengahan" Ucap Shuutaro.


Shuutaro yang terus memperhatikan model kapal yang ia naiki,hingga dia menabrak seseorang berbadan besar didepannya hingga Shuutaro yang menabraknya pun terjatuh.Pria berbadan besar itu menoleh kebelakang dan melihat wajah Shuutaro yang terkejut melihat pria berbadan besar ini memelototi dirinya.


"Siapa kau anak muda?" Tanya pria berbadan besar itu.


Shuutaro yang menggunakan earphone yang ia ciptakan langsung menangkap perkataan pria itu dan langsung menjawab dengan panik.


"Aaaaa....akuuu...." Jawab Shuutaro dengan terbata-bata.


"Ya...Yagami-san kau baik-baik saja?" Kou tiba-tiba muncul di jembatan tempat kapal ini berlabuh.


"K...Kouuuuu darimana saja kau sialan?" Teriak Shuutaro.


Kou pun berjalan menuju kapal dan menghampiri Shuutaro yang wajahnya sudah pucat karena ketakutan.


"Mereka adalah para Viking,dan pria berbadan besar ini adalah paman Erickson" Jelas Kou.


"Dari gaya bicara kalian sepertinya kalian bukan orang Eropa,jadi darimana sebenarnya asal kalian?" Tanya Erickson.


Shuutaro menggunakan jam penerjemah yang dia gunakan untuk berkomunikasi lalu berbicara melalui jam itu.


"Kami adalah oraaang Jepang,tapi karena kapal yang kami tumpangi karam akuuu pun terbawa ombak hingga akhirnyaaaaaa aku menemukan kapal ini lalu aku naikk kesiniiiiii dan boommmm aku kehilangan kesadaran ku" Jelas Shuutaro dengan nada bicara yang aneh.


Kou hanya bisa diam menahan rasa malu melihat kelakuan sepupunya yang aneh.


"Hahahahahahahaha" Erickson tertawa terbahak-bahak mendengar cerita dari Shuutaro seperti mendengar sebuah lelucon.


Hahahahahaha,anak muda cerita mu sungguh menarik dan juga mengapa kau mendekatkan mulutmu pada benda yang diikat ditanganmu lalu berbicara dengannya?apa dia mempunyai kekuatan sihir?" Ucap Erickson penasaran.


Belum sempat Shuutaro menjelaskan,tiba-tiba lautan menjadi bergelombang dan raut wajah Erickson yang awalnya riang menjadi serius.


"Semuanya cepat naik ke kapal!!!kita akan pergi dari tempat ini!!" Teriak Erickson pada anak buahnya.


Anak buah Erickson yang mendengar perintah sang pemimpin pun bergegas pergi meninggalkan pulau yang mereka singgahi dan pergi menuju kapal mereka masing-masing.


"Paman apa yang terjadi?" Tanya Kou.


Anak buah Erickson pun mendayung kapal menjauh dari pulau dan setelah cukup jauh dari daratan mereka membentangkan layar kemudian pergi meninggalkan pulau itu.


Benar saja tak lama kemudian tembakan meriam terdengar dari pulau itu dan ledakan pun terjadi,seluruh rumah penduduk yang berada disana hancur lebur oleh ledakan itu,Shuutaro yang menyaksikan hal itu membuatnya teringat pada masa lalu negaranya dimana kota Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh pasukan Amerika.


"Kejam sekali" Ucap Shuutaro.


Kou dan Erickson yang mendengarnya pun mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Shuutaro.


"Ya kau benar,peperangan itu terjadi karena keegoisan manusia,haus akan kekuasaan membuat mereka lupa segalanya dan melakukan apapun untuk mendapatkan nya.Manusia itu benar-benar egois ya" Ucap Erickson pada Shuutaro.


"Anu paman,boleh aku tau apa penyebab perang ini terjadi?" Tanya Kou.


Erickson yang mendengar hal itu pun tersenyum pada Kou dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi disini.


"Raja Denmark ingin menguasai seluruh wilayah Inggris dengan cara menguasai wilayah-wilayah kecil di Inggris,Inggris yang tak terima dengan apa yang dilakukan oleh bangsa Denmark itupun akhirnya melawan dan terjadilah perang itu.Pulau tempat kita berlabuh tadi itu termasuk wilayah Inggris yang telah berhasil ditaklukkan oleh bangsa Denmark dan Inggris ingin merebut kembali wilayah itu". Jelas Erickson


Shuutaro dan Kou yang mendengar cerita dari Erickson itu merasa prihatin dengan sifat tamak manusia yang ingin segalanya,dan dari cerita itulah Shuutaro sadar hal yang dia lakukan dengan mesin waktu adalah demi ketamakan nya sendiri,Shuutaro terbungkuk meratapi dirinya sendiri dan dalam hatinya berbicara menyalahkan dirinya sendiri


"Kau terlalu naif Shuutaro,seluruh hal yang kau lakukan selama ini hanya demi dirimu sendiri,apa kau tidak merasa hal yang kau lakukan selama ini sia-sia?".


Shuutaro yang masih terbungkuk meratapi dirinya pun tersadarkan oleh goncangan kapal yang disebabkan tembakan meriam.


"Tuan Erickson pasukan Inggris mengejar kita!" Teriak salah satu anak buah Erickson dari kapal di sebelahnya.


"Apa?kenapa mereka mengincar kita?" Ucap Erickson dengan kesal.


Meriam terus ditembakkan dilanjutkan dengan hujan anak panah yang berhasil merobek layar salah satu kapal anak buah Erickson dan membuat kapal mereka melambat.


Erickson yang sudah muak melihat kekacauan yang terjadi mengambil pedang yang ia simpan di dalam sebuah peti.


"Aku sudah berjanji untuk tidak lagi menggunakan pedang untuk berperang,tetapi keadaan memaksa ku untuk kembali menarik pedangku dari sarungnya untuk melawan seluruh kekacauan ini".


Erickson yang sudah mengambil pedang nya pun berdiri tegak dan berbicara kepada seluruh anak buahnya.


" Semuanya!!!kita adalah para Viking!!!kita adalah yang terkuat,jadi jangan biarkan mereka para anjing bangsawan Inggris ini berhasil menghancurkan semangat kita!!!angkat pedangmu dan lawanlah mereka!!!tunjukkan pada orang Inggris sialan itu bahwa kita para Viking lebih kuat dari mereka!!majulahh jika kalian mati arwah kalian pasti akan pergi menuju Valhalla dan disambut oleh para Valkyrie!!oleh karena itu,bertarunglahh para Vikingggg" Teriak Erickson memberi semangat pada seluruh anak buahnya.


Anak buahnya yang mendengar pidato dari sang pemimpin pun akhirnya mengeluarkan pedang mereka isyarat bahwa mereka sudah siap untuk berperang dan tidak takut untuk mati,karena mereka yakin kematian mereka akan dihargai.


"Anak muda bersembunyilah,kalian akan melihat betapa kejamnya peperangan itu" Suruh Erickson pada Shuutaro dan Kou.


"Atas nama Odin,seluruh anak buahku maju dan habisi para bedebah ini!!!!" Teriak Erickson diikuti sorak teriakan para anak buahnya.


Lautan biru ini akan berubah menjadi merah darah pertempuran.