World Revolving

World Revolving
Sebuah rencana



Shuutaro terbangun di sebuah tempat mirip penjara,menyadari dia berada di tempat yang berbeda dari sebelumnya kepalanya mulai merasa sakit saat kembali memikirkan hal yang terjadi.


"Yagami-san kamu sudah sadar?" Tanya Kou yang secara tiba-tiba muncul dihadapannya.


Shuutaro yang terlihat kebingungan mulai mengamati keadaan sekitarnya dan melihat banyak orang yang bekerja dengan paksa oleh para Pengawal kerajaan.


"Perbudakan?" Ucap Shuutaro secara spontan.


Kou yang mendengar hal tersebut pun terkejut dengan apa yang dikatakan Shuutaro,tetapi Kou juga merasa bahwa yang dikatakan Shuutaro itu adalah kenyataannya,pada era mesir kuno dahulu perbudakan adalah hal yang lumrah bagi orang-orang.Mereka dipekerjakan secara paksa,tidak diberikan istirahat,bahkan untuk makan saja tak mereka dapatkan dan karena itulah Shuutaro dan Kou merasa kasihan melihat para budak yang dipekerjakan secara paksa,karena pada jaman mereka tidak ada lagi yang namanya sistem perbudakan.


"Yagami-san apakah kau baik-baik saja?" Tanya Kou kembali.


Shuutaro diam tak menanggapi,tak lama kemudian dia berdiri dan pergi menuju ke sebuah tumpukan batu besar kemudian menatapnya secara tajam.


"Aghhhh ini semua salahku!,aku menyebabkan ini semua karena ambisiku!,menyeretmu ke dalam semua masalah ini adalah salahku!maafkan aku maafkan aku Kou,Kou maafkan aku!!!" Teriak Shuutaro penuh penyesalan sambil memukul batu tersebut.


Hal yang dilakukan Shuutaro memancing perhatian para budak disekitarnya,termasuk para Pengawal yang sedang berjaga.


"Yagami-san tenangkan dirimu" Ucap Kou sambil berusaha menenangkan Shuutaro.


Kou terus menenangkan Shuutaro yang terus menerus membenturkan kepalanya pada tumpukan batu tersebut hingga dahinya berdarah,para Pengawal pun datang dan mencengkram baju Shuutaro.


"Hei apakah kau tidak bisa tenang?Raja sedang tidur dan hal yang kau lakukan itu dapat membangunkannya!" Teriak Pengawal.


Shuutaro melepaskan cengkraman sang Pengawal dari bajunya kemudian mendorongnya.


"Sudah berapa kali kukatakan padamu....aku tidak bisa berbahasa mesir!!!" Shuutaro melayangkan pukulan keras pada Pengawal itu tepat di wajahnya dan membuat Pengawal itu tersungkur.


"Ayo kabur Kou" Ucap Shuutaro sambil menarik tangan Kou lalu pergi meninggalkan daerah yang mirip seperti pertambangan ini.


Para Pengawal pun memerintahkan Pengawal lain untuk mengejar mereka berdua hingga akhirnya aksi kejar kejaran pun terjadi di Kerajaan dan membuat bising istana.


"Kesini Kou!" Teriak Shuutaro lalu bersembunyi di dalam sebuah guci besar menghindari kejaran Pengawal.


Para Pengawal terus berlarian mencari mereka berdua disekeliling istana namun mereka tak berhasil menemukannya,akhirnya para Pengawal pun menyerah untuk malam ini dan memutuskan untuk mencari mereka kembali esok hari.Setelah para Pengawal itu pergi,Shuutaro dan Kou keluar dari tempat persembunyian mereka yaitu di dalam sebuah sumur tua yang tidak terlalu dalam dan mengawasi daerah sekitar untuk memastikan mereka aman.


"Yagami-san apa yang kau pikirkan sampai-sampai memukul seorang Pengawal?" Tanya Kou.


"Aku tidak memikirkan apapun.Aku hanya bersandiwara untuk memancing para Pengawal itu untuk menghampiriku" Ucap Shuutaro dengan santai.


Kou yang tidak habis pikir dengan rencana sepupunya ini pun akhirnya pasrah dan mengikuti apapun kehendaknya.


"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Kou.


Shuutaro hanya diam sambil memainkan koin emas yang dirinya dapatkan dari singgasana sang Raja,dan terus menatapnya.Kou yang melihat hal itu pun akhirnya memilih untuk tidak bertanya lagi pada Shuutaro,karena dia tahu bahwa Shuutaro perlu waktu beristirahat untuk memenangkan pikirannya.


"Bukankah sudah jelas?" Shuutaro menjawab pertanyaan dari Kou.


"Maksudmu?" Tanya Kou kebingungan.


Shuutaro melemparkan koin emasnya ke udara dan menangkapnya secara sempurna.


"Kita akan mengambil batu itu dari Raja,batu yang menjadi hak kita dan batu yang membuat kita akan kembali ke tempat kita seharusnya berada" Jawab Shuutaro.


"Tetapi,kita tidak hanya perlu batu itu saja,kita memerlukan alat yang tidak mungkin ada di jaman ini!alat ini hanya ada di garasi milikku" Jelas Shuutaro.


"Maksudmu benda yang terhisap oleh mesin apalah itu namanya yang berada ditengah gurun itu?" Jawab Kou.


Shuutaro tersenyum dan menepuk pundak Kou dan berbisik padanya.


"Kalau kau sudah tau mengapa kau bertanya" Bisik Shuutaro.


Akhirnya mereka menyiapkan rencana untuk mengambil kembali batu bercahaya itu dari Fir'aun yang kejam dan menciptakan alat yang dapat membawa mereka pergi dari jaman ini.


Petualangan yang sesungguhnya baru akan dimulai.